Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Selamat pagi agan & sista, semoga dalam keadaan sehat & bahagia.
Kembali saya menulis tentang kebaikan yg kita anggap sepele tetapi pengaruh besar.
Kebaikan yg kita lakukan adalah tabungan kita di akhirat.
Tidak mesti mengerjakan hal besar, hal kecil juga berdampak positif kepada kita. Apalagi kalau kita memiliki tetangga. Tetangga adalah saudara terdekat dari keluarga kandung.
Sumber gambar Dokri, depan rumah ketika kompleks kami sebelum dilockdwon
Banyak hal kecil tentang kebaikan dapat kita lakukan. Menyapa tetangga dengan sopan & ramah merupakan hal sepele tetapi lama-lama kita diketahui juga. Apalagi kami baru pindah, baru sekitar enam bulan. Tetangga belum banyak dikenal. Ada hikmahnya pandemi Corona ini. Jika sebelumnya saya dari pagi pulang malam. Sekarang dengan wajib di rumah , saya banyak waktu luang mengenal tetangga.
Sumber gambar Dokri pagi hari sekitar komplek
Apalagi interaksi lewat grup Ibu-ibu di komplek saya. Sedapat mungkin saya menyapa, kadang juga memesan makanan lewat grup. Akhirnya lama-lama banyak juga yg saya kenal.
Bertetangga Itu Indah
Sedari dini saya ajarkan kepada anak-anak biar mau berbagi. Si sulung sudah kebiasaan kalau saya masak cemilan pasti ingat teman apalagi itu porsi banyak.
"Kakak saja Mak, yg bagi," sambil membawa kue donat yg dibungkus plastik.
Hidup ini tidak dapat sendiri. Hidup tanpa bantuan orang lain, bagaimana rasanya ya. Saya kira manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain.
Tetangga adalah rumah yg berdekatan dengan rumah kita. Orang yg paling dekat dengan kita. Saudara sekampung atau setempat, Yang lebih dulu menolong kita kalau ada yg terjadi hal-hal tidak diharapkan.
Apalagi saat ini kita di suruh diam di rumah demi kebaikan bersama supaya virus Corona tidak menyebar. Nah saat-saat seperti ini kita butuh tetangga karena saudara jauh & susah untuk segera mampir ke rumah. Karena beberapa daerah ada yg di loockdwon. Berbagi dengan tetangga itu indah.
Kami menciptakan kue donat lagi dengan porsi yg banyak. Beberapa hari yg lalu tahap percobaan cuma buat setengah kilo. Kue donat kami bagi-bagi ke tetangga depan rumah.
Mertu saya ragu,'
"Memang mereka mau?" Mengingat kami beda agama.
"Saya niat memberi, kalau mereka menolak itu hak mereka, " ujarku lagi.
Akhirnya Si sulung membagikan kue donat.
Ternyata tetangga mengucapkan terima kasih, dengan bahagia hati mereka menerima.
"Donatnya enak, Bu." Terima kasih ya.
Tak berapa lama saya membaca chatting di grup Ibu-ibu komplek menawarkan jambu kristal di depan rumahnya panen lumayan lebat.
Bu Lulu : ada yg mau jambu kristal silahkan ya ambil ke rumah & jangan lupa bawa kantong plastiknya.
Karena saya pernah lihat pohon jambu itu berbuah lebat, langsung saja balas chatnya melalui jaringan pribadi.
Setelah selesai si sulung belajar kami ke rumah Bu Lulu. Bukan cuma buah jambu kristal saja bahkan ada sirih. Sekalian saja saya minta juga & minta yg tua untuk di tanam di depan rumah. Buah jambunya banyak banget, akhirnya saya bagikan lagi tetangga depan rumah.
Semuanya senyum bahagia, kami juga bahagia dapat berbagi walaupun hal kecil.
Sekian dulu ya. Kebaikan yg terlihat sepele tetapi pengaruhnya besar. Sampai jumpa lagi di tread selanjutnya. Terima kasih.
Kembali saya menulis tentang kebaikan yg kita anggap sepele tetapi pengaruh besar.
Kebaikan yg kita lakukan adalah tabungan kita di akhirat.
Tidak mesti mengerjakan hal besar, hal kecil juga berdampak positif kepada kita. Apalagi kalau kita memiliki tetangga. Tetangga adalah saudara terdekat dari keluarga kandung.
Sumber gambar Dokri, depan rumah ketika kompleks kami sebelum dilockdwon
Banyak hal kecil tentang kebaikan dapat kita lakukan. Menyapa tetangga dengan sopan & ramah merupakan hal sepele tetapi lama-lama kita diketahui juga. Apalagi kami baru pindah, baru sekitar enam bulan. Tetangga belum banyak dikenal. Ada hikmahnya pandemi Corona ini. Jika sebelumnya saya dari pagi pulang malam. Sekarang dengan wajib di rumah , saya banyak waktu luang mengenal tetangga.
Sumber gambar Dokri pagi hari sekitar komplek
Apalagi interaksi lewat grup Ibu-ibu di komplek saya. Sedapat mungkin saya menyapa, kadang juga memesan makanan lewat grup. Akhirnya lama-lama banyak juga yg saya kenal.
Bertetangga Itu Indah
Sedari dini saya ajarkan kepada anak-anak biar mau berbagi. Si sulung sudah kebiasaan kalau saya masak cemilan pasti ingat teman apalagi itu porsi banyak.
"Kakak saja Mak, yg bagi," sambil membawa kue donat yg dibungkus plastik.
Hidup ini tidak dapat sendiri. Hidup tanpa bantuan orang lain, bagaimana rasanya ya. Saya kira manusia tidak dapat hidup tanpa orang lain.
Tetangga adalah rumah yg berdekatan dengan rumah kita. Orang yg paling dekat dengan kita. Saudara sekampung atau setempat, Yang lebih dulu menolong kita kalau ada yg terjadi hal-hal tidak diharapkan.
Apalagi saat ini kita di suruh diam di rumah demi kebaikan bersama supaya virus Corona tidak menyebar. Nah saat-saat seperti ini kita butuh tetangga karena saudara jauh & susah untuk segera mampir ke rumah. Karena beberapa daerah ada yg di loockdwon. Berbagi dengan tetangga itu indah.
Kami menciptakan kue donat lagi dengan porsi yg banyak. Beberapa hari yg lalu tahap percobaan cuma buat setengah kilo. Kue donat kami bagi-bagi ke tetangga depan rumah.
Mertu saya ragu,'
"Memang mereka mau?" Mengingat kami beda agama.
"Saya niat memberi, kalau mereka menolak itu hak mereka, " ujarku lagi.
Akhirnya Si sulung membagikan kue donat.
Ternyata tetangga mengucapkan terima kasih, dengan bahagia hati mereka menerima.
"Donatnya enak, Bu." Terima kasih ya.
Tak berapa lama saya membaca chatting di grup Ibu-ibu komplek menawarkan jambu kristal di depan rumahnya panen lumayan lebat.
Bu Lulu : ada yg mau jambu kristal silahkan ya ambil ke rumah & jangan lupa bawa kantong plastiknya.
Karena saya pernah lihat pohon jambu itu berbuah lebat, langsung saja balas chatnya melalui jaringan pribadi.
Setelah selesai si sulung belajar kami ke rumah Bu Lulu. Bukan cuma buah jambu kristal saja bahkan ada sirih. Sekalian saja saya minta juga & minta yg tua untuk di tanam di depan rumah. Buah jambunya banyak banget, akhirnya saya bagikan lagi tetangga depan rumah.
Semuanya senyum bahagia, kami juga bahagia dapat berbagi walaupun hal kecil.
Sekian dulu ya. Kebaikan yg terlihat sepele tetapi pengaruhnya besar. Sampai jumpa lagi di tread selanjutnya. Terima kasih.