talam
IndoForum Senior E
- No. Urut
- 48451
- Sejak
- 16 Jul 2008
- Pesan
- 3.672
- Nilai reaksi
- 25
- Poin
- 48
Cikal Bakal misil atau rudal bermula dari Penelitian pihak Inggris pada PD I, negara ini mengembangkan bom dengan kendali jarak jauh yg diberi nama LARYNX (Long Range Gun with Lynx Engine) dan diujicoba pada 1920-an.
Sejak saat itu negara-negara seperti AS, Rusia, Jerman, Cina, Pakistan, India, Korea Utara dan Selatan berlomba-lomba untuk mencipatakan misil yang mempunyai daya jelajah dan kecapatan yg semakin meningkat.
Jerman pada PD II dengan kode V-1 Flying Bomb
AS dengan SSM-N-8 yang mampu diluncurkan via kapal selam serta rudal yang lendaris TOMAHAWK.
Macam-macam Rudal
Dari segi kecepatan, rudal dibagi menjadi 3 kls.
1. Subsonic
2. Supersonic
3. Hypersonic
sedangkan dari segi jangkauan, dibagi menjadi 3 kls :
1. Short range
2. Medium range
3. Long range
Pada kelas sub sonic telah banyak negara yg bermain dikelas ini, sebut saja
* AS dengan AGM-86, BGM-109 Tomahawk yang dpt menjangkau target hingga 1000km,
* Rusia dengan KH-55
* Cina dengan DH-10
* Korsel dengan Hyunmoo IIIC
* Babur II Pakistan
* Nirbhay India
Negara AS, yang paling getol dalam mengembangkan teknologi Rudal ini, apalagi setelah terjadinya tragedi WTC, memicu hasrat AS untuk mengembangkan teknologi rudal terbaru dan paling mutakhir yang menjadi penerus kedigdayaan TOMAHAWK. Maka didaulatlah misil atau rudal terbaru mereka yaitu X-51 yang diklaim dapat mencapai kecapatan Mach 5 dan dapat menjangkau semua wilayah dibelahan bumi manapun hanya dalam jangka waktu kurang lebih 1 jam….teknologi ini masuk dalam kelas HYPERSONIC.
X-51 dapat mencapai kecepatan Hypersonic krn tdk menggunakan teknologi rudal konvensional. Teknologi baru yang memungkinkan oksigen sebagai pemicu terjadinya pembakaran sehingga bisa dikatakan X-51 adalah mesin yang bernafas.
Udara yang masuk ketubuh X-51 akan bercampur dengan uap bahan bakar jet JP-7 sehingga menghasilkan gesekan udara yang sangat tinggi. Gesekan ini akan menghasilkan tenaga dorong yang sangat kuat dengan suhu hingga mencapai 4.500 derajat celcius.
Meski bersuhu yg ekstrim tinggi, X-51 memiliki sistem pendinginan yang memadai. Bahan bakar diesel akan mendinginkan mesin sehingga mencegah dinding mesin meleleh akibat suhu yang ekstrim tersebut.
Sejak saat itu negara-negara seperti AS, Rusia, Jerman, Cina, Pakistan, India, Korea Utara dan Selatan berlomba-lomba untuk mencipatakan misil yang mempunyai daya jelajah dan kecapatan yg semakin meningkat.
Jerman pada PD II dengan kode V-1 Flying Bomb
AS dengan SSM-N-8 yang mampu diluncurkan via kapal selam serta rudal yang lendaris TOMAHAWK.
Macam-macam Rudal
Dari segi kecepatan, rudal dibagi menjadi 3 kls.
1. Subsonic
2. Supersonic
3. Hypersonic
sedangkan dari segi jangkauan, dibagi menjadi 3 kls :
1. Short range
2. Medium range
3. Long range
Pada kelas sub sonic telah banyak negara yg bermain dikelas ini, sebut saja
* AS dengan AGM-86, BGM-109 Tomahawk yang dpt menjangkau target hingga 1000km,
* Rusia dengan KH-55
* Cina dengan DH-10
* Korsel dengan Hyunmoo IIIC
* Babur II Pakistan
* Nirbhay India
Negara AS, yang paling getol dalam mengembangkan teknologi Rudal ini, apalagi setelah terjadinya tragedi WTC, memicu hasrat AS untuk mengembangkan teknologi rudal terbaru dan paling mutakhir yang menjadi penerus kedigdayaan TOMAHAWK. Maka didaulatlah misil atau rudal terbaru mereka yaitu X-51 yang diklaim dapat mencapai kecapatan Mach 5 dan dapat menjangkau semua wilayah dibelahan bumi manapun hanya dalam jangka waktu kurang lebih 1 jam….teknologi ini masuk dalam kelas HYPERSONIC.
X-51 dapat mencapai kecepatan Hypersonic krn tdk menggunakan teknologi rudal konvensional. Teknologi baru yang memungkinkan oksigen sebagai pemicu terjadinya pembakaran sehingga bisa dikatakan X-51 adalah mesin yang bernafas.
Udara yang masuk ketubuh X-51 akan bercampur dengan uap bahan bakar jet JP-7 sehingga menghasilkan gesekan udara yang sangat tinggi. Gesekan ini akan menghasilkan tenaga dorong yang sangat kuat dengan suhu hingga mencapai 4.500 derajat celcius.
Meski bersuhu yg ekstrim tinggi, X-51 memiliki sistem pendinginan yang memadai. Bahan bakar diesel akan mendinginkan mesin sehingga mencegah dinding mesin meleleh akibat suhu yang ekstrim tersebut.