• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Roh Nubuat (Book 1)

Creationz

IndoForum Junior E
No. Urut
6396
Sejak
10 Sep 2006
Pesan
1.516
Nilai reaksi
261
Poin
83
ROH NUBUAT
ANDA MEMEGANG KUNCI-KUNCINYA!
(BOOK 1)


Judul Asli :
The Spirit of Prophecy

Pengarang :
Dr. Morris Cerullo

Diterbitkan :
Moris Cerullo Word Evangelism
P.O. Box 85277, San Diego, CA 92186

Penerjemah :
Sifera Subekti, BA

Editor :
Eva Soesanti Agoestin

Cetakan I - 2001
Cetakan II - 2003
Cetakan III - 2005
Cetakan IV - 2006


Penerbit :
Global Satellite Network Indonesia
Jl Nginden Intan Selatan 49 D
Surabaya 60118
Email : [email protected]
Homepage : http://www.gsn.or.id


Untuk Kalangan Sendiri


-------

DAFTAR ISI

Pendahuluan

Bab Satu:
Roh Nubuatan

Bab Dua:
Pentingnya Kitab Wahyu

Bab Tiga:
Anda Memegang Kunci-Kuncinya!

Bab Empat:
Pewahyuan Yesus Kristus

Bab Lima:
Tujuh Berkat

Bab Enam:
Gereja Yang Berkemenangan

Bab Tujuh:
Pwahyuan Kristus

Bab Delapan:
Yesus Segera Datang!

Bab Sembilan:
Alfa dan Omega

Garis Besar:
Kitab Wahyu
 
PENDAHULUAN

Kita hidup di hari-hari permulaan dari milenium yang baru. Dengan kedatangan tahun 2001, semua orang menjadi lebih sadar dan lebih peduli tentang masa depan …

… Apa masa depan dunia ini?

… Apa yang tersedia bagi saya sebagai anak Tuhan di masa depan?

… Bagaimana saya bersiap sedia untuk menghadapi masa depan?

Mungkin Anda sendiri sudah memikirkan pertanyaan-pertanyaan di atas akhir-akhir ini.

Ada suatu kabar gembira yaitu bahwa Anda tidak perlu takut tentang masa depan. Mengapa? Karena Tuhan mempunyai suatu rencana ilahi yang sedang dikerjakanNya di dunia ini. Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengubahnya. Anda perlu mengetahui hal ini. Tidak ada sesuatu pun yang dapat menghentikannya. Anda tidak perlu bingung tentang masa depan karena Allah menempatkan kunci-kunci di tangan Anda untuk memahami nubuatan Alkitab – buku yang termulia di dunia – Kitab Wahyu.

Anda mungkin berkata, “Siapa? Saya? Saya tidak pernah memahami nubuat.”

Ya … Andalah orangnya! Anda sudah memegang kunci-kunci pemahaman nubuat Alkitab. Yang perlu Anda lakukan adalah belajar bagaimana menggunakan kunci-kunci ini – dan itulah tujuan dari seri satu dan sebelas seri nubuat saya di milenium 2000 yang baru.

Bila Anda benar-benar mempelajari pelajaran ini, Anda tidak akan pernah lagi dibingunkan oleh nubuatan. Anda akan tahu kejadian-kejadian sebelum hal itu terjadi.

Yesus mengatakan kepada Petrus:
“Kepadamu akan Kuberikan kunci (RED: KJV: kunci-kunci) Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” (Matius 16 : 19).

Kunci-kunci keajaan pertama kali ditaruh ke dalam tangan Petrus karena dia dipanggil Tuhan untuk membuka pintu iman kepada orang-orang bukan Yahudi (Kisah Para Rasul 10 : 28). Tetapi kunci-kunci rohani ini bukan hanya semata-mata untuk dia.

Kunci-kunci tersebut didelegasikan kepada semua umat Allah – karena itu Anda perlu mengetahui apakah itu dan bagimana cara menggunakannya.

Secara sederhana, kunci digunakan untuk membuka pintu yang terkunci. Hal ini benar di alam nyata dan juga benar di alam roh. Tuhan sudah memberi kita kunci-kunci supranatural untuk membuka pintu-pintu perwahyuan ilahi.

Perhatikan bahwa Yesus menyebut “kunci-kunci” (red: KJV) – bearti lebih dari satu dan itu adalah kunci-kunci tertentu – “untuk kerajaan Sorga” (red: KJV). Ayat-ayat yang berhubungan menunjukkan bahwa kunci-kunci ilahi ini diberikan kepada kita untuk tiga tujuan utama:

1. Kunci-kunci kerajaan sorga memberi kita kuasa atas musuh, Iblis – Kita mempunyai wewenang untuk mengikat dan melepaskan kuasa-kuasa ilahi di sorga dan di bumi:
“Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga” (Matius 16 : 19).

2. Kunci-kunci ini memberi kita wewenang untuk menjalankan disiplin dan peraturan di dalam pekerjaan Allah – kita mempunyai kuasa untuk memperbolehkan orang masuk ke dalam kerajaan:
“Yesus mendekati mereka dan berkata: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” {Matius 28 : 18-20).

Kita mempunyai kuasa untuk mengeluarkan mereka yang jalannya bertentangan dengan firman:
“Memang orang mendengar, bahwa ada percabulan di antara kamu, dan percabulan yang begitu rupa, seperti yang tidak terdapat sekalipun di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, yaitu bahwa ada orang yang hidup dengan isteri ayahnya …Bilamana kita berkumpul dalam roh, kamu bersama-sama dengan aku, dengan kuasa Yesus, Tuhan kita, orang itu harus kita serahkan dalam nama Tuhan Yesus kepada Iblis, sehingga binasa tubuhnya, agar rohnya diselamatkan pada hari Tuhan” (I Korintus 5 : 1, 4-5).

Kita mempunyai kuasa untuk memulihkan mereka yang benar-benar telah bertobat:
“Bagi orang yang demikian sudahlah cukup tegoran dari sebagian besar dari kamu, sehingga kamu sebaliknya harus mengampuni dan menghibur dia, supaya ia jangan binasa oleh kesedihan yang terlampau berat” (III Korintus 2 : 6-7).

3. Kunci-kunci kerajaan memberi kita kemampuan untuk membuka atau menutup pintu pengetahuan kerajaan Allah:
“Celakalah kamu, hai ahli-ahli tauratm sebab kamu telah mengambil kunci pengetahuan; kamu sendiri tidak masuk ke dalam dan orang yang berusaha untuk masuk ke dalam kamu haling-halangi” (Lukas 11 : 52).

Ini berarti Anda sudah mempunyai kunci-kunci pengetahuan dalam kerajaan Allah di dalam tangan Anda! Yang harus Anda lakukan adalah belajar untuk menggunakannya … dan itulah tujuan dari seri nubuat milenium yang baru ini. Di seri satu, kita akan memulai suatu perjalanan rohani yang menarik menuju masa depan saat kita bersama-sama belajar mengenai Kitab Wahyu yang profetik.

Perhatikan bahwa saya tidak mengatakan kita akan mengadakan perjalanan secara “teologi”. Kita akan mengadakan suatu perjalanan “rohani”. Di pulau Patmos, Rasul Yohanes tidak menerima penjelasan tentang kejadian-kejadian masa depan yang kering, mati, dan penuh dengan teologi. Dia menerima nubuatan pewahyuan yang dahsyat, dinamis, dan mengubah kehidupan. Dia menerima pewahyuan Kristus dalam semua kemuliaanNya, dia melihat ke dalam ruang takhta di sorga dan dia menerima penyingkapan rencana akhir zaman Allah secara supranatural. Suatu hal yang sangat menakjubkan sehingga Yohanes jatuh tersungkur seperti orang mati:
“Ketika aku melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kakiNya sama seperti orang yang mati; tetapi Ia meletakkan tangan kananNya di atasku, lalu berkata: “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir” (wahyu 1 : 17).
 
ROH NUBUATAN​

Yohanes sedang “di dalam roh” waktu dia menerima pewahyuan dari Tuhan: “Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala …” (Wahyu 1 : 10).

Satu-satunya jalan Anda dapat menerima pewahyuan ini adalah dengan menerimanya di dalam roh Anda. Anda harus melampaui pengetahuan yang berdasarkan nalar. Anda harus mengizinkan firman Allah menembus roh Anda – jauh di dalam manusia batiniah Anda – baru kemudian itu akan menjadi nyata bagi Anda. Sehingga Anda akan dipenuhi dengan kegairahan dan ketakjuban, bukannya kekuatiran dan ketakutan akan hal-hal yang sedang terjadi dan akan segera terjadi.

Rasul Yohanes menerima pewahyuan supranatural yang meliputi penglihatan dan suara-suara yang tidak pernah dia ketahui sebelumnya di dunia alami. Dia mengalami kesulitan untuk menggambarkan pengalamannya dalam kata-kata yang dapat dipahami oleh orang-orang pada saat itu (dan sekarang ini). Beberapa hal yang dia lihat adalah simbolis, sedanngkan yang lain hurufiah.

Jangan mencoba untuk memahami Kitab Wahyu dengan pikiran manusiawi Anda. Anda tidak bisa mengartikan nubuat Alkitab dengan cara demikian. Hal itu tidak akan berhasil. Rencana akhir zaman Allah disingkapkan kepada hambaNya, Yohanes, saat dia berada di dalam Roh. Anda harus menerima pengertian ini dari Roh Allah. Yesus berkata:
“Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah” (Wahyu 2 : 7).

Yang dimaksud Yesus bukanlah telinga alamiah kita. Yang dimaksudNya adalah telinga rohani kita. Rasul Paulus mengatakan:
“Tetapi seperti ada tertulis: “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalma hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.” Karena kepada kita Allah telah menyatakan oleh Roh, sebab Roh menyelidiki segala sesuatu, bahkan hal-hal yang tersembunyi dalam diri Allah” (I Korintus 2 : 9-10).

Selama bertahun-tahun ada banyak kebingungan dan perpecahan di dalam gereja mengenai kitab Wahyu. Para ahli Alkitab yang sudah mempelajari buku ini selama bertahun-tahun mengandalkan pemikiran manusiawi dalam mengartikan ayat-ayat Alkitab atau mereka hanya mengulangi teori-teori orang lain. Para ahli teologia sudah menyajikan berbagai spekulasi dan interpretasi yang berbeda-beda sehingga orang Kristen tidak tahu harus mempercayai yang mana. Selama seminggu, mereka mendengar seorang pengkotbah memberitahukan begini dan minggu berikutnya mereka mendengar pengkotbah lain mengatakan hal yang sama sekali bertentangan.

Banyak orang percaya yang menghindari kitab Wahyu karena mereka menganggap kitab itu sangat kompleks, penuh dengan simbol, dan di luar pengertian mereka – tetapi Anda sudah memegang kunci-kunci pengetahuan akan kerajaan Allah dan saya akan menunjukkan kepada Anda bagaimana menggunakannya! Saat Anda selesai membaca seri nubuatan milenium yang baru ini, Anda tidak akan bingung lagi mengenai masa depan.


ANDA AKAN MENGETAHUI BAHWA ANDA TAHU!

Tuhan sudah menaruh RohNya di dalam kita sehingga kita dapat mengerti hal-hal yang sudah diberikanNya kepada kita:
“Kita tidak menerima roh dunia, tetapi roh yang berasal dari Allah, supaya kita tahu, apa yang dikaruniakan Allah kepada kita” (I Korintus 2 : 12).

Tuhan sudah memberi kita Roh Kudus untuk menunjukkan kepada kita hal-hal yang akan datang:
“Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diriNya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarNya itulah yang akan di katakanNya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang” (Yohanes 16 : 13).

“Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari padaNya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapanNya mengajar kamu tentang segala sesuatu – dan pengajaranNya itu benar, tidak dusta – dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia” (I Yohanes 2 : 27).
 
PENTINGNYA KITAB WAHYU​

Ada lima alasan utama mengapa orang percaya sangat perlu untuk mempelajari Kitab Wahyu:

1. Anda menerima berkat saat Anda mempelajarinya:
“Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat” (Wahyu 1 : 3).
“Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!” (Wahyu 22 : 7).


2. Diperlukan untuk menuju kedewasaan penuh, sebagaimana itu merupakan salah satu bagian dari firman :
“Segala tulisan yang diilhamkan Allah menang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik” (III Timotius 3 : 16-17).

3. Anda akan memahami masa depan dan bagaimana hubungannya dengan masa lampau dalam waktu sekarang:
“Inilah wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepadaNya, supaya ditunjukkanNya kepada hamba-hambaNya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikatNya yang diutusNya, Ia telah menyatakan kepada hambaNya Yohanes” (Wahyu 1 : 1).

4. Nubuat mengesahkan firman Allah. Penggenapan nubuat mengesahkan kebenaran yang dikatakan oleh firman:
“…sedangkan karunia untuk bernubuat adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman” (I Korintus 14 : 22).

5. Nubuat mempengaruhi cara hidup kita. Datangnya saat-saat akhir memotivasi kita untuk hidup kudus, dengan pengertian bahwa kita akan mempertanggungjawabkan semuanya:
“Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup” (III Petrus 3 : 11).

Kita akan didorong untuk menjangkau dunia yang terhilang dan yang menuju kebinasaan bila kita menyadari bahwa waktunya sudah singkat:
“Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, dimana tidak ada seorangpun yang dapat bekerja” (Yohanes 9 : 4).

Dari permulaan zaman, Allah sudah mempunyai rencana agung untuk dunia:
“Sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi” (Efesus 1 : 10).

Semua kejadian yang terjadi saat ini di bumi dan yang terjadi di masa depan bukanlah suatu kebetulan. Hal itu sudah dirancang sejak permulaan zaman oleh Allah yang menjadi Tuhan dari tujuan, rancangan, dan gol ; dan hal-hal yang rinci dicatat dalam firmanNya supaya umatNya mengerti tentang masa depan, tujuan akhir hidup mereka, dan bagian mereka dalam rencanaNya.

Saat Anda memulai pelajaran ini, saya ingin Anda membuka roh Anda kepada Tuhan. Mintalah kepadaNya untuk berbicara secara pribadi kepada Anda tentang apa yang Dia mau Anda dengar dengan telinga rohani Anda, untuk menunjukkan hal-hal dalam hidupmu yang perlu Anda lihat, dan mengungkapkan apa yang perlu Anda lakukan untuk mempersiapkan kedatanganNya.

Tujuan Allah menyingkapkan rencana akhir zamanNya di dalam kitab Wahyu adalah supaya Anda mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang sehingga Anda dapat menjadi …
… giat melakukan pekerjaan Tuhan (Matius 25 : 14-30).
… berjaga-jagalah untuk kedatangan Kristus (Matius 24 : 37-44).
… siap sedia untuk masa depan (Matius 15 : 1-13).

Saya percaya Tuhan ingin mencapai empat hal utama dalam hidup Anda melaui seri nubuat dari kitab Wahyu ini.

ANDA AKAN belajar untuk mengartikan nubuat Alkitab secara akurat menggunakan kunci-kunci kerajaan yang sudah ditempatkan oleh Allah dalam tangan Anda.

ANDA AKAN siap menghadapi masa depan dengan pengetahuan. Anda tidak lagi akan kebingungan, takut, atau bimbang.

ANDA AKAN sanggup menghadapi setiap situasi buruk yang mungkin terjadi di masa mendatang dengan kuasa dan otoritas, karena Anda akan mengerti tujuan hidup Anda yaitu anak Tuhan yang 100% berkemenangan.

ANDA AKAN bangkit di masa akhir ini untuk mengambil posisi kekuasaan, wewenang, dan dominasi yang diberikan oleh Tuhan, saat kita bersama-sama menuai tuaian terbesar yang akan disaksikan oleh dunia ini.

Mungkin Anda berpikir, “Bapa Cerullo, saya sudah berusaha untuk memahami nubuat sebelumnya, tetapi hal itu sangat membingungkan saya. Apakah saya benar-benar dapat mengerti rencana Tuhan di akhir zaman?”

Ya! Percayalah kepada saya! Bukan hanya mungkin, tetapi Allah MAU Anda menerima pewahyuan ini. Karena itulah Dia memberikannya. Karena itulah Dia menyuruh hambaNya, Yohanes, untuk menuliskannya dalam firmanNya. Pewahyuan bermaksud untuk membuka sesuatu, bukan menutupinya.

Yesus akan datang segera! Waktunya sudah tiba! Inilah waktunya kita mengerti tanda-tanda zaman, untuk menantikan, mempersiapkan dan siap sedia. Inilah waktunya kita menggunakan kunci-kunci yang diberikan oleh Allah kepada kita untuk membuka pintu masa depan. Mari sekarang berjalan bersama saya lebih dalam lagi ke dalam roh nubuatan.
 
ANDA MEMEGANG KUNCI-KUNCINYA!​

Pulau Patmos berada sekitar 62 kilometer sebelah barat-barat daya Miletus di Laut Tengah. Panjangnya sekitar 17 kilometer dan lebarnya 10 kilometer pada ujung utara, dan sebagian besar terdiri dari perbukitan dari gunung berapi dan tanah bebatuan. Orang Romawi menggunakan pulau ini untuk membuang para tahanan.

Rasul Yohanes dibuang, karena imannya kepada Tuhan, ke pulau ini pada tahun 95 A.D. (red. Sesudah Masehi) pada waktu pemerintahan Kaisar Domitian. Pulau ini bukanlah suatu sorga di daerah tropis. Melainkan suatu tempat yang sepi, sunyi, dan kosong. Tetapi saat itu adalah hari Tuhan dan walaupun Yohanes sendirian dan dalam keadaan yang menyedihkan, dia memutuskan untuk menyembah Tuhan.

Yohanes tidak menyadari bahwa pengalaman penyembahan ini tidak hanya mengubah hidupnya secara dramatis, tetapi juga akan mempengaruhi generasi yang akan datang dan juga mempengaruhi generasi yang akan datang dan juga mempengaruhi nasib di dunia secara keseluruhan. Waktu Yohanes sedang berada di dalam Roh di hari Tuhan, dia menerima …
“Wahyu Yesus Kristus, yang dikaruniakan Allah kepadaNya, supaya ditunjukkanNya kepada hamba-hambaNya apa yang harus segera terjadi. Dan oleh malaikatNya yang diutusNya, Ia telah menyatakannya kepada hambaNya Yohanes” (Wahyu 1 : 1-2).

Kitab Wahyu dibuka dengan pernyataan yang berani bahwa sumber penulisan buku ini supranatural dan ilahi. Tuhan adalah sumbernya. Kata “wahyu” yang digunakan di sini berasal dari kata Yunani “apokaluposis” yang berarti “penyingkapan” atau “penarikan selubung kegelapan”. Pewahyuan yang diterima Yohanes di pulau Patmos tidak berasal dari pikiran manusiawinya, tetapi diwahyukan kepadanya saat dia “dikuasai oleh Roh”. Dalam kitab Wahyu empat kali disebutkan bahwa Yohanes sedang “dalam Roh” : Wahyu 1 : 9-10; 4 : 1-2; 17 : 1-3; 21: 9-10.

Pewahyuan rohani bukanlah fungsi dari pikiran manusiawi karena pikiran manusiawi kita tidak mengerti hal-hal dari Roh:
“Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani” (I Korintus 2 : 14).

Itulah sebabnya kita harus memahami pewahyuan ini dengan pikiran rohani kita.

Yohanes menerima “wahyu Yesus Kristus yang dikaruniakan Allah kepadaNya”. Inilah aturan penyampaian ilahi itu: Allah memberi pewahyuan kepada Yesus dan kemudian dikirim dan diberitahukan kepada hambaNya, Rasul Yohanes (Wahyu 1 : 1, 4, 9; 22 : 8).

Tujuan pewahyuan ini adalah “supaya ditunjukkanNya kepada hamba-hambaNya apa yang harus segera terjadi” (Wahyu 1 : 1) – pewahyuan ini diberikan supaya umatNya tahu apa yang akan terjadi di masa depan.

Pewahyuan yang dahsyat ini diterima Yohanes di salah satu saat tergelap dalam hidupnya. Pewahyuan ilahi seringkali datang di waktu yang kesusahan:

Yakub melihat Tuhan di Bethel saat dia dalam pelarian (Kejadian 35 : 1).

Musa bertemu dengan Tuhan di semak duri yang menyala saat dia dalam pelarian (Keluaran 3 : 1-2).

Elia mendengar suara Tuhan waktu dia dalam pelarian (I Raja-raja 19 : 3-9).

Yehezkiel melihat kemuliaan Tuhan saat dia dalam pembuangan (Yehezkiel 1: 3).

Daniel mendapat penglihatan tentang Tuhan waktu dia dalam pembuangan (Daniel 7 : 9).

Waktu Anda mengalami saat-saat yang sulit dalam hidup Anda, Anda bisa menjadi tertekan dan mengasihani diri sendiri atau – seperti Rasul Yohanes – Anda dapat masuk di dalam roh dan mulai menyembah Tuhan.

Renungkan sejenak: Apa yang mau dinyatakan Allah lewat Anda atau diungkapkan kepada Anda di saat-saat tergelap Anda?
 
PEWAHYUAN YESUS KRISTUS

Kita sudah mempelajari bahwa kitab Wahyu adalah “wahyu Yesus Kristus”. Kitab ini menyingkapkan tentang Yesus Kristus lebih dari kitab-kitab lainnya di dalam Alkitab. (Cobalah untuk melihat setiap ayat-ayat ini di dalam Kitab Wahyu) Yesus digambarkan sebagai:

Yesus Kristus: 1 : 1
Saksi yang setia: 1 : 5
Yang pertama bangkit dari antara orang mati: 1 : 5
Yang berkuasa atas raja-raja di bumi: 1 : 5
Alfa dan Omega: 1 : 8
Yang Awal dan Yang Akhir: 1 : 17
Anak Manusia: 1 : 13
Anak Allah: 2 : 18
Yang memegang kunci Daud: 3 : 7
Yang memegang segala kunci maut dan kerajaan maut: 1 : 18
Singa dari Yehuda: 5 : 5
Tunas Daud: 5 : 5
Anak Domba yang disembelih: 5 : 6
Anak Domba yang murka: 6 : 16-17
Anak Domba yang lembut: 7 : 17
Tuhan kita: 11 : 8
Raja orang-orang kudus: 15 : 3
Yang setia dan Yang benar: 19 : 11
Firman Allah: 19 : 13
Raja segala raja: 19 : 16
Tuan segala tuan: 19 : 16
Yang Pertama dan Yang Terkemudian: 22 : 13
Bintang timur yang gilang gemilang 22 : 16

Kunci untuk memahami kitab Wahyu adalah menyadari bahwa kitab ini adalah pewahyuan tentang Yesus Kristus.

Wahyu 19 : 10 menyatakan, “Karena kesaksian Yesus adalah roh nubuat”. Ini adalah kunci yang penting untuk memahami nubuat, seluruh firman Allah dan firman hidup … Yesus Kristus.

Waktu murid-murid Kristus sedang berjalan menuju Emaus dan bercakap-cakap tentang hal-hal yang sudah diberitahukan oleh Kristus kepada mereka, Yesus menampakkan diri kepada mereka secara supranatural dan berkata, “Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?” (Lukas 24 : 17). Murid-murid itu memberitahu Dia kejadian-kejadian yang terjadi di Yerusalem belakangan ini, termasuk tentang kematian Yesus dan kubur kosong yang ditemukan oleh para wanita tiga hari kemudian. Kemudian Yesus berkata kepada mereka:
“Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaanNya? Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh kitab suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi” (Lukas 24 : 25-27).

Ayat-ayat ini bukan hanya merupakan kunci nubuat, tetapi juga kunci untuk memahami dan mengartikan seluruh firman Allah. Mulai dari kitab-kitab Musa dan para nabi Perjanjian Lama sampai kitab Wahyu, semua kitab suci berbicara tentang pewahyuan Yesus Kristus dan rencana agung Allah yang dipenuhi melalui Dia.
 
TUJUH BERKAT

Berkat yang pertama disebutkan dalam Wahyu 1 : 3 dan dikembangkan selanjutnya dalam kitab tersebut. Sebagai anak Allah, setiap berkat ini adalah milik yang Anda bisa dapatkan:

1. Berkat atas mereka yang membaca, mendengar, dan memelihara hal-hal yang dituliskan dalam kitab Wahyu:
“Berbahagialah ia yang membacakan dan mereka yang mendengarkan kata-kata nubuat ini, dan yang menuruti apa yang ada tertulis di dalamnya, sebab waktunya sudah dekat” (Wahyu 1 : 3).

Itulah sebabnya penting bagi umat Allah untuk mempelajari dan memahami pewahyuan ini.

2. Berkat atas mereka yang meninggal di dalam Tuhan:
“Dan aku mendengar suara dari sorga berkata: Tuliskan: “Berbahagialah orang-orang mati yang mati dalam Tuhan, sejak sekarang ini.” “Sungguh”, kata Roh, supaya mereka boleh beristirahat dari jerih lelah mereka, karena segala perbuatan mereka menyertai mereka” (Wahyu 14 : 13).

3. Berkat atas mereka yang giat secara rohani dalam menjaga diri mereka sendiri dari dosa:
“Lihatlah, Aku datang seperti pencuri. Berbahagialah dia, yang berjaga-jaga dan yang memperhatikan pakaiannya, supaya ia jangan berjalan dengan telanjang dan jangan kelihatan kemaluannya” (Wahyu 16 : 5).

4. Berkat atas mereka yang ikut ambil bagian dalam perjamuan kawin Anak Domba:
“Lalu ia berkata kepadaku: “Tuliskanlah: Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan kawin Anak Domba” (Wahyu 19 : 9).

5. Berkat atas mereka yang mendapat bagian dari kebangkitan pertama dari orang benar (I Tesalonika 4 : 17):
“Berbahagialah dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka, tetapi mereka akan menjadi imam-iman Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya” (Wahyu 20 : 6).

6. Berkat atas mereka yang menyinpan segala perkataan nubuat ini – yang berpegang teguh kepada segala kebenaran dan peringatan-peringatan ini:
“Sesungguhnya Aku datang segera. Berbahagialah orang yang menuruti perkataan-perkataan nubuat kitab ini!” (Wahyu 22 : 7).

7. Berkat-berkat ada atas mereka yang melakukan perintah-perintahNya – yang menyelaraskan hidup mereka kepada firmanNya:
“Berbahagialah mereka yang membasuh jubahnya (red: KJV – mereka yang melakukan perintah-perintahNya). Mereka akan memperoleh hak atas pohon-pohon kehidupan dan masuk melalui pintu-pintu gerbang ke dalam kota itu” (Wahyu 22 : 14).
 
GEREJA YANG BERKEMENANGAN

Yohanes mengawali kitab Wahyu dengan salam dan memberikan kasih karunia dan damai Allah kepada ketujuh gereja di Asia:

“Dari Yohanes kepada ketujuh jemaat yang di Asia Kecil: Kasih karunia dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh yang ada di hapadan takhtaNya, dan dari Yesus Kristus, saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan yang berkuasa atas raja-raja bumi ini. Bagi Dia, yang mengasihi kita dan yang telah melepaskan kita dari dosa kita oleh darahNya – dan yang telah membuat kita menjadi suatu kerajaan, menjadi imam-imam bagi Allah, BapaNya, - bagi Dialah kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya. Amin” (Wahyu 1 : 4-6).

Tema utama dari kitab Wahyu adalah untuk menghadirkan umat Allah sebagai gereja yang berkemenangan. “Ketujuh roh yang ada di hadapan takhtaNya” menunjuk kepada Roh Kudus dengan kepenuhan pelayanan di dunia dan di gereja.

Dalam Wahyu 1 : 11, Yohanes diperintahkan untuk menuliskan semua yang diwahyukan Roh kepadanya dan mengirimkannnya ke tujuh gereja dia Asia. Ketujuh gereja itu – Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia – berada di bagian barat Asia Kecil. Segala pewahyuan yang ada di dalam nubuat ini diberikan bukan hanya untuk menghibur, menguatkan, dan mendorong orang-orang percaya pada abad pertama A.D. (red: sesudah Masehi) yang mengalami pengaiayaan yang hebat, tetapi juga untuk menyingkapkan kemenangan akhir yang besar yang sudah disiapkan Allah bagi kita, untuk mempersiapkan kita bagi kedatangan Kristus dan untuk menguatkan orang-orang percaya di abad-abad kemudian.

Nyata bahwa semua pesan, peringatan, dan nasihat di dalam kitab ini tidak ditunjukkan hanya kepada gereja mula-mula tetapi juga untuk gereja secara keseluruhan selama berabad-abad. Tema utama kitab wahyu adalah kemenangan Kristus, yaitu kemenangan gerejaNya, atas iblis – terutama di akhir zaman.

Yesus diwahyukan sebagai pemenang yang mengalahkan kematian, nereka, antikristus, nabi palsu, dan semua yang menyembah antikristus.

Gereja yang berkemenangan itu dikumpulkan dari segala bangsa dan kita melihat mereka berdiri dalam kesatuan di depan takhta dan di depan Anak Domba.

Gereja memerintah dan berkenan dengan Kristus atas bumi ini selama seribu tahun.
 
PEWAHYUAN KRISTUS

Dalam salam pembukaannya kepada ketujuh gereja di Asia, Yohanes menggambarkan Kristus sebagai:

1. Saksi yang setia. Yesus membawa kesaksian akan kebenaran dari Allah: Dia berkata, “Untuk itulah Aku lahir dan untuk itulah Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku datang ke dalam dunia ini, supaya Aku memberi kesaksian tentang kebenarannya …” (Yohanes 18 : 37). Kata Yunani untuk sakti adalah “martir” yang beararti “seorang yang menderita kematian untuk membela sesuatu”. Kristus di sini, dalam ayat lima, diberikan sebagai model bagaimana untuk bertahan – setia kepada kebenaran bahkan sampai mati (Kolose 1 : 18).

2. Yang pertama bangkit dari antara orang mati. Sebagai Kristus yang bangkit dengan kemenangan atas maut – “yang pertama bangkit dari antara orang mati” – Dia ditinggikan sebagai kepala gereja dan diberi kekuasaan atas segala sesuatu. “Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu” (Kolose 1 : 18).

3. Yang berkuasa atas raja-raja di bumi. Karena kesaksian yang setia dan kemenanganNya atas Iblis dan maut, Dia sekarang mempunyai posisi kekuasaan dan wewenang tertinggi: “Jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia saja, melainkan juga di dunia yang akan datang”(Efesus 1 : 21).


Yohanes memakai tiga sebutan ini untuk menguatkan orang-orang percaya yang menghadapi penganiayaan dan kemungkinan juga kematian supaya mereka tetap setia seperti Kristus yang telah setia, sehingga mereka akan berkemenangan sama seperti Dia yang sudah berkemenangan.

Inilah bagaimana Yohanes melihat Yesus. Bagaimana Anda melihat Dia? Di saat Anda mengalami kesukaran dan pencobaan, apakah Anda melihat Dia sebagai saksi yang setia? Apakah Anda bergantung kepada firmanNya hingga Anda dapat melalui kesulitan tersebut? Apakah Anda melihat Dia sebagai yang empunya kuasa dan wewenang atas segala keadaan hidup Anda?

Yohanes juga menggambarkan Yesus sebagai seorang yang …
1. Mengasihi kita
2. Sudah membasuh segala dosa kita dengan darahNya sendiri
3. Sudah membuat kita menjadi raja-raja dan imam-imam bagi Allah dan BapaNya


Kata “raja-raja” berbicara tentang wewenang dan kata “imam-imam” berarti kita mempunyai jalan yang terbuka menuju hadirat Allah setiap saat.

Bagaimana Anda melihat diri Anda sendiri? Apakah Anda melihat diri Anda lemah, dalam pergumulan, dan tidak dapat mengatasi masalah? Atau Anda melihat diri Anda sendiri sebagi seseorang yang sangat dicintai, seorang raja dan imam dengan jalan terbuka menuju ruang takhta Allah?
 
YESUS SEGERA DATANG!​

Di awal kitab Wahyu, Yohanes memberi kita janji ilahi akan kedatangan Kristus kembali ke dunia:
“Lihatlah, Ia datang dengan awan-awan dan setiap mata akan melihat Dia, juga mereka yang telah menikam Dia. Dan semua bangsa di bumi akan meratapi Dia. Ya, amin” (Wahyu 1 : 17).

Kebenaran ini merupakan harapan dan penantian yang besar bagi semua orang percaya hari ini dan juga merupakan tema dari kitab Wahyu. Kematian dan kebangkitan Kristus dan janji kedatanganNya yang kedua adalah dasar dari harapan kita. Itu adalah sumber kekuatan yang luar biasa bagi gereja mula-mula dan bahkan lebih lagi bagi kita yang sedang menuju hari-hari terakhir sebelum kedatangan Kristus.

Ayat ini menerangkan bagaimana Yesus akan kembali. Dia akan kembali dengan cara yang sama waktu Dia terangkat ke sorga:
“Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutupNya dari pandangan mereka” (Kisah Para Rasul 1 : 9).

Saat murid-muird menatap ke sorga ke mana Kristus telah pergi, dua malaikat mengatakan bahwa Dia akan kembali dengan cara yang sama seperti Dia telah terangkat. Malaikat tersebut berkata:
“Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga” (Kisah Para Rasul 1 : 11).

Ini mengingatkan murid-murid tentang apa yang sudah diajarkan oleh Yesus kepada mereka, menyingkapkan bahwa …
“Segera sesudah siksaan pada masa itu, matahari akan berjatuhan dari langit dan kuasa-kuasa langit akan goncang. Pada waktu itu akan tampak tanda Anak Manusia di langit dan semua bangsa di bumi akan meratap dan mereka akan melihat Anak Manusia itu datang di atas awan-awan di langit dengan segala kekuasaan dan kemuliaanNya” (Matius 24 : 29-30).

Lima ratus tahun sebelumnya, Nabi Daniel melihat kedatangan Kristus yang kedua dalam suatu penglihatan. Dia berkata:
“Aku terus melihat dalam penglihatan malam itu, tampak datang dengan awan-awan dari langit seorang seperti anak manusia; datanglah ia kepada yang lanjut usianya itu, dan ia dibawa ke hadapanNya. Lalu diberikan kepadanya kekuasaan dan kemuliaan dan kekuasaan sebagai raja, maka orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa mengabdi kepadanya” (Daniel 7 : 13-14).

Yohanes berkata bahwa pada saat kedatangan Kristus yang kedua setiap mata akan melihat, termasuk mereka yang menikam Dia. Dia berkata bahwa segala bangsa akan meratap karena Dia. Ini adalah penggenapan nubuat yang diberikan lewat Nabi Zakharia:
“Dan mereka akan memandang kepada dia yang telah mereka tikam, dan akan meratapi dia seperti orang meratapi anak tunggal, dan akan menangisi dia dengan pedih seperti orang menangisi anak sulung” (Zakharia 12 : 10).

Orang Yahudi, yang telah menolak Kristus dan tidak mau menerima Dia sebagai Mesias orang Yahudi, yang telah menolak Kristus dan tidak mau menerima Dia sebagai Mesias mereka, akan mengetahui bahwa Yesus adalah Mesias yang sesungguhnya. Untuk mereka yang telah menolak firmanNya, saat itu akan menjadi saat ketakutan, keputusan, dan kegentaran. Orang-orang akan berlari untuk bersembunyi di gunung-gunung dan gua-gua dan mereka akan berteriak:
“Runtuhlah menimpa kami dan sembunyikanlah kami terhadap Dia, yang duduk di atas takhta dan terhadap murka Anak Domba itu” (Wahyu 6 : 16).

Saat kedatangan Kristus kedua kalinya, Dia akan membawa pengantin perempuanNya kepada diriNya sendiri dan memberi upah kepada yang setia, tetapi seperti yang akan kita pelajari lebih lanjut Dia juga akan membawa penghukuman atas orang-orang jahat dan akan menginjak-injak “anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, yang Mahakuasa” (Wahyu 19 : 15).

Saudara yang kekasih, karena itulah kita perlu menjadi siap! Itulah sebabnya mengapa kita harus mempunyai dorongan dalam roh kita untuk memperingatkan mereka yang masih menolak Kristus dan firmanNya. Saat Kristus datang kembali ke dunia ini, tidak akan ada kesempatan lagi untuk bertobat!
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.