• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Robot Cheetah Pecahkan Rekor

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
XT1fe.jpg
KOMPAS.com - Robot Cheetah yang dikembangkan oleh US Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memecahkan rekor kecepatan robot berkaki empat.

Robot yang tak berkepala ini bisa bergerak dengan kecepatan 29 km/jam. Robot pemegang rekor sebelumnya hanya mampu bergerak dengan kecepatan 21 km/jam.

Kecepatan tersebit berhasil dicapai Cheetah pada ujicoba di atas treadmill laboratorium. Ilmuwan DARPA berharap, robot segera dapat diujicoba di lapangan secepat mungkin.

Cheetah dikembangkan atas prakarsa DARPA dengan pendanaan dari Boston Dynamics, perusahaan di Massachusets. Proyek Cheetah adalah proyek pengembangan robot yang mampu bergerak cepat.

Versi cheetah yang ada saat ini masih tergantung pada pompa hidraulik. Namun, di akhir tahun ini, prototipe robot yang bergerak bebas sudah siap.

Proyek Cheetah sudah dimulai dari bulan Februari 2011. Selain mampu bergerak cepat, Cheetah diharapkan bisa membuat gerakan zig zag dan berhenti secara tiba-tiba.

Noel Sharkey, professor kecerdasan buatan dari University of Sheffield mengungkapkan bahwa rekor kecepatan yang dicetak oleh Cheetah mengagumkan.

"Dengan kecepatan melebihi kecepatn manusia, ini adalah langkah maju pada pengembangan robot pembunuh yang bergerak cepat, yang mampu menakhlukkan medan perang untuk berburu dan membunuh," kata Sharkey.

"Perhatian terbesar saat ini adalah tak ada kecerdasan buatan yang bisa membedakan lawan dan sipil, jadi jika ini beroperasi sendiri, dia akan melanggar hukum perang," tambah Sharkey seperti dikutip BBC, Selasa
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.