Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Quote:
Thread "diduga" mengandung kekerasan.
Thread cuma diperuntukkan bagi para user penikmat kasus-kasus rahasia & kriminal, bagi para user peminat diskusi, serta bagi para user yg berkeharapan untuk menambah wawasan.
Thread tidak disarankan untuk dibaca oleh hater, user dengan riwayat gangguan kesehatan mental & kelabilan tingkat dewa, serta user yg memilih untuk memiliki literasi yg rendah.
TS & pihak Kaskus tidak bertanggung jawab kepada apapun yg terjadi kepada user dikemudian hari setelah membaca thread di bawah ini.
*No Insult
*No Flamming
*No Porn
*No SARA
*No Promosi
Bagi yg melanggar akan dilaporkan.
Adrian Lim lahir pada tanggal 6 Januari 1942, dia adalah anak tertua dari keluarga berpenghasilan rendah. Dia digambarkan sebagai anak yg pemarah. Setelah keluar dari sekolahnya, dia bekerja sebagai informan untuk Departemen Keamanan Internal. Dia kemudian bergabung dengan sebuah perusahaan radio kabel yg bernama Rediffusion Singapore pada tahun 1962. Selama tiga tahun, ia memasang & menservis set Rediffusion sebagai tukang listrik sebelum dipromosikan jadi seorang penagih tagihan.
Adrian Lim
Pada bulan April 1967, Adrian sempat berpindah ke agama Katolik supaya dapat menikahi kekasih masa kecilnya & memiliki dua orang anak. Adrian & keluarganya kemudian tinggal di kamar sewaan hingga pada tahun 1970 dimana dia sanggup membeli sebuah apartemen dengan tiga kamar tidur di daerah Toa Payoh.
Adrian memulai pekerjaannya sebagai praktisi mediator roh paruh waktu pada tahun 1973. Dia menyewa sebuah ruangan tempat dia melayani para wanita yg kebanyakan bekerja di bar, wanita penghibur, & wanita prostitusi. Pelanggannya juga termasuk para laki-laki yg percaya takhayul & wanita-wanita tua yg dengan mudahnya dia tipu demi sejumlah uang.
Adrian juga berguru pada seorang "bomoh" yg dipanggil sebagai paman Willie & berdoa kepada dewa-dewa dari berbagai agama meskipun dia dibaptis secara Katolik. Dewi Hindu, Kali, & Phragann, yg digambarkan oleh Adrian sebagai dewa seks orang Siam, adalah beberapa entitas spiritual yg kerap dipanggil kedalam setiap ritual yg dia lakukan.
Adrian menipu kliennya dengan mengpakai beberapa trik, & triknya yg paling efektif diketahui sebagai trik jarum & telur. Setelah menghitamkan jarum dengan jelaga dari lilin yg menyala, Adrian dengan hati-hati memasukkannya ke dalam telur mentah & menutup lubang itu dengan sejenis bubuk. Dalam ritualnya, dia memberikan telur tersebut pada kliennya sambil mengucapkan mantra & memintanya untuk memecahkan telur itu. Kliennya tidak menyadari bahwa telur tersebut sudah dirusak sebelumnya, namun mereka akan yakin ketika melihat isi telur & menganggap bahwa roh-roh jahat mengganggu mereka. Hal tersebut menciptakan para kliennya berpikir bahwa Adrian memang benar-benar memiliki kekuatan supranatural.
Adrian juga memangsa gadis-gadis yg mudah tertipu yg memiliki masalah pribadi. Dia berjanji pada mereka bahwa dia dapat menyelesaikan kesengsaraan mereka & meningkatkan kecantikan mereka melalui pijatan ritual. Setelah Adrian & kliennya berada dalam keadaan tanpa mengenakan pakaian, dia akan memijat tubuh kliennya & mengerjakan hubungan seksual.
Selain itu, Adrian juga memberikan perawatan terapi kejut-listrik pada pasien yg memiliki masalah mental. Setelah menempatkan kaki kliennya di dalam bak air & menempelkan kabel ke pelipisnya, Adrian kemudian mengalirkan listrik hingga kliennya mengalami kejang. Adrian meyakinkan bahwa guncangan tersebut akan menyembuhkan sakit kepala & mengusir roh jahat yg berdiam diri di tubuh mereka.
Catherine Tan
Catherine Tan diperkenalkan pada Adrian oleh sesama klien yg mengklaim bahwa mediator roh dapat menyembuhkan penyakit & depresi. Pada waktu itu Catherine sedang berduka atas kematian neneknya. Selain itu, dia secara sengaja diasingkan oleh orangtuanya dengan cara dikirim ke sebuah pusat kenakalan remaja sejak dia berumur 13 tahun. Hal tersebut sempat menciptakannya merasa tidak diharapkan.
Karena sering mengunjungi Adrian, hubungan mereka jadi dekat & Adrian memaksanya untuk tinggal bersama pada tahun 1975. Untuk menghilangkan kecurigaan istrinya bahwa dia berselingkuh dengan Catherine, Adrian sempat menyangkal & bersumpah di depan foto Yesus Kristus. Namun, pada akhirnya istri Adrian menemukan kebenaran & dia pindah dengan anak-anak mereka beberapa hari kemudian. Adrian & istrinya bercerai pada tahun 1976, & satu tahun kemudian Adrian & Catherine menikah.
Dominasi Adrian kepada Catherine dilakukan dengan cara kekerasan fisik, ancaman, & kebohongan. Adrian sering membujuknya untuk jadi seorang prostitusi untuk menambah penghasilan mereka & meyakinkannya bahwa dia perlu mengerjakan hubungan seksual dengan wanita muda lain untuk menciptakannya tetap sehat. Oleh karena itu, Catherine menolong memajukan bisnis Adrian dengan cara mempersiapkan para klien untuk kesenangannya.
Pengaruh Adrian kepada Catherine juga sangat kuat, dia meyakinkan Catherine bahwa mengerjakan hubungan seksual dengan laki-laki yg lebih muda akan menciptakannya awet muda. Catherine menuruti saran Adrian dengan mengerjakan hubungan seksual dengan seorang remaja Melayu, bahkan dengan adiknya sendiri.
Adik laki-laki Catherine bukan satu-satunya orang yg dipengaruhi oleh Adrian. Dia juga mempengaruhi adik perempuan Catherine & meyakinkannya untuk menjual tubuhnya. Dan walaupun dilecehkan, Catherine tetap tinggal bersama dengan Adrian serta menikmati semua kesenangan yg didapat dari penghasilan mereka.
Hoe Kah Kong
Hoe Kah Hong dilahirkan pada tanggal 10 September 1955. Setelah ayahnya meninggal ketika dia berumur delapan tahun, dia dikirim untuk tinggal bersama neneknya hingga dia berumur 15 tahun. Ketika dia kembali kerumahnya, dia terus-menerus diminta untuk memberi jalan kepada kakak perempuannya yg bernama Lai Ho. Di bawah persepsi bahwa ibunya lebih menyukai Lai Ho, Hoe Kah jadi tidak puas & menunjukkan emosinya dengan mudah.
Pada tahun 1979, ibunya membawa Lai Ho pada Adrian untuk mengerjakan perawatan, & jadi yakin dengan kekuatan supranatural yg dimiliki Adrian setelah dia menunjukkan trik jarum & telur. Ibu Hoe Kah percaya bahwa emosi Hoe Kah juga dapat disembuhkan oleh Adrian. Oleh karena itu, ibu Hoe Kah juga membawanya pada Adrian & setelah Hoe Kah melihat trik yg sama, dia jadi pengikut loyal Adrian.
Namun, Adrian justru mengharapkan Hoe Kah jadi salah satu "istri suci"nya, meskipun Hoe Kah sudah menikah dengan Benson Loh. Untuk mencapai tujuannya, Adrian berusaha untuk mengisolasi Hoe Kah dari keluarganya dengan memberinya banyak kebohongan. Adrian mengklaim bahwa keluarga Hoe Kah adalah orang-orang yg tidak bermoral yg mengerjakan perselingkuhan, & bahwa Benson adalah seorang laki-laki yg tidak loyal yg akan memaksanya jadi seorang prostitusi.
Hoe Kah mempercayai kata-kata Adrian, & setelah menjalani ritual bersamanya, dia dinyatakan oleh Adrian sebagai "istri suci"nya. Hoe Kah tidak lagi mempercayai suami & keluarganya, & jadi kasar kepada ibunya. Tiga bulan setelah dia perdana kali berjumpa Adrian, Hoe Kah memutuskan untuk pindah dari rumahnya & tinggal bersama dengan Adrian.
Setelah Hoe Kah pindah dari rumah, Benson berusaha untuk mencarinya di apartemen milik Adrian. Namun, Benson justru memutuskan untuk tinggal disana sambil mengawasi perawatan yg sedang dijalani oleh Hoe Kah. Hoe Kah sempat membujuknya untuk mau berpartisipasi dalam terapi kejut-listrik.
Pada tanggal 7 Januari 1980 pagi, Benson duduk bersama Hoe Kah. Lengan mereka diikat bersama & kaki mereka berada di dalam bak air yg terpisah. Adrian dengan sengaja mengalirkan listrik dengan tegangan yg akbar pada Benson yg kemudian menciptakannya tersengat listrik, sementara Hoe Kah langsung pingsan. Ketika Hoe Kah bangun, Adrian memintanya untuk berbohong kepada polisi tentang kematian Benson. Hoe Kah mengatakan pada polisi bahwa suaminya sudah tersengat listrik di kamar mereka ketika dia mencoba untuk menyalakan kipas angin dalam keadaan gelap. Oleh karena itu, polisi tidak mengerjakan penyelidikan lebih lanjut.
Meskipun antipati kepada Benson, namun kematiannya sangat mempengaruhi Hoe Kah. Dia mulai mendengar suara-suara & berhalusinasi melihat Benson yg sudah meninggal. Pada akhir bulan Mei 1980, Hoe dirawat di Rumah Sakit Woodbridge, dimana psikolog mendiagnosis kondisinya sebagai skizofrenia & sempat menjalani perawatan. Hoe Kah dapat pulih dengan cepat, bahkan dalam waktu dua bulan dia sudah dipulangkan. Sikap kepada ibu & saudara-saudaranya pun mulai membaik, walaupun dia masih tinggal bersama dengan Adrian & Catherine.
Bersama Hoe Kah & Catherine sebagai asistennya, Adrian kembali menipu lebih banyak wanita supaya dapat memberinya uang & seks. Pada tanggal 19 Oktober 1980, seorang sales yg bernama Lucy Lau datang kerumah Adrian untuk menawarkan produk kecantikan. Namun, Adrian justru mengatakan padanya bahwa Lucy dihantui makhluk gaib & Adrian bersedia mengusirnya dengan mengerjakan ritual. Lucy tidak yakin dengan yg dikatakan oleh Adrian, namun Adrian tetap bersikeras.
Secara diam-diam kemudian Adrian mencampur dua kapsul Dalmadorm & obat penenang kedalam segelas susu, & menawarkannya pada Lucy sambil mengklaim bahwa minuman yg diberikannya merupakan air suci. Lucy jadi pusing setelah meminumnya, & Adrian langsung memanfaatkannya. Selama beberapa pekan selanjutnya, Adrian terus menyiksanya dengan mengpakai narkoba atau mengancamnya.
Pada bulan November, Adrian sempat memberi pinjaman uang kepada orangtua Lucy dengan jumlah yg lebih sedikit dari yg mereka minta. Namun, Lucy justru menciptakan laporan di kantor polisi tentang perbuatan yg dilakukan oleh Adrian terhadapnya. Pada akhir tahun 1980, Adrian ditangkap atas tuduhan pemerkosaan, & Catherine ditangkap karena dianggap bersekongkol dengan Adrian.
Adrian & Catherine dibebaskan dengan jaminan karena Adrian sempat membujuk Hoe Kah untuk berbohong pada polisi bahwa dia hadir dalam dugaan pemerkosaan yg dilakukan oleh Adrian, namun Hoe Kah tidak melihat bahwa ada sebentuk kejahatan dalam kejadian tersebut. Tetapi tetap saja, hal tersebut tidak menciptakan polisi menghentikan penyelidikannya. Bahkan, Adrian & Catherine diharuskan melapor ke kantor polisi setiap dua pekan sekali.
Merasa frustasi, Adrian berencana untuk mengalihkan perhatian polisi dengan mengerjakan serangkaian pembunuhan anak-anak. Selain itu, ia percaya bahwa dengan mengorbankan anak-anak untuk Dewi Kali, hal tersebut akan menciptakannya secara supernatural dapat menciptakan polisi tidak lagi menaruh curiga pada Adrian. Adrian kemudian berpura-pura dirasuki oleh Dewi Kali, & meyakinkan Catherine & Hoe Kah bahwa sang Dewi harap mereka membunuh anak-anak untuk membalas dendam pada Lucy. Adrian juga memberi tahu mereka bahwa Phragann menuntut supaya Adrian berhubungan seksual dengan korban perempuannya.
Agnes Ng
Pada tanggal 24 Januari 1981, Hoe Kah melihat Agnes Ng disebuah gereja terdekat & membujuknya untuk pergi ke apartemen Adrian. Agnes yg saat itu berumur sembilan tahun, dihujani dengan makanan & minuman yg sebelumnya sudah dicampur dengan Dalmadorm. Setelah Agnes merasa pusing & kemudian tertidur, Adrian melecehkannya secara seksual.
Menjelang tengah malam, Adrian, Catherine, & Hoe Kah membekap Agnes dengan bantal, mengambil darahnya, meminumnya, & mengoleskannya pada patung Dewi Kali. Setelah itu, mereka menenggelamkan Agnes dengan memasukkan kepalanya ke dalam seember air. Akhirnya, Adrian mengpakai alat terapi kejut-listriknya untuk memastikan bahwa Agnes sudah tewas. Mereka kemudian memasukkan mayatnya ke dalam tas & membuangnya di dekat lift di Blok 11.
Ghazali
Ghazali mengalami nasib serupa ketika dia dibawa oleh Hoe Kah ke apartemen Adrian pada tanggal 6 Februari 1981. Ghazali cenderung kebal kepada obat penenang. Oleh karena itu, dia membutuhkan waktu yg lama untuk dapat tertidur. Adrian memutuskan untuk mengikat Ghazali sebagai tindakan pencegahan, namun Ghazali sempat terbangun & berusaha untuk membebaskan diri. Karena panik, Adrian, Catherine, & Hoe Kah memukul leher Ghazali hingga dia pingsan.
Setelah mengambil darahnya, mereka kemudian menenggelamkannya. Ghazali sempat mengalami kejang & memuntahkan isi perutnya ketika dia tewas, bahkan darah terus menerus mengalir dari hidungnya. Sementara Catherine membersihkan semua kotoran, Adrian & Hoe Kah pergi untuk membuang mayat Ghazali. Adrian sempat memperhatikan jejak darah mengarah ke apartemen mereka, jadi dia & Hoe Kah berusaha untuk membersihkannya sebelum mentari terbit. Namun, jejak darah tersebut tidak dibersihkan dengan baik sehingga polisi mengetahuinya & segera mengerjakan penangkapan kepada mereka.
Beberapa hari setelah penangkapan mereka, Adrian, Catherine, & Hoe Kah diadili di Pengadilan Subordinat atas pembunuhan Agnes Ng & Ghazali. Ketiganya menjalani proses interogasi lebih lanjut oleh polisi & menjalani pemeriksaan medis oleh dokter penjara. Pada tanggal 16-17 September 1981, kasus mereka dibawa ke pengadilan untuk sidang pendahuluan.
Untuk melawan terdakwa, Wakil Jaksa Penuntut Umum yg bernama Glenn Knight meminta 58 orang saksi & meletakkan 184 buah bukti dihadapan hakim. Sementara Catherine & Hoe Kah membantah tuduhan pembunuhan tersebut, Adrian justru mengaku bersalah & mengaku bertanggung jawab penuh atas pembunuhan yg dilakukannya. Hakim memutuskan bahwa kasus kepada terdakwa cukup kuat untuk disidangkan di Pengadilan Tinggi. Adrian, Catherine, & Hoe Kah tetap ditahan sementara investigasi berlanjut.
Persidangan kemudian diadakan di Gedung Mahkamah Agung pada tanggal 25 Maret 1983. Glenn Knight terus mengembangkan kasusnya berdasarkan bukti-bukti yg dikumpulkan oleh para detektif. Foto-foto adegan kejahatan ditambah dengan pernyataan saksi, akan menolong pengadilan untuk memvisualisasikan kejahatan yg terjadi. Bukti lain seperti sampel darah, benda-benda keagamaan, obat-obatan, & catatan dengan nama Agnes Ng & Ghazali, secara meyakinkan jadi bukti atas keterlibatan terdakwa.
Dengan seijin Adrian & polisi, Catherine mengpakai uang sebanyak 10 ribu dolar dari 159.340 ribu dolar uang yg disita dari apartemen Adrian, untuk menyewa J.B. Jeyaretnam sebagai pengacaranya. Hoe Kah mendapatkan bantuan hukum dari pengadilan dengan didampingi oleh Nathan Isaac sebagai pengacaranya. Sedangkan Adrian menolak perwakilan hukum bahkan sejak dia ditangkap. Dia membela dirinya sendiri di persidangan Pengadilan Subordinat, namun dia tidak lagi dapat mengerjakannya ketika kasus pembunuhan yg dilakukannya dipindahkan ke Pengadilan Tinggi.
Hukum di Singapura menerangkan bahwa untuk kejahatan berat, terdakwa harus dibela oleh seorang pengacara. Oleh karena itu, Howard Cashin kemudian diangkat sebagai pengacara Adrian, meskipun Adrian menolak untuk bekerja sama. Ketiga pengacara yg ditunjuk memutuskan untuk tidak memberikan bantahan bahwa klien mereka sudah membunuh anak-anak. Mereka juga berusaha menunjukkan bahwa klien mereka tidak waras & tidak dapat bertanggung jawab atas pembunuhan yg mereka lakukan. Jika pembelaan tersebut berhasil, maka para terdakwa akan lolos dari sanksi mati & cuma dijatuhi sanksi penjara seumur hidup, atau hingga sepuluh tahun penjara.
*
*
*
*
*
sumber 1, sumber 2, sumber 3Hari ini 08:23
Thread "diduga" mengandung kekerasan.
Thread cuma diperuntukkan bagi para user penikmat kasus-kasus rahasia & kriminal, bagi para user peminat diskusi, serta bagi para user yg berkeharapan untuk menambah wawasan.
Thread tidak disarankan untuk dibaca oleh hater, user dengan riwayat gangguan kesehatan mental & kelabilan tingkat dewa, serta user yg memilih untuk memiliki literasi yg rendah.
TS & pihak Kaskus tidak bertanggung jawab kepada apapun yg terjadi kepada user dikemudian hari setelah membaca thread di bawah ini.
*No Insult
*No Flamming
*No Porn
*No SARA
*No Promosi
Bagi yg melanggar akan dilaporkan.
Adrian Lim lahir pada tanggal 6 Januari 1942, dia adalah anak tertua dari keluarga berpenghasilan rendah. Dia digambarkan sebagai anak yg pemarah. Setelah keluar dari sekolahnya, dia bekerja sebagai informan untuk Departemen Keamanan Internal. Dia kemudian bergabung dengan sebuah perusahaan radio kabel yg bernama Rediffusion Singapore pada tahun 1962. Selama tiga tahun, ia memasang & menservis set Rediffusion sebagai tukang listrik sebelum dipromosikan jadi seorang penagih tagihan.
Pada bulan April 1967, Adrian sempat berpindah ke agama Katolik supaya dapat menikahi kekasih masa kecilnya & memiliki dua orang anak. Adrian & keluarganya kemudian tinggal di kamar sewaan hingga pada tahun 1970 dimana dia sanggup membeli sebuah apartemen dengan tiga kamar tidur di daerah Toa Payoh.
Adrian memulai pekerjaannya sebagai praktisi mediator roh paruh waktu pada tahun 1973. Dia menyewa sebuah ruangan tempat dia melayani para wanita yg kebanyakan bekerja di bar, wanita penghibur, & wanita prostitusi. Pelanggannya juga termasuk para laki-laki yg percaya takhayul & wanita-wanita tua yg dengan mudahnya dia tipu demi sejumlah uang.
Adrian juga berguru pada seorang "bomoh" yg dipanggil sebagai paman Willie & berdoa kepada dewa-dewa dari berbagai agama meskipun dia dibaptis secara Katolik. Dewi Hindu, Kali, & Phragann, yg digambarkan oleh Adrian sebagai dewa seks orang Siam, adalah beberapa entitas spiritual yg kerap dipanggil kedalam setiap ritual yg dia lakukan.
Adrian menipu kliennya dengan mengpakai beberapa trik, & triknya yg paling efektif diketahui sebagai trik jarum & telur. Setelah menghitamkan jarum dengan jelaga dari lilin yg menyala, Adrian dengan hati-hati memasukkannya ke dalam telur mentah & menutup lubang itu dengan sejenis bubuk. Dalam ritualnya, dia memberikan telur tersebut pada kliennya sambil mengucapkan mantra & memintanya untuk memecahkan telur itu. Kliennya tidak menyadari bahwa telur tersebut sudah dirusak sebelumnya, namun mereka akan yakin ketika melihat isi telur & menganggap bahwa roh-roh jahat mengganggu mereka. Hal tersebut menciptakan para kliennya berpikir bahwa Adrian memang benar-benar memiliki kekuatan supranatural.
Adrian juga memangsa gadis-gadis yg mudah tertipu yg memiliki masalah pribadi. Dia berjanji pada mereka bahwa dia dapat menyelesaikan kesengsaraan mereka & meningkatkan kecantikan mereka melalui pijatan ritual. Setelah Adrian & kliennya berada dalam keadaan tanpa mengenakan pakaian, dia akan memijat tubuh kliennya & mengerjakan hubungan seksual.
Selain itu, Adrian juga memberikan perawatan terapi kejut-listrik pada pasien yg memiliki masalah mental. Setelah menempatkan kaki kliennya di dalam bak air & menempelkan kabel ke pelipisnya, Adrian kemudian mengalirkan listrik hingga kliennya mengalami kejang. Adrian meyakinkan bahwa guncangan tersebut akan menyembuhkan sakit kepala & mengusir roh jahat yg berdiam diri di tubuh mereka.
Catherine Tan diperkenalkan pada Adrian oleh sesama klien yg mengklaim bahwa mediator roh dapat menyembuhkan penyakit & depresi. Pada waktu itu Catherine sedang berduka atas kematian neneknya. Selain itu, dia secara sengaja diasingkan oleh orangtuanya dengan cara dikirim ke sebuah pusat kenakalan remaja sejak dia berumur 13 tahun. Hal tersebut sempat menciptakannya merasa tidak diharapkan.
Karena sering mengunjungi Adrian, hubungan mereka jadi dekat & Adrian memaksanya untuk tinggal bersama pada tahun 1975. Untuk menghilangkan kecurigaan istrinya bahwa dia berselingkuh dengan Catherine, Adrian sempat menyangkal & bersumpah di depan foto Yesus Kristus. Namun, pada akhirnya istri Adrian menemukan kebenaran & dia pindah dengan anak-anak mereka beberapa hari kemudian. Adrian & istrinya bercerai pada tahun 1976, & satu tahun kemudian Adrian & Catherine menikah.
Dominasi Adrian kepada Catherine dilakukan dengan cara kekerasan fisik, ancaman, & kebohongan. Adrian sering membujuknya untuk jadi seorang prostitusi untuk menambah penghasilan mereka & meyakinkannya bahwa dia perlu mengerjakan hubungan seksual dengan wanita muda lain untuk menciptakannya tetap sehat. Oleh karena itu, Catherine menolong memajukan bisnis Adrian dengan cara mempersiapkan para klien untuk kesenangannya.
Pengaruh Adrian kepada Catherine juga sangat kuat, dia meyakinkan Catherine bahwa mengerjakan hubungan seksual dengan laki-laki yg lebih muda akan menciptakannya awet muda. Catherine menuruti saran Adrian dengan mengerjakan hubungan seksual dengan seorang remaja Melayu, bahkan dengan adiknya sendiri.
Adik laki-laki Catherine bukan satu-satunya orang yg dipengaruhi oleh Adrian. Dia juga mempengaruhi adik perempuan Catherine & meyakinkannya untuk menjual tubuhnya. Dan walaupun dilecehkan, Catherine tetap tinggal bersama dengan Adrian serta menikmati semua kesenangan yg didapat dari penghasilan mereka.
Hoe Kah Hong dilahirkan pada tanggal 10 September 1955. Setelah ayahnya meninggal ketika dia berumur delapan tahun, dia dikirim untuk tinggal bersama neneknya hingga dia berumur 15 tahun. Ketika dia kembali kerumahnya, dia terus-menerus diminta untuk memberi jalan kepada kakak perempuannya yg bernama Lai Ho. Di bawah persepsi bahwa ibunya lebih menyukai Lai Ho, Hoe Kah jadi tidak puas & menunjukkan emosinya dengan mudah.
Pada tahun 1979, ibunya membawa Lai Ho pada Adrian untuk mengerjakan perawatan, & jadi yakin dengan kekuatan supranatural yg dimiliki Adrian setelah dia menunjukkan trik jarum & telur. Ibu Hoe Kah percaya bahwa emosi Hoe Kah juga dapat disembuhkan oleh Adrian. Oleh karena itu, ibu Hoe Kah juga membawanya pada Adrian & setelah Hoe Kah melihat trik yg sama, dia jadi pengikut loyal Adrian.
Namun, Adrian justru mengharapkan Hoe Kah jadi salah satu "istri suci"nya, meskipun Hoe Kah sudah menikah dengan Benson Loh. Untuk mencapai tujuannya, Adrian berusaha untuk mengisolasi Hoe Kah dari keluarganya dengan memberinya banyak kebohongan. Adrian mengklaim bahwa keluarga Hoe Kah adalah orang-orang yg tidak bermoral yg mengerjakan perselingkuhan, & bahwa Benson adalah seorang laki-laki yg tidak loyal yg akan memaksanya jadi seorang prostitusi.
Hoe Kah mempercayai kata-kata Adrian, & setelah menjalani ritual bersamanya, dia dinyatakan oleh Adrian sebagai "istri suci"nya. Hoe Kah tidak lagi mempercayai suami & keluarganya, & jadi kasar kepada ibunya. Tiga bulan setelah dia perdana kali berjumpa Adrian, Hoe Kah memutuskan untuk pindah dari rumahnya & tinggal bersama dengan Adrian.
Setelah Hoe Kah pindah dari rumah, Benson berusaha untuk mencarinya di apartemen milik Adrian. Namun, Benson justru memutuskan untuk tinggal disana sambil mengawasi perawatan yg sedang dijalani oleh Hoe Kah. Hoe Kah sempat membujuknya untuk mau berpartisipasi dalam terapi kejut-listrik.
Pada tanggal 7 Januari 1980 pagi, Benson duduk bersama Hoe Kah. Lengan mereka diikat bersama & kaki mereka berada di dalam bak air yg terpisah. Adrian dengan sengaja mengalirkan listrik dengan tegangan yg akbar pada Benson yg kemudian menciptakannya tersengat listrik, sementara Hoe Kah langsung pingsan. Ketika Hoe Kah bangun, Adrian memintanya untuk berbohong kepada polisi tentang kematian Benson. Hoe Kah mengatakan pada polisi bahwa suaminya sudah tersengat listrik di kamar mereka ketika dia mencoba untuk menyalakan kipas angin dalam keadaan gelap. Oleh karena itu, polisi tidak mengerjakan penyelidikan lebih lanjut.
Meskipun antipati kepada Benson, namun kematiannya sangat mempengaruhi Hoe Kah. Dia mulai mendengar suara-suara & berhalusinasi melihat Benson yg sudah meninggal. Pada akhir bulan Mei 1980, Hoe dirawat di Rumah Sakit Woodbridge, dimana psikolog mendiagnosis kondisinya sebagai skizofrenia & sempat menjalani perawatan. Hoe Kah dapat pulih dengan cepat, bahkan dalam waktu dua bulan dia sudah dipulangkan. Sikap kepada ibu & saudara-saudaranya pun mulai membaik, walaupun dia masih tinggal bersama dengan Adrian & Catherine.
Secara diam-diam kemudian Adrian mencampur dua kapsul Dalmadorm & obat penenang kedalam segelas susu, & menawarkannya pada Lucy sambil mengklaim bahwa minuman yg diberikannya merupakan air suci. Lucy jadi pusing setelah meminumnya, & Adrian langsung memanfaatkannya. Selama beberapa pekan selanjutnya, Adrian terus menyiksanya dengan mengpakai narkoba atau mengancamnya.
Pada bulan November, Adrian sempat memberi pinjaman uang kepada orangtua Lucy dengan jumlah yg lebih sedikit dari yg mereka minta. Namun, Lucy justru menciptakan laporan di kantor polisi tentang perbuatan yg dilakukan oleh Adrian terhadapnya. Pada akhir tahun 1980, Adrian ditangkap atas tuduhan pemerkosaan, & Catherine ditangkap karena dianggap bersekongkol dengan Adrian.
Adrian & Catherine dibebaskan dengan jaminan karena Adrian sempat membujuk Hoe Kah untuk berbohong pada polisi bahwa dia hadir dalam dugaan pemerkosaan yg dilakukan oleh Adrian, namun Hoe Kah tidak melihat bahwa ada sebentuk kejahatan dalam kejadian tersebut. Tetapi tetap saja, hal tersebut tidak menciptakan polisi menghentikan penyelidikannya. Bahkan, Adrian & Catherine diharuskan melapor ke kantor polisi setiap dua pekan sekali.
Merasa frustasi, Adrian berencana untuk mengalihkan perhatian polisi dengan mengerjakan serangkaian pembunuhan anak-anak. Selain itu, ia percaya bahwa dengan mengorbankan anak-anak untuk Dewi Kali, hal tersebut akan menciptakannya secara supernatural dapat menciptakan polisi tidak lagi menaruh curiga pada Adrian. Adrian kemudian berpura-pura dirasuki oleh Dewi Kali, & meyakinkan Catherine & Hoe Kah bahwa sang Dewi harap mereka membunuh anak-anak untuk membalas dendam pada Lucy. Adrian juga memberi tahu mereka bahwa Phragann menuntut supaya Adrian berhubungan seksual dengan korban perempuannya.
Pada tanggal 24 Januari 1981, Hoe Kah melihat Agnes Ng disebuah gereja terdekat & membujuknya untuk pergi ke apartemen Adrian. Agnes yg saat itu berumur sembilan tahun, dihujani dengan makanan & minuman yg sebelumnya sudah dicampur dengan Dalmadorm. Setelah Agnes merasa pusing & kemudian tertidur, Adrian melecehkannya secara seksual.
Menjelang tengah malam, Adrian, Catherine, & Hoe Kah membekap Agnes dengan bantal, mengambil darahnya, meminumnya, & mengoleskannya pada patung Dewi Kali. Setelah itu, mereka menenggelamkan Agnes dengan memasukkan kepalanya ke dalam seember air. Akhirnya, Adrian mengpakai alat terapi kejut-listriknya untuk memastikan bahwa Agnes sudah tewas. Mereka kemudian memasukkan mayatnya ke dalam tas & membuangnya di dekat lift di Blok 11.
Ghazali mengalami nasib serupa ketika dia dibawa oleh Hoe Kah ke apartemen Adrian pada tanggal 6 Februari 1981. Ghazali cenderung kebal kepada obat penenang. Oleh karena itu, dia membutuhkan waktu yg lama untuk dapat tertidur. Adrian memutuskan untuk mengikat Ghazali sebagai tindakan pencegahan, namun Ghazali sempat terbangun & berusaha untuk membebaskan diri. Karena panik, Adrian, Catherine, & Hoe Kah memukul leher Ghazali hingga dia pingsan.
Setelah mengambil darahnya, mereka kemudian menenggelamkannya. Ghazali sempat mengalami kejang & memuntahkan isi perutnya ketika dia tewas, bahkan darah terus menerus mengalir dari hidungnya. Sementara Catherine membersihkan semua kotoran, Adrian & Hoe Kah pergi untuk membuang mayat Ghazali. Adrian sempat memperhatikan jejak darah mengarah ke apartemen mereka, jadi dia & Hoe Kah berusaha untuk membersihkannya sebelum mentari terbit. Namun, jejak darah tersebut tidak dibersihkan dengan baik sehingga polisi mengetahuinya & segera mengerjakan penangkapan kepada mereka.
Untuk melawan terdakwa, Wakil Jaksa Penuntut Umum yg bernama Glenn Knight meminta 58 orang saksi & meletakkan 184 buah bukti dihadapan hakim. Sementara Catherine & Hoe Kah membantah tuduhan pembunuhan tersebut, Adrian justru mengaku bersalah & mengaku bertanggung jawab penuh atas pembunuhan yg dilakukannya. Hakim memutuskan bahwa kasus kepada terdakwa cukup kuat untuk disidangkan di Pengadilan Tinggi. Adrian, Catherine, & Hoe Kah tetap ditahan sementara investigasi berlanjut.
Persidangan kemudian diadakan di Gedung Mahkamah Agung pada tanggal 25 Maret 1983. Glenn Knight terus mengembangkan kasusnya berdasarkan bukti-bukti yg dikumpulkan oleh para detektif. Foto-foto adegan kejahatan ditambah dengan pernyataan saksi, akan menolong pengadilan untuk memvisualisasikan kejahatan yg terjadi. Bukti lain seperti sampel darah, benda-benda keagamaan, obat-obatan, & catatan dengan nama Agnes Ng & Ghazali, secara meyakinkan jadi bukti atas keterlibatan terdakwa.
Dengan seijin Adrian & polisi, Catherine mengpakai uang sebanyak 10 ribu dolar dari 159.340 ribu dolar uang yg disita dari apartemen Adrian, untuk menyewa J.B. Jeyaretnam sebagai pengacaranya. Hoe Kah mendapatkan bantuan hukum dari pengadilan dengan didampingi oleh Nathan Isaac sebagai pengacaranya. Sedangkan Adrian menolak perwakilan hukum bahkan sejak dia ditangkap. Dia membela dirinya sendiri di persidangan Pengadilan Subordinat, namun dia tidak lagi dapat mengerjakannya ketika kasus pembunuhan yg dilakukannya dipindahkan ke Pengadilan Tinggi.
Hukum di Singapura menerangkan bahwa untuk kejahatan berat, terdakwa harus dibela oleh seorang pengacara. Oleh karena itu, Howard Cashin kemudian diangkat sebagai pengacara Adrian, meskipun Adrian menolak untuk bekerja sama. Ketiga pengacara yg ditunjuk memutuskan untuk tidak memberikan bantahan bahwa klien mereka sudah membunuh anak-anak. Mereka juga berusaha menunjukkan bahwa klien mereka tidak waras & tidak dapat bertanggung jawab atas pembunuhan yg mereka lakukan. Jika pembelaan tersebut berhasil, maka para terdakwa akan lolos dari sanksi mati & cuma dijatuhi sanksi penjara seumur hidup, atau hingga sepuluh tahun penjara.
bersambung ke #2..
Sekian, & terimakasih.
*
*
*
*
*
sumber 1, sumber 2, sumber 3