• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

ritual Omed-omedan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Hal unik tersebut, dilakukan sehari setelah pelaksanaan catur brata penyepian di Denpasar
Ada yang unik sehari setelah pelaksanaan catur brata penyepian di Denpasar. Tepatnya di Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar, Bali ada tirual ciuman massal yang digelar setahun sekali.
Ciuman massal itu disebut ritual omed-omedan. Omed-omedan berasal dari kata omed yang artinya tarik. Dengan demikian, omed-omedan berarti tarik-menarik.

Tradisi ini, menurut tetua Puri Oka, I Gusti Ngurah Oka Putra merupakan luapan kebahagiaan anak-anak muda di hari ngambek geni. "Ada beberapa alasan digelarnya ritual ini. Meski telah dipasang pengumuman jika omed-omedan ditiadakan tapi antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan ritual ini tetap tinggi. Mereka tetap datang ke sini," kata Oka Putra, Sabtu 24 Maret 2012.

Hal lainnya, sambung dia, ketika ritual ini ditiadakan terjadi pertarungan dua ekor babi yang asal muasalnya tak diketahui, termasuk siapa pemiliknya. "Setelah ditempuh cara spiritual, diperoleh jawaban bahwa omed-omedan adalah kehendak sesuhunandi Pura Banjar dan berharap diteruskan pelaksanaannya," cerita dia.

Mengenai maknanya, Puri Oka melanjutkan, adalah penghormatan tehadap leluhur dan Tuhan Yang Maha Esa. Juga memiliki nilai sosial tinggi untuk memupuk rasa kesetiakawanan. Tradisi ini juga berfungsi untuk menjaga keharmonisan sesuai norma yang berlaku.
"Juga sebagai wujud solidaritas dan persatuan masyarakat untuk saling memberi dan meminta baik dalam keadaan suka maupun duka," ujarnya.

Sementara itu, ritual ini dimulai dengan tari-tarian dan pemanjatan doa. Setelah itu, para pemuda berbaris satu, begitu juga dengan para pemudi. Posisi mereka berhadap-hadapan. Paling depan, seorang pemuda dan pemudi yang akan melaksanakan ritual diangkat oleh dua orang.
Setelah aba-aba dimulai, barulah mereka bergerak maju hingga berciuman. Setelah itu, air yang dihempas para tetua akan memisahkan pagutan bibir mereka. Ritual ini sendiri hanya dijalankan oleh muda-mudi dari Banjar yang bersangkutan.
EcjJY.jpg

jdqeB.jpg
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.