• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ringgit dan Rupiah Teruskan Penguatan

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
Dua mata uang ringgit Malaysia dan rupiah indonesia terus menguat sejak penguatan terakhir di 2011. Penguatan tersebut menjadi semacam tes bagi aset negara berkembang seiring rebound harga komoditas dan saham.

Pertanyaannya adalah, seberapa lama dua mata uang ini akan mempertahankan momentumnya? Sebab, terlihat ada indikator kuat pada teritorial overbought untuk dua mata uang ini dan saham kawasan.

Salah satu kunci nasib dua mata uang ini adalah pertemuan European Central bunk (ECB) pada minggu ini.

Pertemuan ECB kemungkinan menambah stimulus diatas suku bunga negatif, kebijakan yang bisa menambah uang kas pada sistem finansial dan memberikan yield lebih tinggi pada aset.

Ringgit Malaysia menguat dalam delapan hari sementara rupiah menguat selama 13 hari. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution pada Jumat lalu mengatakan pemerintah tidak ingin rupiah menguat diatas fundamental.

Rupiah saat ini mempimpin kenaikan di negara berkembang, dengan real Brasil di posisi dua dan ringgit Malaysia setelahnya. Semua mata uang tersebut sudah naik 5 persen.

Mata uang Malaysia naik 0,8 persen ke level 4.089 per dollar ASpada Senin (7/3/2016) dan mencapai level terkuat sejak Agustus 2015, berdasarkan kompilasi data Bloomberg. Sementara rupiah terapresiasi 0,7 persen.

"Ada sentimen yang lebih baik yang mendukung kenaikan mata uang ini di wilayahnya," kata Mitul Kotecha, kepala mata uang asing Asia dan kebijakan suku bunga di Barclays di Singapura.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.