Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Selamat pagi, siang, sore, petang, & malam kawan - kawan IFers semua yg baik hati. Bertemu kembali di thread sederhana ane.
Seperti yg kita ketahui, secara resmi pemerintah tahun ini melarang warganya untuk mudik. Hal ini terkait dengan pandemi korona yg hingga saat ini masih berlangsung. Dikhawatirkan, kalau mudik diperbolehkan maka tingkat persebaran virus mematikan ini akan semakin meluas. Banyak masyarakat menyayangkan kebijakan ini. Karena seperti yg kita tahu, ini adalah tahun kedua pemerintah memberlakukan larangan #EnggaMudikDulu setelah tahun kemarin mudik lebaran juga dilarang.
Tapi yg musti kita sadari & pahami, niat pemerintah baik. Tidak harap keluarga kita yg dikampung terpapar virus yg mungkin saja kita bawa dari kota, atau bahkan saat sedang dalam perjalanan.
Ane sendiri sudah hampir dua tahun ini tidak pulang kampung. Hanya sekali saat nenek ane sakit, ane "memberanikan diri" untuk pulang, meski ane tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Jujur, ane sangat rindu dengan keluarga, rindu dengan kampung halaman sekaligus tanah kelahiran ane, Wonogiri.
Selain rindu kebersamaan dengan keluarga, khususnya orang tua, ane juga merindukan banyak hal tentang kampung halaman ane, kampung yg letaknya tak jauh dari perbatasan antara Jawa Tengah & Jawa Timur ini.
Bakso & Mie Ayam.
Buat yg pernah ke Wonogiri, pasti pernah melihat lapak bakso & mie ayam berjajar disepanjang jalan. Iya, kota Wonogiri memang terkenal dengan mie ayam & baksonya. Meski di kota tempat tinggal ane sekarang ada juga yg jualan bakso berciri khas Wonogiri, tetapi menurut ane rasanya nggak senikmat bakso & mie ayam yg memang asli & dinikmati di kota asalnya. Porsinya pun jauh beda. Di Wonogiri, mie ayam porsinya penuh bahkan overload, bahkan kadang - kadang saking penuhnya hingga nggak dapat diaduk sama bumbunya.
Pemandangan & Alamnya.
Wonogiri berasal dari mengatakan wono yg berarti hutan & giri yg artinya gunung. Jadi tak heran kalau kota ini dikelilingi hutan & pegunungan. Bahkan di pusat kotanya sekalipun, pemandangan Gunung Gandul akan kita temukan. Sayang ane nggak punya dokumentasi gunung Gandul ini sih. Dikampung ane sendiri yg jauh dari pusat kota, pemandangannya juga nggak kalah bagus. Hamparan hijau Gunung Brojo ditambah terasering sawah & suara gemericik sungai menciptakan pikiran jadi fresh.
Kacang Mete-nya.
Selain bakso & mie ayam serta jamu gendong, Wonogiri juga amat terkenal dengan kacang metenya. Disana, kita akan menjumpai pohon - pohon mete berjejer disepanjang jalan, baik jalan raya maupun jalan pedesaan. Kalau mengatakan orang - orang tua, pohon - pohon itu dulunya tumbuh dengan sendirinya. Kualitas kacang mete asli Wonogiri tak perlu diragukan. Disana, kacang mete harganya bersaing, apalagi kalau beli langsung dari pengolahnya. Kita juga dapat memilih harga berdasarkan kualitasnya. Duh, beneran kangen sama kacang mete asli Wonogiri.
Hiruk Pikuk Pasar-nya.
Mungkin bagi beberapa orang, hiruk pikuk pasar dimanapun sama aja. Tapi bagi ane beda. Dikampung ane, tidak setiap hari pasar buka. Hanya ada hari pasaran saja pasar buka & ramai. Dan spesifik menjelang lebaran ada istilah prepekan, yaitu istilah untuk menyebut hari terakhir pasaran sebelum hari raya. Di kondisi normal sebelum Covid, saat hari prepekan pasar akan sangat ramai tumplek blek semua akan pergi ke pasar untuk membeli keperluan lebaran. Momen inilah yg sering menciptakan ane rindu karena mengingatkan ane pada memori masa kecil saat dibelikan baju baru jelang lebaran.
Kesegaran & Dharapnya Udaranya.
Seperti yg ane bilang sebelumnya kalau Kota Wonogiri ini dikelilingi oleh hutan & gunung, sehingga tak heran kalau udaranya benar - benar segar & asri. Sangat jauh berbeda dengan kota tempat tinggal ane sekarang yg panas & sumpek. Dipagi & malam hari, khususnya saat musim bedhidhing, udara di Wonogiri sangat dharap. Ane nggak pernah mengukur dengan termometer sih berapa derajat tetapi sebagai gambaran, kalau cuaca sedang dharap, saat kita sedang bicara maka akan keluar asap putih kayak di drama - drama Korea kalau lagi musim dharap.
Itulah beberapa hal yg menciptakan ane rindu dengan kampung halaman yg sudah hampir dua tahun terakhir ini tidak ane kunjungi. Meski ane rindu dengan keluarga & hal - hal diatas, tetapi menurut ane kesehatan & keselamatan keluarga ane dikampung jauh lebih penting. Apalagi saat ini ane tinggal dikota yg statusnya sering orange atau merah. Sehingga potensi ane untuk jadi carrier atau pembawa virus korona juga besar. Mudah - mudahan aja virus ini segera lenyap dari muka bumi & tahun depan ane dapat mudik & kembali berkumpul bersama keluarga, juga untuk menikmati semua kerinduan yg ane tulis diatas. Amiien..
Thread ini untuk meramaikan event
#KaskuserBerbagiTHR
#TempatHatimeRindu
#KaskusKreator
Disclaimer : Asli tulisan TS
Referensi : Pengalaman & Pengamatan TS
Sumur Gambar : Dok. Pribadi
Powerpunk's Threadon Kaskus