RIM (Research In Motion) selaku pembuat smartphone BlackBerry ini sedang ditimpa masalah dan merencanakan akan melakukan restrukturisasi secara global dengan memecat sekitar 2.000 karyawan diseluruh dunia.
Situs berita asal Kanada, Globe and Mail mendapatkan informasi ini dari beberapa orang yang dekat dengan perusahaan.
RIM, perusahaan yang berbasis di Waterloo, Ontario, Kanada ini memiliki sekitar 16.500 karyawan di seluruh dunia atau secara global. Kabarnya, PHK yang akan dilakukan RIM ini meliputi semua departemen termasuk SDM, keuangan, penjualan dan pemasaran.
Seperti yang dikutip dari CNET, PHK massal RIM tersebut akan dilakukan tanggal 1 Juni mendatang sekaligus mengakhiri kuartal pertama RIM. Laporan ini cukup berdasar karena CEO RIM sendiri, Thorstein Heins, telah mengungkapakan untuk segera mengambil tindakan untuk memperbaiki posisi RIM pada saat konferensi tanggal 29 Maret lalu. Sudah jelas bagi saya perubahan substansial adalah apa yang kita butuhkan, kata CEO RIM, Thorstein Heins tadi malam.
Situs berita asal Kanada, Globe and Mail mendapatkan informasi ini dari beberapa orang yang dekat dengan perusahaan.
RIM, perusahaan yang berbasis di Waterloo, Ontario, Kanada ini memiliki sekitar 16.500 karyawan di seluruh dunia atau secara global. Kabarnya, PHK yang akan dilakukan RIM ini meliputi semua departemen termasuk SDM, keuangan, penjualan dan pemasaran.
Seperti yang dikutip dari CNET, PHK massal RIM tersebut akan dilakukan tanggal 1 Juni mendatang sekaligus mengakhiri kuartal pertama RIM. Laporan ini cukup berdasar karena CEO RIM sendiri, Thorstein Heins, telah mengungkapakan untuk segera mengambil tindakan untuk memperbaiki posisi RIM pada saat konferensi tanggal 29 Maret lalu. Sudah jelas bagi saya perubahan substansial adalah apa yang kita butuhkan, kata CEO RIM, Thorstein Heins tadi malam.