yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
BANDUNG- PDI Perjuangan akan memakai pola kampanye Jokowi-Ahok dalam kampanye Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat 2013. Pada Pilkada DKI, Jokowi-Ahok memakai konsep kampanye turun langsung bersosialisasi kepada masyarakat. Begitu juga yang akan dilakukan pada Pilkada Jabar.
Politikus PDIP, Rieke Dyah Pitaloka mengatakan akan menggunakan cara tersebut bila dipilih menjadi calon Gubernur Jawa Barat dari PDIP. “Kalau saya pribadi lebih seperti itu (memakai pola kampanye Jokowi-Ahok di Pilkada Jabar),” kata Rieke usai menjadi pembicara diskusi bertema Membedah Sistem Politik Indonesia di Aula Suradiredja Universitas Pasundan (Unpas) Lengkong Besar, Bandung, Senin (30/7/2012).
Perempuan yang dikenal dengan sebutan Oneng itu mengatakan, alasan memakai model kampanye Jokowi-Ahok di Pilkada Jabar nanti, karena politik merupakan pertemuan langsung dengan masyarakat semua golongan. Politik bukanlah janji-janji pada saat kampanye.
Kampanye model tersebut, tutur dia, juga pernah dilakukan Rieke ketika Pemilihan Legislatif (Pileg). “Waktu Pileg saya ketemu langsung dengan masyarakat, saya terangkan tugas legislatif itu apa, yakni sebagai legislasi untuk budgetting dan kontroling terhadap pemerintah,” terangnya.
Sehingga ketika dirinya maju sebagai caleg, tidak ada yang mengajukan proposal atau banyak permintaan lainnya. “Saya sampaikan bahwa komisi IX adalah masalah PHK (tenaga kerja), TKI, dan kesehatan. Misalnya jika ada yang ditolak rumah sakit itu baru mereka hubungi saya,” tuturnya.
Rieke menjelaskan, model kampanye Jokowi-Ahok dan juga model yang biasa dipakai oleh dirinya adalah menitikberatkan kepada kerja politik, bukan janji-janji tanpa bukti. Menurutnya, saat kampanye sebenarnya tahap awal kerja politik yang harus dilakukan oleh si calon. “Termasuk untuk Pilkada,” ujarnya.
Seandainya dirinya ditunjuk menjadi bakal calon gubernur/wakil gubernur dari internal PDIP, juga akan menggunakan modal kerja politik. Pasalnya, Rieke mengaku tidak memiliki banyak uang.
“Duit mah saya enggak ada. Menurut saya kerja politik. Kalau ditanya saya modalnya apa, ya punya modal kerja politik. Misalnya mengadvokasi langsung persoalan masyarakat. Meskipun secara jujur saya minta maaf tidak semua kasus bisa saya selesaikan, tetapi alhamdulillah satu dua kasus bisa saya menangkan,” tutupnya.