yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Sekitar limaribu petani tembakau berjalan kaki dari kantor Kementerian Kesehatan, Jalan HR Rasuna Said menuju Kementerian Hukum dan HAM, Selasa 3 Juli 2012. Mereka long march sambil menyuarakan aspirasinya menolak Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) Tembakau.
Ribuan petani ini memenuhi semua ruas Kuningan arah Menteng. Baik jalur cepat, lambat, dan busway semuanya dipakai. Massa menyemut mulai dari depan Kementerian Hukum dan HAM hingga belokan Casablanca. Akibatnya, jalan itu tidak bisa dilewati kendaraan. Macetpun tak terhindarkan.
Polisi akhirnya membuka jalur busway dari arah Kuningan menuju Mampang untuk dilalui kendaraan dari Mampang. Aksi ini juga membuat Transjakarta yang menuju Ragunan tidak beroperasi. Sementara tiga Transjakarta yang akan menuju Dukuh Atas terjebak di tengah-tengah kerumunan massa. Busway itu akhirnya menggunakan jalur ke arah Mampang.
Unjuk rasa yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini masih terus berlangsung. Sebelumnya mereka menyampaikan aspirasi di Kemenkes. Dalam orasinya, mereka menolak disahkannya RPP Tembakau. "Kami ke ibukota ini untuk menolak RPP Tembakau," ujar orator lewat pengeras suaranya.
Peserta aksi membawa berbagai macam poster, bendera, dan spanduk yang isinya menolak RPP Tembakau disahkan, karena merugikan dan mengancam keberlangsungan hidup para petani.
Ribuan petani ini memenuhi semua ruas Kuningan arah Menteng. Baik jalur cepat, lambat, dan busway semuanya dipakai. Massa menyemut mulai dari depan Kementerian Hukum dan HAM hingga belokan Casablanca. Akibatnya, jalan itu tidak bisa dilewati kendaraan. Macetpun tak terhindarkan.
Polisi akhirnya membuka jalur busway dari arah Kuningan menuju Mampang untuk dilalui kendaraan dari Mampang. Aksi ini juga membuat Transjakarta yang menuju Ragunan tidak beroperasi. Sementara tiga Transjakarta yang akan menuju Dukuh Atas terjebak di tengah-tengah kerumunan massa. Busway itu akhirnya menggunakan jalur ke arah Mampang.
Unjuk rasa yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB ini masih terus berlangsung. Sebelumnya mereka menyampaikan aspirasi di Kemenkes. Dalam orasinya, mereka menolak disahkannya RPP Tembakau. "Kami ke ibukota ini untuk menolak RPP Tembakau," ujar orator lewat pengeras suaranya.
Peserta aksi membawa berbagai macam poster, bendera, dan spanduk yang isinya menolak RPP Tembakau disahkan, karena merugikan dan mengancam keberlangsungan hidup para petani.