yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Demikian menurut suatu survei yang melibatkan hampir 500 pemuka bisnis yang beroperasi di Asia Pasifik. Survei itu dipublikasikan oleh PricewaterhouseCoopers (PwC) bertepatan dengan pembukaan APEC CEO Summit hari ini di Bali, yang berlangsung 6-7 Oktober 2013. Hari pertama pertemuan melibatkan sejumlah pemimpin dan eksekutif APEC sebagai pembicara, termasuk Dennis Nally, Chairman PricewaterhouseCoopers International Limited.
"Kami menanyakan 478 pemuka bisnis di Asia Pasifik mengenai siapa yang bakal jadi 'kuda hitam' - yaitu suatu ekonomi di kawasan yang mereka yakin bisa mengejutkan dengan lebih banyak peluang dari yang diperkirakan saat ini. Indonesia memimpin katagori itu," demikian survei PwC.
Menurut survei itu, Indonesia memimpin sebanyak 19%, diikuti Myanmar (11%) dan China (8%). Para eksekutif yang memilih Indonesia sebagai tujuan yang mengejutkan rata-rata menilai bahwa negara itu didukung oleh "tenaga kerja yang terlatih, meningkatnya aktivitas ekonomi berbasis sumber daya, dan konsolidasi demokrasi," demikian survei PwC.
Para eksekutif ditanyai PwC untuk memilih daftar 35 negara di Asia Pasifik, termasuk 21 anggota APEC dan yang berupaya menjadi anggota forum itu. Dari para eksekutif yang ditanyai itu, 12 persen responden memiliki kegiatan bisnis di Indonesia.
"Saat banyak responden pada pertanyaan ini memilih Indonesia, beberapa juga memilih Myanmar, Makau, Meksiko, maupun Vietnam sebagai 'kuda hitam' yang kemungkinan besar akan mengejutkan," kata PwC.
Beberapa faktor menjadi pertimbangan para eksekutif atas survei ini, seperti pertambahan kelas menengah dan sumber daya alam. "Namun ada juga pertimbangan lain untuk menciptakan lingkungan investasi yang kondusif , seperti transparansi yang meningkat, jumlah kaum muda, upah yang relatif, rencana infrastruktur, dan stabilitas politik.
Semua faktor itu sering disebut sebagai kualitas yang paling penting yang menciptakan 'ruang untuk berkembang,'" demikian survei PwC.
Saat membuka APEC CEO Summit, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan bahwa Indonesia saat ini sudah menjadi ekonomi satu triliun dolar dengan jumlah kelas menengah yang besar. "Demokrasi di negara kami juga berakar kuat dan inilah yang membuat Indonesia tempat baik investasi," kata Presiden Yudhoyono kepada para peserta CEO Summit, yang selama dua hari dihadiri oleh 16 pemimpin, lima utusan, dan lebih dari 1.200 pemimpin bisnis dan tokoh pemikir dunia.
Dia juga mengacu survei dari McKinsey bahwa peluang bisnis Indonesia akan meningkat hingga US$1,8 triliun pada 2030.