yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Sejumlah masalah dibahas oleh kedua petinggi negara. Di antaranya, meningkatkan hubungan bilateral dalam bidang hubungan politik, kerjasama dan saling mengunjungi antar pejabat kedua negara.
"Intinya adalah meningkatkan komunikasi politik antara kedua negara. Namun di luar kerjasama bidang politik juga ada tekad untuk meningkatkan hubungan di bidang ekonomi dan perdagangan," ujar Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, dalam jumpa pers di Istana Merdeka 15 Mei 2012.
Marty mengatakan, secara khusus Presiden SBY menunjuk Menko Perekonomian, Menteri Perindustrian, dan Menteri Perdagangan, agar ketiga menteri itu menindaklanjuti beberapa hal yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Khususnya untuk meningkatkan hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara.
Di luar bidang ekonomi dan perdagangan, menurut Marty, kedua pemimpin juga membahas dan menggarisbawahi pentingnya kerjasama di bidang budaya.
"Presiden Kim Yong-nam merujuk pada kerjasama di bidang obat tradisional. Dan ini digaris bawahi oleh Presiden antar kedua negara bahwa kita bisa mengembangkan kerjasama di bidang obat tradisional ini," kata Marty.
Kerjasama bidang olahraga juga akan diterapkan mengingat prestasi Korea Utara yang cukup baik di tingkat global. Presiden SBY menyatakan akan memberi instruksi kepada Menteri Pemuda dan Olahraga agar melakukan kerjasama yang lebih tinggi lagi di bidang keolahragaan.
Non Blok
Di samping masalah-masalah bilateral, Marty menjelaskan, terdapat komitmen dari kedua pimpinan untuk meningkatkan saling dukung di forum-forum internasional. Merujuk laporan Menteri Luar Negeri, selama ini kedua negara, Indonesia-Korut telah memiliki kerjasama yang baik di tingkat global dan multilateral.
"Di bidang internasional kedua pimpinan juga membahas masalah kerjasama dan sikap bersama di kerangka gerakan non blok. Korut menggarisbawahi apresiasinya atas peranan Indonesia selama ini dalam kerangka gerakan non blok dan terutama kemandirian indonesia dalam pelaksanaan politik luar negerinya selama ini," paparnya.
Di samping itu kedua pimpinan juga membahas masalah ASEAN dan Korut. Korut secara khusus menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kepemimpinan Indonesia dalam kerangka ASEAN.
SBY menyatakan, meskipun antara negara-negara ASEAN ada sistem politik yang berbeda namun sesama anggota saling menghormati dan hal ini tidak menjadi hambatan adanya kerjasma yang erat antara sesama negara Asean.
"Di samping itu, Presiden Korut memberikan informasi kepada Presiden tentang perkembangan dialog utara dan selatan, terutama dalam upaya untuk mencapai reunifikasi utara dan selatan," ungkapnya.
Terkait hal itu, SBY pun menggarisbawahi bahwa intinya adalah menghormati aspirasi dari bangsa dan rakyat Korea itu sendiri. Apakah pada saat ini Korut dan Korsel. Selain itu agar masyarakat internasional juga menghormati apa yang menjadi pilihan dari masyarakat, rakyat Korea, baik di Korut maupun di Korsel.