• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

RI Bakal Lolos dari Krisis

Ajido-Marujido

IndoForum VIP: The Special One
No. Urut
10016
Sejak
31 Des 2006
Pesan
4.815
Nilai reaksi
146
Poin
63
39133776yy7.jpg


Dahlan: Stabilitas, Kunci Pertumbuhan

SURABAYA
- Dunia usaha di dalam negeri tak perlu cemas. Melambatnya pertumbuhan ekonomi global akibat krisis finansial di AS dan tingginya harga minyak dunia, tak akan menyeret negeri ini ke jurang krisis. Namun ada satu syarat, ciptakan stabilitas.

Demikian analisis yang disampaikan Chairman/ CEO Jawa Pos Group Dahlan Iskan. Kata Dahlan, sulit menghindari inflasi tinggi. Apalagi harga minyak dan komoditas primer di pasar dunia melambung tinggi.

"Inflasi tinggi tetap menghantui. Tetapi kita harus selalu menumbuhkan harapan dan pikiran positif supaya tercipta stabilitas," kata Dahlan di depan pelaku bisnis properti pada business gathering BNI Griya di Surabaya, kemarin (10/4).

Semua sektor usaha, kata Dahlan, akan terpukul oleh inflasi. Tak terkecuali bisnis properti. Dengan stabilitas, akan ada keseimbangan dari sisi investasi. "Stabilitas, cepat atau lambat, akan mendatangkan investasi," katanya.

Kata Dahlan, stabilitas merupakan modal yang sangat bagus untuk menumbuhkan perekonomian. Investasi yang datang tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga investasi asing. Jika siklus ini terjaga, ekonomi akan terus tumbuh dan dampak krisis finansial global semakin menjauh.

Senada dengan Dahlan, Ekonom Senior BNI Ryan Kiryanto pun optimistis Indonesia tidak akan mengalami krisis. "Kita memiliki komoditas primer yang tidak dimiliki negara-negara lain. Di sektor perkebunan, produksi kelapa sawit, kopi dan karet kita melimpah. Demikian juga batu bara dan emas yang menjadi andalan pertambangan," papar pria berkacamata tersebut.

Komoditas primer yang melimpah tersebut, bakal menjadi modal utama Indonesia untuk bebas dari krisis. Apalagi, jika kinerja ekspor bisa semakin ditingkatkan.

Hingga akhir 2007 lalu, nilai ekspor Indonesia tercatat USD 110 miliar. Tahun ini, diharapkan nilai ekspor bisa mencapai USD 120-130 miliar. "Bertolak dari catatan terakhir 2007, tahun ini akan sedikit lebih baik," tandas Ryan.

Kendati demikian, para pengusaha harus lebih mencermati perkembangan perekonomian global dan dinamisme ekonomi dalam negeri. "Inflasi Eropa yang kini sudah mencapai 3,5 persen serta Australia dan Tiongkok yang masing-masing mencapai 7 dan 6 persen, bakal segera menaikkan rezim suku bunga," terang Ryan. Sebab, kata dia, satu-satunya cara untuk menahan inflasi hanya dengan menaikkan suku bunga.

Hingga akhir Maret, negative spread inflasi dalam negeri tercatat 0,17 persen. Menurut Ryan, ada tiga macam inflasi yang terjadi di Indonesia. Yakni, imported inflation sebagai dampak perlambatan ekonomi di negara-negara kuat, cost push inflation akibat melonjaknya harga minyak dan komoditas primer dunia, dan seasonal inflation. Dia meramalkan, inflasi bisa mencapai 7 persen hingga akhir tahun.

"Karena itu, pemerintah harus bisa mengamankan jalur distribusi. Apalagi, spirit APBN 2008 tidak optimal mendukung pertumbuhan ekonomi," tandas Ryan.

Dia juga mengimbau para pengusaha untuk lebih waspada dan cermat dalam berbisnis. Sektor agrikultur, pertambangan, riset dan penelitian, serta industri kreatif, seperti entertainment, musik dan film, merupakan sektor usaha yang direkomendasikan tahun ini. (hep/fan)

sumber: http://www.jawapos.com/index.php?act=detail_c&id=335545

Berita Terkait berkata:
Jateng, Aset Perbankan Naik 10,76 Persen
KAMIS, 10 APRIL 2008 | 23:44 WIB

SEMARANG, KAMIS - Kinerja perbankan (bunk umum dan BPR) di Jawa Tengah pada akhir tahun 2007 secara umum menunjukkan perkembangan yang baik, dibanding posisi Desember 2006, total aset meningkat sebanyak 10,76 persen dari Rp83,36 triliun menjadi Rp92,52 triliun.

Dana pihak ketiga yang dihimpun perbankan di Jateng juga menunjukkan peningkatan 11,01 persen, dari posisi Rp66,78 triliun pada akhir Desember 2006 menjadi Rp74,13 triliun pada Desember 2007, kata Pemimpin bunk Indonesia Semarang, Dr. M. Zaeni Aboe Amin, MM di Semarang, Kamis.

Ia mengatakan hal tersebut pada forum diskusi kebangsaan di Universitas Stikubank Semarang.Lebih lanjut dia mengatakan, penyaluran kredit perbankan Jateng posisi Desember 2007 tercatat sebanyak Rp62,03 triliun atau meningkat 18,27 persen dibanding posisi kredit tahun 2006 sebanyak Rp52,45 triliun.

"Kondisi tersebut mendorong peningkatan rasio LDR dari 78,55 persen pada akhir tahun 2006 menjadi 83,68 persen pada posisi Desember 2007. Rasio NPLs perbankan Jateng sebanyak 3,97 persen mengalami perbaikan dibanding akhir tahun 2006 sebanyak 5,60 persen," katanya.

Ia mengatakan, pencapaian kinerja perekonomian Jateng pada 2007 telah memberikan pondasi yang cukup kuat dalam menatap prospek perekonomian ke depan.Menurut dia, pertumbuhan ekonomi tahun 2007 diperkirakan sekitar 5,33 persen. Namun pertumbuhan tersebut sedikit lebih rendah dibandingkan prakiraan pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2007 di kisaran 6,0-6,5 persen.

Laju inflasi Jateng selama 2007, katanya, juga menunjukkan angka yang cukup rendah dan stabil sebesar 6,24 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi 2006 sebanyak 6,50 persen dan tahun 2005 sebanyak 15,97 persen.

"Angka inflasi tersebut juga lebih rendah dibandingkan laju inflasi nasional tahun 2007 sebanyak 6,59 persen," katanya. Ia mengatakan, hal itu menunjukkan perkembangan harga di Jateng relatif stabil dibandingkan rata-rata nasional. Inflasi tahun 2007 terutama dipicu oleh kelompok bahan makanan, disusul kelompok sandang, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar.

sumber: http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/04/10/23441084/jateng.aset.perbankan.naik.1076.persen
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.