Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani mengatakan gerakan revolusi Mental masih terus dilakukan mengingat hal tersebut penting sebagai refleks generasi muda & syarat Indonesia untuk mencapai kemajuan & sanggup menghadapi tantangan di tengah pandemic.
Saya tegaskan kembali bahwa Revolusi Mental masih terus berjalan, Revolusi Mental belum selesai. Sekarang kita menghadapi pandemi Covid-19, membutuhkan Revolusi Mental untuk menghadapinya dalam bentuk percepatan perubahan perilaku, disiplin protokol kesehatan, mengatakan Puan
Puan menuturkan konsep Revolusi Mental diperkenalkan Presiden Soekarno kepada bangsa Indonesia pada tahun 1957. Ketika itu, mengatakan Puan, Bung Karno mengatakan Revolusi Mental adalah gerakan hidup baru untuk menggembleng manusia Indonesia jadi manusia baru yg berhati putih, berkemauan baja, bersemangat elang rajawali, & berjiwa api.
Lalu 57 tahun kemudian atau pada tahun 2014 lalu, Indonesia diingatkan kembali tentang pentingnya konsep Revolusi Mental untuk diterapkan secara nyata. Revolusi mental ialah gerakan nasional yg menekankan pada tiga nilai utama yakni integritas, etos kerja & gotong-royong.
Dengan mewujudkan Revolusi Mental, sejatinya kita sedang mewujudkan Indonesia yg berdaulat, berdikari, & berkepribadian, katanya.
Indonesia membutuhkan gerakan ini untuk menghadapi tantangan globalisasi budaya, informasi hoaks, tergerusnya nilai-nilai luhur, ancaman kepada keutuhan bangsa & negara hingga menghadapi persoalan di tengah pandemic.
Dia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy yg melanjutkan pelaksanaan Gerakan Revolusi Mental. Puan mengingatkan usia Gerakan Nasional Revolusi Mental tidak boleh terbatas pada umur jabatan sebuah pemerintahan. Tetapi harus dilaksanakan oleh seluruh komponen bangsa secara terus menerus.
Gerakan Revolusi Mental harus dilaksanakan mulai dari diri sendiri, ke keluarga, & meluas ke lingkungan sekitar. Karena itu, sejak saya masih jadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia & Kebudayaan (masa jabatan 2014-2019), saya sudah tegaskan bahwa Revolusi Mental itu bukan sekadar program pemerintah yg biasa, melainkan harus jadi sebuah Gerakan Nasional Revolusi Mental, ujarnya.
Di DPR, ungkap Puan, juga terus dijalankan nilai-nilai Revolusi Mental. Sejak perdana dilantik pada 2019, nilai gotong royong di DPR sangat terasa diterapkan, misalnya dalam pemilihan pimpinan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) yg dilaksanakan dengan cepat & penuh semangat kebersamaan.
Selain itu, Puan mengatakan bahwa DPR ditenagh pandemi tetap produktif dengan tetap menerapkan protokol kesehatan disetiap kegiatannya.
Puan menambahkan generasi milenial adalah generasi yg akan mengambil keputusan-keputusan penting yg akan membentuk Indonesia. Termasuk ketika ketika negara kita sudah berusia lebih dari satu abad. Berdasarkan data BPS tahun 2019, generasi milenial di Sulawesi Utara mencapai 30,47 persen dari 2,5 juta penduduk, atau sekitar 760 ribu.
Karena itu, Revolusi Mental harus jadi bagian dari kehidupan generasi muda Indonesia sejak awal. Sehingga nilai-nilai integritas, etos kerja, & gotong royong jadi bagian tidak terpisahkan dari jati diri generasi muda. Revolusi Mental harus jadi refleks generasi muda, ujarnya.
dpr.go.id
Hari ini 11:23