• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Review Iklan Billboard Burger Bros

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Review Iklan Billboard Burger Bros


Cangkeman.net- Selamat datang di Cangkem review. Di sini kita akan me-review segala hal yg dapat diulas. Mulai dari review buku, review website, review artis, review warteg, review jalan raya, review iklan, review lagu, bahkan cuma mereview sebuah mengatakan aja. Buat anda yg harap ikutan dapat kirim ulasan uniknya [email protected], yuk mulai.

Buat teman-teman yg tinggal di kota akbar Indonesia, sudah keliling kotamu belum akhir-akhir ini? Kalau sudah, trus liat iklan Burger yg gambarnya horror enggak? Biasanya tampil di billboard akbar di pusat keramaian dengan tone warna hitam ala-ala film horor & ada siluet "mak lampir" juga.

Tampilan yg seram ini cukup banyak mengundang penasaran orang yg liat, kesan perdana biasanya mengira ini poster film, tetapi kok mak lampirnya pegang burger? Loh e~
Di bawah gambar akbar tersebut ada beberapa opsi menu burger lainnya, & yg enggak ketinggalan, disisipkan logo Burger Bros, yg klaimnya tersedia juga di gofood.

Hadline iklan ini serempak sama bertuliskan

"Enak Banget, Bikin Pengen Meninggal"

Dengan font yg seram, untuk menambah kesan dark di mengatakan "meninggal".
Menurut pandanganku, ide yg melatarbelakangi campaign iklan ini adalah sebuah reproduksi ulang dari kata-kata yg sempat trend beberapa tahun lalu. Selebram & artis-artis seringkali saat mereview sebuah makanan ngomong gini,

"Enak banget, sampe mau meninggal"

Nah kata-kata ini kemudian terngiang di benak beberapa orang & salah satu dari orang itu pastinya ada di belakang ide iklan si Burger Bros ini. Ya walaupun ide mengpakai kembali kata-kata ini enggak ada unsur penguat dalam iklan ini untuk mengajak orang jadi pengin makan burger. Apalagi kata-kata itu kemudian diamplifikasi dengan gambar khas seram & justru menonjolkan mengatakan "meninggal", bukan burgernya.

Fundamental dalam mengkomunikasikan makanan itu kan menonjolkan makanannya. Kalau kita mau jual makanan, apa yg menciptakan orang harap makan, utamanya mungkin soal rasa. Tapi kan rasa harus dicoba, trus gimana dong cara orang percaya kalau makanan ini enak? Visual.
Pastikan makanan yg diiklankan tampil semenarik mungkin, semenggiurkan mungkin. Bahkan makanan yg biasa aja pun harus wajib dibuat seanak enak, dari tampilannya. Ya walaupun teknik yg ada kadang justru menciptakan brand makanan terkesan menciptakan pembohongan publik.

"Iklannya mah gede, pas dibeli tipis banget"

Tapi kembali lagi, rules dasar campaign produk makanan adalah menekankan makanan itu sendiri, atau hal lain yg terasosiasi dengan makanan itu yg menciptakan audience jadi pengin makan.

Nah kita balik lagi ke iklannya Burger Bros, makanannya bukan keliatan enak tetapi justru keliatan serem. Burger dipegang sama tangan mak lampir. Soal audience yg jadi pengin makan atau malah ketakutan itu urusan lain lagi. Tapi coba kita telisik kenapa dapat ada ide iklan kaya gini.

Sebagai orang yg bekerja di industri kreatif, kita, atau aku, seringkali terjebak dalam pengagungan sebuah ide & menegasikan eksekusi dibaliknya. Pokoknya ide kreatifnya harus kuat, eksekusi nanti dapat ngikut idenya ke mana. Padahal eksekusi sama pentingnya dengan ide, atau justru dapat jadi lebih penting, loh.

Kembali ke iklan makanan, tujuannya tentu aja untuk mengarahkan orang jadi makan burger itu. Kewajibannya adalah menciptakan orang jadi penasaran & merasakan burger yg ditawarkan. Burger harus terlihat enak, soal keharapan bahwa harap iklannya diingat oleh banyak orang, masih banyak opsinya, & untuk iklan makanan, pilihannya memang sedikit mengerucut. Karena soal makanan, semua indra manusia bekerja, jad sedikit sensitif. Dan Iklan Burger Bros ini cukup mengejutkan beberapa indra manusia yg melihatnya.
Penasaran? Pasti. Lalu apakah jadi pengin beli kalau yg teringat adalah unsur seramnya?
Saatnya ide harus bertanggung jawab kepada eksekusi di lapangan.

Pertanyaannya kemudian adalah, apakah worth metode kampanye sebuah brand makanan dengan pendekatan yg seperti ini?
Kamu sebagai konsumen, berasa pengin nyobain burger ini nggak? Atau justru langsung merinding keinget gambar iklannya?

Tulisan ini ditulis oleh Zen pada tanggal 1 Januari diCangkeman
Hari ini 16:46
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.