coolguyz
IndoForum Junior A
- No. Urut
- 21425
- Sejak
- 2 Sep 2007
- Pesan
- 3.251
- Nilai reaksi
- 133
- Poin
- 63
>> Darsono, Wardi, Sugeng dan Jono janjian mengadakan
>> reuni di Restoran yang ada tempat Karaokenya. Sambil
>> makan, mereka berempat ber-bincang2 sambil bernostalgia.
>> Setelah makan Darsono pamit meninggalkan teman2nya
>> sebentar untuk nyanyi karaoke, "Minta lagu apa Rek?
>> Dangdut?"
>>
>> Sambil mendengarkan Darsono nyanyi, teman2nya
>> melanjutkan obrolan mereka.
>> "Bagaimana anak anakmu Geng?" tanya Wardi ke Sugeng.
>>
>> Sugeng bercerita:
>> "Oo, baik2 saja, anak saya kan dua. Yang cewek ikut
>> suaminya jadi Kapolres di Medan. Sedangkan yang cowok
>> sudah jadi boss, pabriknya dua, pabrik sepatu dan
>> pabrik mie. Tapi ya gitu..., saya yang jadi bapaknya
>> saja ndak pernah dibelikan motor sama sekali, eeeh...
>> pas kemarin pacarnya ulang tahun dibelikan BMW 318i gress."
>>
>> "Lha kalau anakmu War?" Wardi pun bercerita, "Anakku
>> dua kerja di Amerika, yang bonthot sekarang sudah jadi
>> direktur developer rumah. Tapi agak gendeng juga anak
>> saya yang bonthot ini. Rumah bapaknya sudah doyong
>> dibiarkan aja, tapi waktu kemarin pacarnya ulang tahun
>> di belikan rumah baru."
>>
>> "Kalau kabar anakmu bagaimana Jon?" Sekarang Jono yang
>> cerita, "Anak saya empat, cowok satu, cewek tiga.
>> Sekarang sudah pada mandiri. Yang paling sukses ya
>> anakku yang cowok. Sekarang jadi pialang saham. Cuman
>> ya agak nggak bener juga. Lha... saya ini nggak pernah
>> di kasih uang sama sekali, tapi kemarin waktu pacarnya
>> ulang tahun di kasih deposito 100 juta."
>>
>> Setelah Jono cerita, Darsono selesai karaoke,
>> "Nyritain apa sih Rek?".
>> "Ini lho Dar, pada nyritain anaknya, gimana anakmu
>> Dar?" tanya Jono.
>> Setelah nyalain rokok, Darsono mulai cerita: "Anakku
>> cuma satu, tapi payah. Aku ingin dia jadi ABRI, eeeh
>> malah jadi bencong. Sudah lima tahun dia buka salon,
>> dari dulu sampek sekarang ya teteeep aja nyalon. Tapi
>> meskipun bencong dia tetep anak ku. Apalagi dasarnya
>> anaknya itu baik, pergaulannya luas dan sayang sama bapaknya.
>>
>> Setiap dapat rejeki saya pasti diberi. Kemarin pas dia
>> ulang tahun, ada temannya yang ngado BMW 318i gress,
>> rumah baru, dan deposito 100 juta. Dia bilang semua
>> itu buat bapak saja, dia tetep seneng buka salon saja, katanya.
>> reuni di Restoran yang ada tempat Karaokenya. Sambil
>> makan, mereka berempat ber-bincang2 sambil bernostalgia.
>> Setelah makan Darsono pamit meninggalkan teman2nya
>> sebentar untuk nyanyi karaoke, "Minta lagu apa Rek?
>> Dangdut?"
>>
>> Sambil mendengarkan Darsono nyanyi, teman2nya
>> melanjutkan obrolan mereka.
>> "Bagaimana anak anakmu Geng?" tanya Wardi ke Sugeng.
>>
>> Sugeng bercerita:
>> "Oo, baik2 saja, anak saya kan dua. Yang cewek ikut
>> suaminya jadi Kapolres di Medan. Sedangkan yang cowok
>> sudah jadi boss, pabriknya dua, pabrik sepatu dan
>> pabrik mie. Tapi ya gitu..., saya yang jadi bapaknya
>> saja ndak pernah dibelikan motor sama sekali, eeeh...
>> pas kemarin pacarnya ulang tahun dibelikan BMW 318i gress."
>>
>> "Lha kalau anakmu War?" Wardi pun bercerita, "Anakku
>> dua kerja di Amerika, yang bonthot sekarang sudah jadi
>> direktur developer rumah. Tapi agak gendeng juga anak
>> saya yang bonthot ini. Rumah bapaknya sudah doyong
>> dibiarkan aja, tapi waktu kemarin pacarnya ulang tahun
>> di belikan rumah baru."
>>
>> "Kalau kabar anakmu bagaimana Jon?" Sekarang Jono yang
>> cerita, "Anak saya empat, cowok satu, cewek tiga.
>> Sekarang sudah pada mandiri. Yang paling sukses ya
>> anakku yang cowok. Sekarang jadi pialang saham. Cuman
>> ya agak nggak bener juga. Lha... saya ini nggak pernah
>> di kasih uang sama sekali, tapi kemarin waktu pacarnya
>> ulang tahun di kasih deposito 100 juta."
>>
>> Setelah Jono cerita, Darsono selesai karaoke,
>> "Nyritain apa sih Rek?".
>> "Ini lho Dar, pada nyritain anaknya, gimana anakmu
>> Dar?" tanya Jono.
>> Setelah nyalain rokok, Darsono mulai cerita: "Anakku
>> cuma satu, tapi payah. Aku ingin dia jadi ABRI, eeeh
>> malah jadi bencong. Sudah lima tahun dia buka salon,
>> dari dulu sampek sekarang ya teteeep aja nyalon. Tapi
>> meskipun bencong dia tetep anak ku. Apalagi dasarnya
>> anaknya itu baik, pergaulannya luas dan sayang sama bapaknya.
>>
>> Setiap dapat rejeki saya pasti diberi. Kemarin pas dia
>> ulang tahun, ada temannya yang ngado BMW 318i gress,
>> rumah baru, dan deposito 100 juta. Dia bilang semua
>> itu buat bapak saja, dia tetep seneng buka salon saja, katanya.

, uhuy /gg