Diggie
IndoForum Activist C
- No. Urut
- 287751
- Sejak
- 6 Apr 2020
- Pesan
- 13.697
- Nilai reaksi
- 1
- Poin
- 0
Berikut adalah berita Retrospektif maraknya jersei retro.
Legenda Real Madrid Iker Casillas bersama dengan balutan jaket retro Real Madrid tahun 1999/2000 dalam ungghannya tahun 2025. (ANTARA/HO/Instagram-Iker Casillas)
Jakarta (ANTARA) - Memasuki musim 2023-2024, jersei retro kembali jadi tren fashion di kalangan para penggemar sepak bola, bahkan merembet ke mereka yg bukan penggemar sepak bola.
Didorong oleh tren fashion blokecore, jersei retro yg merupakan jersei sepak bola dari klub-klub sepak bola dengan desain yg sudah dirilis pada dekade 80, 90 hingga 2000-an, dipadukan dengan celana kasual demi dapat menunjang penampilan yg jauh lebih sporty.
Penggemar membeli jersei sepak bola retro klub maupun regu nasional karena mempunyai nilai nostalgia serta desain ikonik yg timeless.
Selain itu jersei retro merupakan koleksi yg bernilai historis karena jadi bahan keterwakilan penanda era keemasan klub atau momen akbar di masa lalu.
Industri fashion terus bergerak & mempunyai pasar yg cukup akbar dengan tidak menyasar penggemar sepak bola saja. Ini menciptakan jenama-jenama akbar seperti Adidas, Nike, hingga Puma melihat peluang tersebut sebagai sebuah inovasi.
Misalkan saja Adidas yg kembali mereproduksi ulang jersei ikonik Juventus. Jersei retro yg diproduksi atas kerjasama dengan Studio Sgura ini merupakan baju tempor Si Nyonya Tua yg terinspirasi dari jersei polo pada musim 1996-1997.
Tak mau ketinggalan, Nike sebelumnya juga sudah merilis jersei retro yg direproduksi kembali. Dalam nuansa Piala Afrika 2025, Nike yg jadi sponsor dari regu nasional Nigeria kembali memproduksi balutan seragam memorabilia pada tahun 1996 yg dikenakan untuk Olimpiade.
Mengusung memorabilia yg mengingatkan para penggemar akan era-era jersei klub-klub pada masa lalu, tentu penjualan jersei retro menemukan pangsa pasar yg akbar & kini jadi salah satu faktor pendongkrak penjualan jersei.
Industri jersei kini merupakan pendapatan yg sangat menjanjikan bagi klub. Oleh sebab itu tidak sedikit klub merilis jersei ketiga atau keempat dengan nuansa jersei retro atau juga merilis jersei edisi spesifik memorabilia seperti yg dilakukan oleh Real Madrid ataupun Manchester United yg bekerjasama dengan Adidas.
Dari segi penjualan jersei, menurut studi dari Eormericas Sports Marketing, industri ini sangatlah menghasilkan pundi-pundi uang ke kantong klub.
Dalam studi tersebut, Real Madrid jadi klub dengan penjualan jersey tertinggi pada tahun 2025 dengan mencatatkan penjualan 3.133.000 unit sekaligus memecahkan rekor penjualan pada tahun 2024.
Di urutan kedua terdapat rival abadi Los Blancos, Barcelona, yg mencatatkan penjualan jersei sebanyak 2.940.000 unit setelah jersei dengan nomor punggung Lamine Yamal mendongkrak penjualan baju tempur klub Catalan tersebut.
Lalu jawara Liga Champions 2024/2025, Paris Saint-Germain, naik ke posisi ketiga setelah menjual total 2.546.000 jersei sepanjang 2025. Reputasi markas PSG, yakni kota Paris sebagai kota mode, sangatlah menunjang penjualan.
Produksi narasi jersei retro yg bernilai sebagai bahan memorabilia & satu nostalgia untuk para penggemar memantik operator LaLiga untuk bergerak membangun perkembangan dengan menyatukan sepak bola dengan industri fashion.
12Tampilkan Semua
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, mengerjakan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
KirimKomentar jadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Berita Terkait
Foto
George Russell Juarai Balapan Pembuka Formula 1 Musim 2026
Rich Brian Sukses Panaskan Panggung Dallas dalam Tur Album Terbarunya
Gaji Lionel Messi di Inter Miami Tembus Rp1,2 Triliun per Tahun
Bangkit di Set Kedua, Swiatek Amankan Tiket Bertemu Sakkari di Indian Wells
Banjir Melanda Jakarta, Sejumlah Rute Transjakarta Terkena Dampaknya
Liga 1 IndonesiaPWI kecam dugaan intimidasi wartawan pada laga Malut lawan PSM
Liga SpanyolGol Lamine Yamal kokohkan Barcelona di puncak klasemen Liga Spanyol
Sepak Bola NasionalElkan Baggot kembali ke timnas Indonesia
Piala FATumbangkan Newcastle 3-1, Manchester City ke perempat final
Liga ItaliaJuventus tumbangkan Pisa setelah evaluasi taktik
Foto
Infografik
Liga Prancis
Liga Italia
Sepak Bola Dunia
Piala FA
Berita diatas dikutip dari internet, jika Retrospektif maraknya jersei retro adalah spam, mohon beritahu kami.
Jakarta (ANTARA) - Memasuki musim 2023-2024, jersei retro kembali jadi tren fashion di kalangan para penggemar sepak bola, bahkan merembet ke mereka yg bukan penggemar sepak bola.
Didorong oleh tren fashion blokecore, jersei retro yg merupakan jersei sepak bola dari klub-klub sepak bola dengan desain yg sudah dirilis pada dekade 80, 90 hingga 2000-an, dipadukan dengan celana kasual demi dapat menunjang penampilan yg jauh lebih sporty.
Penggemar membeli jersei sepak bola retro klub maupun regu nasional karena mempunyai nilai nostalgia serta desain ikonik yg timeless.
Selain itu jersei retro merupakan koleksi yg bernilai historis karena jadi bahan keterwakilan penanda era keemasan klub atau momen akbar di masa lalu.
Industri fashion terus bergerak & mempunyai pasar yg cukup akbar dengan tidak menyasar penggemar sepak bola saja. Ini menciptakan jenama-jenama akbar seperti Adidas, Nike, hingga Puma melihat peluang tersebut sebagai sebuah inovasi.
Misalkan saja Adidas yg kembali mereproduksi ulang jersei ikonik Juventus. Jersei retro yg diproduksi atas kerjasama dengan Studio Sgura ini merupakan baju tempor Si Nyonya Tua yg terinspirasi dari jersei polo pada musim 1996-1997.
Tak mau ketinggalan, Nike sebelumnya juga sudah merilis jersei retro yg direproduksi kembali. Dalam nuansa Piala Afrika 2025, Nike yg jadi sponsor dari regu nasional Nigeria kembali memproduksi balutan seragam memorabilia pada tahun 1996 yg dikenakan untuk Olimpiade.
Mengusung memorabilia yg mengingatkan para penggemar akan era-era jersei klub-klub pada masa lalu, tentu penjualan jersei retro menemukan pangsa pasar yg akbar & kini jadi salah satu faktor pendongkrak penjualan jersei.
Industri jersei kini merupakan pendapatan yg sangat menjanjikan bagi klub. Oleh sebab itu tidak sedikit klub merilis jersei ketiga atau keempat dengan nuansa jersei retro atau juga merilis jersei edisi spesifik memorabilia seperti yg dilakukan oleh Real Madrid ataupun Manchester United yg bekerjasama dengan Adidas.
Dari segi penjualan jersei, menurut studi dari Eormericas Sports Marketing, industri ini sangatlah menghasilkan pundi-pundi uang ke kantong klub.
Dalam studi tersebut, Real Madrid jadi klub dengan penjualan jersey tertinggi pada tahun 2025 dengan mencatatkan penjualan 3.133.000 unit sekaligus memecahkan rekor penjualan pada tahun 2024.
Di urutan kedua terdapat rival abadi Los Blancos, Barcelona, yg mencatatkan penjualan jersei sebanyak 2.940.000 unit setelah jersei dengan nomor punggung Lamine Yamal mendongkrak penjualan baju tempur klub Catalan tersebut.
Lalu jawara Liga Champions 2024/2025, Paris Saint-Germain, naik ke posisi ketiga setelah menjual total 2.546.000 jersei sepanjang 2025. Reputasi markas PSG, yakni kota Paris sebagai kota mode, sangatlah menunjang penjualan.
Produksi narasi jersei retro yg bernilai sebagai bahan memorabilia & satu nostalgia untuk para penggemar memantik operator LaLiga untuk bergerak membangun perkembangan dengan menyatukan sepak bola dengan industri fashion.
12Tampilkan Semua
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, mengerjakan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
- LaLiga
- Liga Spanyol
- Pekan Jersei Retro
- Jersei retro
- Jersei retro LaLiga
- Jersei retro Liga Spanyol
KirimKomentar jadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.
Berita Terkait
Foto: Atletico Madrid kalahkan Real Sociedad 3-2
- 14 jam lalu
Gol Lamine Yamal kokohkan Barcelona di puncak klasemen Liga Spanyol
- 20 jam lalu
Brace Nico Gonzalez bawa Atletico Madrid menang 3-2 atas Sociedad
- 22 jam lalu
Gol Valverde bawa Real Madrid menang dramatis 2-1 atas Celta Vigo
- Kemarin 05:51
Griezmann dikabarkan tunda kepindahan ke klub MLS hingga akhir musim
- 5 Maret 2026
Klasemen LaLiga: Real Madrid gagal pangkas jarak dengan Barcelona
- 3 Maret 2026
Getafe bungkam Real Madrid 1-0 di Santiago Bernabeu
- 3 Maret 2026
Hattrick perdana Yamal bawa Barcelona menang 4-1 atas Villarreal
- 1 Maret 2026
Orlando City dikabarkan capai kesepakatan dengan Antoine Griezmann
- 25 Februari 2026
Lirik lagu "Aku Kamu & Samudra" Rebellion Rose & penjelasannya
- 29 Agustus 2024
Musim 3 "The Summer I Turned Pretty" tayang, ini jadwal lengkapnya
- 16 Juli 2025
Daftar pemain Indonesia vs China, punggawa Garuda lebih mewah
- 14 Oktober 2024
Ternyata balik nama PBB tidak sulit! Ini cara, syarat, & biayanya
- 3 Juli 2024
Detail kekayaan Ahmad Dhani, seniman paling tajir di DPR RI
- 12 November 2024
Cara cek penerima Bansos BPNT JuniJuli 2025, syarat & jadwal cair
- 11 Juni 2025
Libur nasional tambahan 18 Agustus 2025, cek jadwal lengkapnya!
- 5 Agustus 2025
Rekomendasi 7 pondok pesantren terbaik di Bogor
- 19 Februari 2025
Pendaftaran Beasiswa LPDP dibuka Januari 2025, simak selengkapnya
- 15 Desember 2024
- 9 jam lalu
- 9 jam lalu
- 9 jam lalu
- 13 jam lalu
- 13 jam lalu
- 13 jam lalu
- 20 jam lalu
- 8 jam lalu
- 20 jam lalu
- 6 jam lalu
Pencarian korban longsor di TPST Bantargebang
- 3 jam lalu
Akhir pekan di Hambalang, Presiden Prabowo pimpin lima ratas
- 4 jam lalu
Longsor sampah di Bantargebang, korban tewas bertambah jadi 4 orang
- 4 jam lalu
DKI aktifkan operasi tanggap darurat tangani longsor TPST Bantargebang
- 5 jam lalu
Anak di bawah 16 tahun dilarang punya medsos
- 8 jam lalu
Lens dekati PSG setelah cukur Metz 3-0
- 3 jam lalu
Verona bungkam Bologna, Lecce keluar dari zona degradasi
- 3 jam lalu
Thom Haye optimistis Persib kalahkan Persik
- 3 jam lalu
Retrospektif maraknya jersei retro
- 5 jam lalu
Garnacho: Laga kontra Wrexham salah satu yg tersulit bagi Chelsea
- 5 jam lalu
Peninjauan letak hunian tiga juta hunian MBR di Cikarang
- 5 jam lalu
Kesiapan infrastruktur jalan jelang mudik di Sulteng
- 6 jam lalu
Pemerintah siapkan diskon di 29 ruas jalan tol hadapi lebaran 2026
- 7 jam lalu
Banjir di Jalan Ciledug Raya Jakarta
- 14 jam lalu
Banjir merendam sejumlah wilayah di Kota Tangerang
- 14 jam lalu
Menlu China sebut penyelesaian aturan Laut China Selatan makin urgen
- 2 jam lalu
Peran vital Selat Hormuz bagi perdagangan energi dunia
- 3 jam lalu
Pemerintah bangun rumah susun subsidi di Cikarang, total 140.000 unit
- 5 jam lalu
Waspada! Vertigo ternyata dapat jadi tanda penyakit berbahaya (1)
- 8 jam lalu
Jangan asal minum obat! Vertigo bukan sekadar pusing biasa (2)
- 8 jam lalu
Anak di bawah 16 tahun dilarang punya medsos
- 8 jam lalu
Kiat irit baterai mobil listrik saat mudik
- 14 jam lalu
Titik pengisian daya mobil listrik di Trans Jawa
- 20 jam lalu
Memulihkan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo
- Kemarin 18:00
Hasil undian grup Piala AFF U17: Indonesia hadapi dua lawan tangguh
- Kemarin 15:00
- Terkini
- Top News
- Terpopuler
- Pilihan Editor
- Foto
- Video
- Infografik
- Politik
- Hukum
- Ekonomi
- Metro
- Sepakbola
- Olahraga
- Humaniora
- Lifestyle
- Hiburan
- Nusantara
- Dunia
- Tekno
- Otomotif
- Warta Bumi
- Rilis Pers
- Karkhas
- Anti Hoaks
- ANTARA Interaktif
- Mata Indonesia
- ANTARA Doeloe
- English
- Masuk
- Redaksi
- Kontak Kami
- Ketentuan Penggunaan
- Kebijakan Privasi
- Kebijakan Cookie
- Pedoman Media Siber
- RSS
- Kabarin.com
- BrandA
- ANTARA Foto
- Korporat
- PPID
- Copyright ANTARA
Berita diatas dikutip dari internet, jika Retrospektif maraknya jersei retro adalah spam, mohon beritahu kami.