• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Resign, antara jalan pelarian & misi bunuh diri

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Resign, antara jalan pelarian & misi bunuh diri


Quote:
Selamat datang di thread ane
Langsung aja kita bahas topik utama kita



Resign, antara jalan pelarian & misi bunuh diri


Resign, satu mengatakan yg tidak lagi tabu kalau dibicarakan antar karyawan. Namun sangat sensitif kalau hingga terdengar oleh atasan. Bisa saja keharapan untuk resign malah jadi bumerang bagi kita yg harap mengundurkan diri & keluar secara sukarela.

Jalan terakhir yg ditempuh kalau sudah tak betah bekerja adalah resign solusinya. Tak peduli alasannya, mau bos semena-mena, teman kerja toxic, gaji tidak sepadan, workload yg berlebih. Tinggal pilih saja yg mana alasan yg dipakai yg pasti adalah sudah tidak betah untuk berlama-lama bekerja di tempat itu. Jangankan resign sesudah mendapat gantinya, ada yg nekat keluar karena sudah tidak tahan untuk bekerja lagi.

Mungkin terdengar realistis & jalan terbaik yg dapat ditempuh kalau sudah tidak betah bekerja lagi. Namun keputusan ini dapat jadi pedang bermata dua, keluar & mendapat pekerjaan yg lebih baik atau terseok-seok jadi jobseeker sambil membayangkan beruntungnya dulu waktu masih bekerja sebelum resign. Ada beberapa alasan yg setidaknya dirasakan beberapa pejuang resign sebelum benar-benar melayangkan surat pengunduran diri.

Gaji yg tak sepadan dengan beban kerja

Resign, antara jalan pelarian & misi bunuh diri


Quote:
Kerja, kerja, kerja. Mungkin itulah yg dipikirkan para atasan pada kita yg cuma dianggap bekerja tanpa hati & perasaan. Beban kerja yg ditambah silih berganti dengan cemoohan akan ketidak becusan bekerja. Semua itu dilakukan bukan untuk kesenangan hati, namun demi gaji bulanan yg pasti datangnya & tak pasti perginya. Berbanding terbalik ketika atasan memberi tambahan pekerjaan yg dihitung sebagai loyalitas, & ketika kita menanyakan gaji setelah sekian purnama yg dijawab tidak punya loyalitaslah, kerja cuma cari uanglah, kinerjanya mana kok minta gaji naik, & banyak alasan lainnya kenapa lebih susah minta naik gaji daripada pindah kerjaan.


Lingkungan kerja yg toxic

Resign, antara jalan pelarian & misi bunuh diri


Quote:
Bos yg sewenang-wenang, teman kerja yg tidak suportif, & desakan kerjaan setiap harinya. Siapa sih yg tahan, kalau bukan karena butuh uangnya pasti tidak akan ada yg mau bertahan. Politik kantor, saling sikut demi jabatan. Semua dilakukan demi uang & jabatan tanpa peduli siapa & apa yg dilakukan. Dan lebih susah merubah sifat orang ketimbang keluar & mencari lingkungan baru.


Find better opportunity

Resign, antara jalan pelarian & misi bunuh diri


Quote:
Work sucks, Same shit different day. Kerja yg itu-itu saja, repetitif & tanpa adanya suatu perkembangan dalam hal skill maupun salary. Its even better to killing people slowl, until realizing that they waste time so much in their life. Zona nyaman, mungkin itulah yg dibilang anak zaman sekarang. Bukan berarti salah namun terkadang no pain no gain ada benarnya. Kita harus diuji dengan sesuatu yg menantang baru kita dapat berkembang. Bukannya stack di satu tempat, & terlambat menyadari bahwa sudah waktunya untuk berpindah & mencari kesempatan lain.



Maybe it's sounds good if we're trying to leave from toxic place and finding an opprtunity at the same time. But in reality, we're not even getting one of them. That's why freedom is not exist in this world.


Kerja, hal yg diimpikan semua orang dibawah 17 tahun. Mengejar mimpi, mendapat uang sendiri, & semua mimpi yg coba diraih. Kemudian dihantam realita bahwa hidup tak semudah menciptakan indomie. Saat kau sudah mendapat pekerjaan pertama, perasaan harap resign & mencari pekerjaan baru sambil menahan hati untuk tetap bekerja adalah hal yg pasti terjadi.

Jika ada tambahan dari
emoticon-Cool
dan
emoticon-Angel

dapat ditambahkan di kolom komentar​


Quote:
Sekian dari ane semoga thread ane
dapat bermanfaat bagi kita semua



Kalo ngasih ini
emoticon-Rate 5 Star
makasih
dan dikasih ini
emoticon-Toast
juga nggak nolak
kalo cuma mampir Alhamdulillah
emoticon-Shakehand2


Resign, antara jalan pelarian & misi bunuh diri


Sumber : Keresahan & Pengalaman pribadi
Gambar : Google Images, Pixabay, Pexels serta editan sendiri
resign,gaji,toxic,opportunity
Kemarin 21:42
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.