akatsukigold
IndoForum Junior D
- No. Urut
- 52840
- Sejak
- 16 Sep 2008
- Pesan
- 2.000
- Nilai reaksi
- 47
- Poin
- 48
Hampir seluruh komoditas mengalami kejatuhan harga pada transaksi Kamis (16/10) pagi, akibat dihantu oleh resesi dunia yang akan menekan konsumsi akan bahan baku maupun produk manufaktur global.
Harga minyak sendiri telah melorot lima persen atau terendah dalam 13 bulan terakhir. Harga minyak AS pada perdagangan Kamis (15/10) pagi, merosot US$4 menjadi US$74.57 per barel, atau terendah sejak September 2007. Turunya harga minyak ini akibat ekspektasi semakkin turunnya konsumsi minyak akibat krisis.
Bahkan harga tembaga untuk pembangkit dan konstruksi anjlok hingga 40% sejak mencapai rekor tertinggi US$8.940 per ton pada Juli lalu. Harga tembaga untuk pengirimkan tiga bulan mendatang ditransaksikan turun menjadi US$5.060 per ton, setelah sempat diperdagangkan pada US$4.915 per ton.
Penurunan harga juga dialami komoditas kedelai di bursa berjangka Chicago yang turun 2,5 persen pada US$8,73 per bushel (keranjang) setelah sebelumnya bertengger diUS$9,1 per bushel. Kondisi serupa juag terjadi pada harga gula dan kopi yang ikut merosot sebagai dampak kekhawatiran krisis finansial yang saat ini melanda AS dan Eropa.
Tapi sebaliknya, harga emas justru melejit karena para investor menilai bahan tambang mulia ini lebih resisten di saat krisis menghantam. Harga emas di perdagangan AS naik dua persen menjadi U$846,20/US$848,70 per ons dari US$835,25 di perdagangan New York. Harga emas sempat ditransaksikan pada US$856,10.
Harga minyak sendiri telah melorot lima persen atau terendah dalam 13 bulan terakhir. Harga minyak AS pada perdagangan Kamis (15/10) pagi, merosot US$4 menjadi US$74.57 per barel, atau terendah sejak September 2007. Turunya harga minyak ini akibat ekspektasi semakkin turunnya konsumsi minyak akibat krisis.
Bahkan harga tembaga untuk pembangkit dan konstruksi anjlok hingga 40% sejak mencapai rekor tertinggi US$8.940 per ton pada Juli lalu. Harga tembaga untuk pengirimkan tiga bulan mendatang ditransaksikan turun menjadi US$5.060 per ton, setelah sempat diperdagangkan pada US$4.915 per ton.
Penurunan harga juga dialami komoditas kedelai di bursa berjangka Chicago yang turun 2,5 persen pada US$8,73 per bushel (keranjang) setelah sebelumnya bertengger diUS$9,1 per bushel. Kondisi serupa juag terjadi pada harga gula dan kopi yang ikut merosot sebagai dampak kekhawatiran krisis finansial yang saat ini melanda AS dan Eropa.
Tapi sebaliknya, harga emas justru melejit karena para investor menilai bahan tambang mulia ini lebih resisten di saat krisis menghantam. Harga emas di perdagangan AS naik dua persen menjadi U$846,20/US$848,70 per ons dari US$835,25 di perdagangan New York. Harga emas sempat ditransaksikan pada US$856,10.