Ajido-Marujido
IndoForum VIP: The Special One
- No. Urut
- 10016
- Sejak
- 31 Des 2006
- Pesan
- 4.815
- Nilai reaksi
- 147
- Poin
- 63
Ada sebuah kesaksian yang begitu indah dari Ev. Welyar Kauntu (pencipta lagu pujian ‘Walau Seribu Rebah’ dan banyak lagi). Dalam satu kunjungan ke panti asuhan, saat pujian penyembahan dinaikkan, beliau memainkan gitar dan menaikkan suatu pujian bersama-sama anak panti asuhan tersebut. Namun Tuhan menyuruh beliau untuk memperhatikan seorang anak di pojokan yang sedang berusaha ikut menyembah Tuhan. Anak ini gagu, bicaranya tidak jelas, mungkin penderita bisu tuli. Kalimatnya……..hanya terdengar seperti kumpulan huruf vokal saja tanpa konsonan “aaa…uuua …iiiiaaa…aauu.” dengan nada yang fals habis. Namun anak ini menyanyi segenap hati, bahkan airmata pun menetes membasahi wajahnya. Saat itu Tuhan berbicara kepada Ev. Welyar Kauntu….” Di telingaKu apa yang anak ini nyanyikan sangat merdu sekali, jauh lebih merdu dari apa yg engkau nyanyikan”. Bagi manusia, perkataan anak itu tidak dapat dimengerti. Tapi Tuhan sangat mengerti… bahkan setiap kata dalam pujian. Ev. Welyar Kauntu berpikir jika kontes “Heaven Idol” dan Tuhan menjadi jurinya, anak ini akan menjadi pemenangnya.Pujilah Allah kami, hai bangsa-bangsa, dan perdengarkanlah puji-pujian kepada-Nya! 9 Ia mempertahankan jiwa kami di dalam hidup dan tidak membiarkan kaki kami goyah. (Mazmur 66:8-9)
*
Jika kita perhatikan di gereja kita, setiap ibadah selalu diawali dengan pujian penyembahan.* Mengapa?* Karena pujian dan penyembahan kepada Tuhan sudah seharusnya merupakan gaya hidup yang tidak terpisahkan dari iman Kristen. *Sejak awal Tuhan telah merancang kita untuk menjadi umat pemuji, bahkan sampai pada kekekalan di sorga tiada hentinya pujian dan penyembahan dinaikkan bagi Tuhan.* Melalui pujian dan penyembahan nama Tuhan ditinggikan, sebab Dia hadir dalam pujian umatNya.* Dengan pujian penyembahan kita mengundang hadiratNya yang penuh kuasa untuk melawat dan memulihkan keadaan kita.* Terkadang tidak banyak orang percaya yang menyadari betapa pentingnya pujian penyembahan sepenuh hati dalam suatu ibadah.* Kita menganggapnya sebagai hal yang biasa dan rutin sehingga banyak orang yang sengaja datang ke gereja terlambat.* "Ah, masih puji-pujian, nanti saja datang ketika firman akan dimulai!" Bahkan tidak sedikit orang Kristen yang lebih menyukai dan hafal dengan lagu-lagu duniawi daripada lagu-lagu rohani.* Mereka tidak menyadari akan kuasa yang terkandung dalam puji-pujian kepada Tuhan.
*
Bila kita memuji Tuhan dengan segenap hati, kita akan mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan.* Orang yang mengalami perjumpaan dengan Tuhan pasti mengalami pembaharuan dalam hidupnya.Apabila kita bisa mengingat betapa baiknya Tuhan dalam hidup ini tidak ada yang bisa kita perbuat untuk membalas kebaikanNya selain hanya pujian dan penyembahan yang selayakya kita haturkan sebagai rasa syukur kita. Amin!
Puji-pujian kepada TUHAN akan menjadi PAGAR YANG MENJAGA berkat TUHAN atas hidup kita.