Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
#Renungan Malam
Bismillahirrahmanirrahim.
Malam ini kembali mata tak dapat terpejam, setelah rentetan bayangan hitam terus menganggu pikiran & bau busuk menyengat di telapak tangan kiri meski sudah dicuci berulangkali.
Namun, bau hilang dalam sehari & saya pun jatuh sakit.
Mungkin ada yg harus kutuliskan supaya sehat kembali. Menulis tentang pandemi Covid-19, misalnya.
Setiap musuh Tuhan yg mengaku "tak ber-Tuhan" melancarkan tendangan dengan menciptakan virus mematikan bernama Sars Covid-19 yg konon sebetulnya virus ini sudah ada sejak ratusan tahun yg lalu, sekarang entah mengapa dapat bangkit dari mati suri, lalu terlepas lagi & merajalela membunuh para mangsa tanpa pandang beragama apa pun.
Namun, beribu aksi dilakukan oleh musuh Tuhan yg mencoba menandingi kuasa-Nya. Banyak umat yg mengembuskan napas karena virus ini. Mereka tak pernah dapat berpikir bahwa Tuhan begitu mudahnya memerintah virus manapun untuk jadi pasukan-Nya.
Senjata itu akan berbalik "memperingati" para musuh-Nya yg tiada ber-Tuhan. Hanya untuk menunjukkan kepada dunia, bukankah Tuhan sudah memberi kita peringatan sejak ribuan tahun lalu?
Bagaimana Tuhan mengutus burung ababil untuk melenyapkan tentara gajah saat akan menghancurkan kota Mekkah?
Bagaimana Tuhan mengutus air bah untuk menenggelamkan kaum Nabi Nuh yg ingkar?
Bagaimana Tuhan merajam kaum nabi Luth yg ingkar dengan menjatuhkan batu api panas dari atas gunung yg meletus di negeri Sodom?
Bagaimana Tuhan memerintahkan air Laut untuk menenggelamkan Firaun beserta para pengikutnya?
Bagaimana Tuhan sanggup mendharapkan api yg membakar tubuh Nabi Ibrahim di hadapan Raja Nambruz & pengikutnya?
Bagaimana Tuhan memerintahkan melenyapkan kota-kota "tanpa Tuhan" dalam sekali tiupan hingga seperti helaian kapas tiada arti?
Beribu umat-Nya yg mati akan tetap mati dalam keadaan baik.
Itu janji-Nya bagi manusia yg beriman pada-Nya.
Tuhanku adalah Allah. Sang Maha dari yg maha. Sang Pemilik Skenario Terbaik sepanjang masa, yg tak pernah ingkar dengan janji-Nya. Sang Maha Raja Pemilik bumi & alam semesta. Atas perintah-Nya lah semua dapat bergerak & bernapas.
Sehelai daun saja terjatuh, sudah dihitung se-per sekian detik & jatuhnya di manapun sudah tertulis di Lauhul Mahfuz. Termasuk merajalelanya virus ini.
Apakah kita akan tetap sering ingkar pada-Nya?
Mulut dapat komat-kamit berkata merindukan Ramadan. Namun, apakah bila Allah enyahkan pandemi ini, kita akan berubah 180 derajat untuk beribadah pada-Nya atau kembali melupakan ajaran Allah & asyik memeluk dunia beserta isinya yg memabukkan?
Allah beri 14 hari untuk berpikir tetapi kita tetap lebih mensayangi keluarga, harta & pekerjaan!
Allah beri waktu sebulan untuk kita mengingat, tetapi kita tetap lupa pada-Nya!
Tak sedikit pun bertaubat. Tak sedikit pun berubah. Padahal semua sudah ditunjukkan atas kuasa-Nya sebagai pemilik dari kerajaan langit & bumi!
Padahal Allah sangat gampang untuk mengubah virus Covid-19 ini cuma seperti virus flu biasa.
Pada-Mu saya berlindung dari dibisukannya berita tentang-Mu.
Pada-Mu saya berlindung dari ditulikannya telinga untuk tak mendengar peringatan-Mu.
Pada-Mu saya berlindung dari segala kejahatan setan & manusia dengan semua triknya yg tak kasat mata untuk membutakan setiap mata supaya tak melihat Kebesaran-Mu.
Pada-Mu saya berlindung saat Dajjal datang & memenjarakan hati yg buta & telinga yg tuli.
Kekuasaan-Mu yg Maha Agung.
Tak dapat dibandingkan dengan andad-andad yg lain.
Hanya Engkau yg patut kudengar & kutaati.
Ashadualla illahaillallah Waashaduanna Muhammad rasulullah
Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah & Nabi Muhammad utusan-Nya
Saksiku disaksikan oleh dua malaikat. Disaksikan oleh bumi beserta isinya. Disaksikan oleh ikan-ikan di lautan, semut-semut, gunung-gunung yg bergetar, & seluruh malaikat yg mendoakan dari atas langit.
Semoga tulisan ini dapat menghapus dosa-dosaku yg sudah lalai pada-Mu.
Sumber : hasil merenung pribadi. Hari ini 03:22
Bismillahirrahmanirrahim.
Malam ini kembali mata tak dapat terpejam, setelah rentetan bayangan hitam terus menganggu pikiran & bau busuk menyengat di telapak tangan kiri meski sudah dicuci berulangkali.
Namun, bau hilang dalam sehari & saya pun jatuh sakit.
Mungkin ada yg harus kutuliskan supaya sehat kembali. Menulis tentang pandemi Covid-19, misalnya.
Setiap musuh Tuhan yg mengaku "tak ber-Tuhan" melancarkan tendangan dengan menciptakan virus mematikan bernama Sars Covid-19 yg konon sebetulnya virus ini sudah ada sejak ratusan tahun yg lalu, sekarang entah mengapa dapat bangkit dari mati suri, lalu terlepas lagi & merajalela membunuh para mangsa tanpa pandang beragama apa pun.
Namun, beribu aksi dilakukan oleh musuh Tuhan yg mencoba menandingi kuasa-Nya. Banyak umat yg mengembuskan napas karena virus ini. Mereka tak pernah dapat berpikir bahwa Tuhan begitu mudahnya memerintah virus manapun untuk jadi pasukan-Nya.
Senjata itu akan berbalik "memperingati" para musuh-Nya yg tiada ber-Tuhan. Hanya untuk menunjukkan kepada dunia, bukankah Tuhan sudah memberi kita peringatan sejak ribuan tahun lalu?
Bagaimana Tuhan mengutus burung ababil untuk melenyapkan tentara gajah saat akan menghancurkan kota Mekkah?
Bagaimana Tuhan mengutus air bah untuk menenggelamkan kaum Nabi Nuh yg ingkar?
Bagaimana Tuhan merajam kaum nabi Luth yg ingkar dengan menjatuhkan batu api panas dari atas gunung yg meletus di negeri Sodom?
Bagaimana Tuhan memerintahkan air Laut untuk menenggelamkan Firaun beserta para pengikutnya?
Bagaimana Tuhan sanggup mendharapkan api yg membakar tubuh Nabi Ibrahim di hadapan Raja Nambruz & pengikutnya?
Bagaimana Tuhan memerintahkan melenyapkan kota-kota "tanpa Tuhan" dalam sekali tiupan hingga seperti helaian kapas tiada arti?
Beribu umat-Nya yg mati akan tetap mati dalam keadaan baik.
Itu janji-Nya bagi manusia yg beriman pada-Nya.
Tuhanku adalah Allah. Sang Maha dari yg maha. Sang Pemilik Skenario Terbaik sepanjang masa, yg tak pernah ingkar dengan janji-Nya. Sang Maha Raja Pemilik bumi & alam semesta. Atas perintah-Nya lah semua dapat bergerak & bernapas.
Sehelai daun saja terjatuh, sudah dihitung se-per sekian detik & jatuhnya di manapun sudah tertulis di Lauhul Mahfuz. Termasuk merajalelanya virus ini.
Apakah kita akan tetap sering ingkar pada-Nya?
Mulut dapat komat-kamit berkata merindukan Ramadan. Namun, apakah bila Allah enyahkan pandemi ini, kita akan berubah 180 derajat untuk beribadah pada-Nya atau kembali melupakan ajaran Allah & asyik memeluk dunia beserta isinya yg memabukkan?
Allah beri 14 hari untuk berpikir tetapi kita tetap lebih mensayangi keluarga, harta & pekerjaan!
Allah beri waktu sebulan untuk kita mengingat, tetapi kita tetap lupa pada-Nya!
Tak sedikit pun bertaubat. Tak sedikit pun berubah. Padahal semua sudah ditunjukkan atas kuasa-Nya sebagai pemilik dari kerajaan langit & bumi!
Padahal Allah sangat gampang untuk mengubah virus Covid-19 ini cuma seperti virus flu biasa.
Pada-Mu saya berlindung dari dibisukannya berita tentang-Mu.
Pada-Mu saya berlindung dari ditulikannya telinga untuk tak mendengar peringatan-Mu.
Pada-Mu saya berlindung dari segala kejahatan setan & manusia dengan semua triknya yg tak kasat mata untuk membutakan setiap mata supaya tak melihat Kebesaran-Mu.
Pada-Mu saya berlindung saat Dajjal datang & memenjarakan hati yg buta & telinga yg tuli.
Kekuasaan-Mu yg Maha Agung.
Tak dapat dibandingkan dengan andad-andad yg lain.
Hanya Engkau yg patut kudengar & kutaati.
Ashadualla illahaillallah Waashaduanna Muhammad rasulullah
Aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah & Nabi Muhammad utusan-Nya
Saksiku disaksikan oleh dua malaikat. Disaksikan oleh bumi beserta isinya. Disaksikan oleh ikan-ikan di lautan, semut-semut, gunung-gunung yg bergetar, & seluruh malaikat yg mendoakan dari atas langit.
Semoga tulisan ini dapat menghapus dosa-dosaku yg sudah lalai pada-Mu.
Sumber : hasil merenung pribadi. Hari ini 03:22