Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bangsa Indonesia adalah bangsa yg hebat & besar, dongeng kita sebelum tidur pun sering di dendangkan dengan kisah the great empires. Sebuah kisah yg membakar gelora kaum muda bahwa bangsa yg akbar ini mempunyai harga diri yg tinggi.
Berjalannya waktu, hingga dari zaman ke zaman bangsa ini terpuruk di tangan kolonialisme. Sebuah masa kelam yg jadi bagian dari sejarah, hingga akhirnya kita mencapai kemerdekaan dari banyak pemuda sebagai pendiri bangsa Indonesia, yg harga dirinya merasa terinjak oleh aksi penjajahan.
Walau harus dengan bantuan sang penguasa baru yaitu pax Americana, yg sudah sukses meluluh lantakkan Jepang dengan sebuah teknologi atom.
Tanpa ada bantuan pemuda yg memaksa Sukarno untuk proklamasi setelah Jepang luluh lantak, mungkin kita akan menunggu nasib di tangan para samurai itu. Bukan rahasia lagi Sukarno sudah mengadakan perjanjian oleh mereka & akan dihadiahi kemerdekaan oleh Jepang.
Ini terlihat pada BPUPKI dibentuk lebih dahulu oleh Jepang pada 29 April 1945.
Lalu menjelang kemerdekaan, BPUPKI dibubarkan & diganti dengan PPKI yg dibentuk pada 7 Agustus 1945.
Skenario merdeka mau ada atau tidaknya bom atom oleh Amerika, kemungkinan akbar sudah di gagas oleh kedua belah pihak. Terihat saat itu bung Karno berada di garda terdepan untuk pengerahan tenaga romusha, ini juga bukan cerita kosong.
Namun harga diri bangsa terusik, kalau mengikuti PPKI berarti kemerdekaan Indonesia hadiah dari Jepang. Maka di putuskanlah 17 agustus 1945 sebagai lahirnya negara baru yg bernama Indonesia.
Ok kita tutup cerita sejarahnya, lalu saat ini, hari ini & detik ini dimana harga diri bangsa kita?
Hilang diterpa oleh wabah corona, bangsa kita seakan lupa dengan cita-cita para leluhur bangsa yg berjuang hingga tertumpah darahnya cuma untuk tanah airnya tegak berdiri.
Terlihat saat ini banyak pejabat tinggi di tanah air cuma memikirkan perut sendiri, keluarganya sendiri, tak peduli lagi dengan nasib bangsa maka jangan heran kalau korupsi uang negara bukannya malu malah merasa pahlawan, menebar senyuman hingga melambaikan tangan.
Berbeda dengan Jepang yg rasa malunya tinggi hingga rela hara kiri demi sebuah harga diri, di Indonesia justru sebaliknya.
Rasa malu kita sudah hilang, apalagi di tengah wabah corona terbukalah sistem negara ini dimana setiap institusi tidak bekerja dengan satu perintah. Semua memikirkan dalam ruang lingkup sektornya masing-masing. Maka banyak kebijakan lahir saling menyalahkan, harusnya para pemimpin ini malu & intropeksi diri. Tapi nampaknya hal itu tak akan pernah terjadi, di negara yg melindungi para koruptor memang akan susah mencari jati diri.
Rasa malu & harga diri bangsa ini memang jadi pertanyaan, masih ada atau sudah hilang?
Sebuah pertanyaan yg sangat sulit di jawab, karena kita terlalu bangga dengan dosa-dosa. Dari masyarakat kecil sudah ditanamkan hal itu, bila berbuat dosa itu termasuk hal keren. Contoh simplenya tawuran, semenjak di sekolah lingkungan pemuda sering ditanamkan hal kebodohan yg dinilai mereka itu hal yg membanggakan, keren & terlihat millenial.
Mereka tak malu ketika tertangkap polisi, malah seakan harap menunjukkan eksistensi diri "ini loh gw". Maka sekelas pejabat pun cuma tertawa & senyum ketika tertangkap oleh KPK adalah didikan dari kultur pendidikan yg tak terlihat.
Belum lagi di masyarakat juga ada keharapan yg super aneh, yaitu harap tenar cepat & bangga dengan dirinya. Di zaman serba digital hal inipun terpenuhi, mereka yg eksis di IG, Tik Tok, Youtube, & banyak applikasi lain semua berlomba harap tenar, harap dilihat orang, harap disanjung, harap prestise yg tinggi.
Untuk mencapai tujuan itu rasa malu terkadang harus di putus, maka lihat saat ini hasilnya degradasi dari rasa malu menimbulkan hilangnya harga diri. Banyak sekali aib di umbar di ranah medsos, bukan malu tetapi bangga.
Jadi masih harap seperti ini atau perubahan? Berubah secara radikal harus potong satu generasi & ini berarti genosida, namun berubah secara perlahan lebih mudah yaitu di mulai dari diri sendiri, keluarga & lingkungan sekitar.
Tanamkan rasa malu, tanamkan harga diri kita ini manusia punya jiwa yg lebih mulia dari mahluk hidup lainnya.
Salam, saya c4punk see u next thread
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2020
referensi : klik, klik
Pic : google
GIF