effie
IndoForum Staff Personnel
- No. Urut
- 601
- Sejak
- 17 Apr 2006
- Pesan
- 8.576
- Nilai reaksi
- 353
- Poin
- 83
Orang yang tidak rendah hati, tidak akan belajar karena ia menganggap telah mengetahui semuanya, ia yang terpelajar akan rendah hati.
Kita menemukan bahwa kerendahan hati yang palsu dapat berkembang menjadi keadaan sedemikian rupa hingga orang bisa merasa benar-benar rendah hati. Hal itu bisa sangat menakutkan. Kadang-kadang kita secara tidak sengaja menjadi korban hal ini.
Beberapa orang dari kita diwaktu tertentu dalam hidup ini dituduh tidak cukup rendah hati dan tulus. Oleh karena nya ada orang yang belajar terlalu cepat dan terlalu keras untuk menjadi rendah hati dan tulus, tanpa perhatian yang cukup dan benar.
Yang saya maksudkan dengan perhatian yang tidak cukup dan kurang dalam adalah, bahwa perhatian orang seperti itu hanya cukup untuk menjaga pikiran dan perbuatannya terhadap orang lain.
Perhatian itu belum menembus kedalam pikirannya sendiri. Ia bisa benar-benar rendah hati, namun hanya dengan tujuan untuk memberikan impressi yang baik. Dan niat untuk memberikan kesan baik ini terasa seperti " aktualisasi diri " yang sehat. Padahal ini adalah kesombongan yang merupakan hambatan bagi pengembangan iman kita.
Orang menjadi tidak jujur kepada diri sendiri dan dunia tanpa menyadarinya.
Alangkah indahnya jika kita melihat sosok yang menyenangkan secara alamiah, dari diri kita, betul-betul damai dan menyegarkan.
Jadi selain menjadi rendah hati sepanjang hidup, apalagi yang ingin kita lakukan kepada diri kita ?
Kita menemukan bahwa kerendahan hati yang palsu dapat berkembang menjadi keadaan sedemikian rupa hingga orang bisa merasa benar-benar rendah hati. Hal itu bisa sangat menakutkan. Kadang-kadang kita secara tidak sengaja menjadi korban hal ini.
Beberapa orang dari kita diwaktu tertentu dalam hidup ini dituduh tidak cukup rendah hati dan tulus. Oleh karena nya ada orang yang belajar terlalu cepat dan terlalu keras untuk menjadi rendah hati dan tulus, tanpa perhatian yang cukup dan benar.
Yang saya maksudkan dengan perhatian yang tidak cukup dan kurang dalam adalah, bahwa perhatian orang seperti itu hanya cukup untuk menjaga pikiran dan perbuatannya terhadap orang lain.
Perhatian itu belum menembus kedalam pikirannya sendiri. Ia bisa benar-benar rendah hati, namun hanya dengan tujuan untuk memberikan impressi yang baik. Dan niat untuk memberikan kesan baik ini terasa seperti " aktualisasi diri " yang sehat. Padahal ini adalah kesombongan yang merupakan hambatan bagi pengembangan iman kita.
Orang menjadi tidak jujur kepada diri sendiri dan dunia tanpa menyadarinya.
Alangkah indahnya jika kita melihat sosok yang menyenangkan secara alamiah, dari diri kita, betul-betul damai dan menyegarkan.
Jadi selain menjadi rendah hati sepanjang hidup, apalagi yang ingin kita lakukan kepada diri kita ?
