• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Renangi Sungai Amazon demi Pesan Perdamaian

Handyplast

IndoForum Beginner D
No. Urut
10814
Sejak
29 Jan 2007
Pesan
608
Nilai reaksi
219
Poin
43
MARTIN STREL, Renangi Sungai Amazon demi Pesan Perdamaian
Sabtu, 03/02/2007
2007.02.03.news.mirel.jpg


Piranha,buaya,dan anakonda bakal menjadi ancaman nyawa Strel selama berenang.Namun demi pesan perdamaian, itu bakal jadi tantangan yang ingin dia patahkan.

DIA berhasil menaklukkan Sungai Danube di Eropa,Yangtze di China dan Mississippi di Amerika Serikat. Sekarang, Strel ingin menjajal nyali dan kemampuannya menaklukkan keganasan sungai terpanjang kedua di dunia, Sungai Amazon di Amerika Selatan. Padahal, Strel telah mencatatkan diri di Guinness Book of World Records atas prestasinya menaklukkan tiga sungai besar tersebut. Namun bagi pria asal Slovenia ini, semua itu masih belum cukup. Ini karena menaklukkan Sungai Amazon merupakan salah satu impian terbesarnya.

Serangkaian prestasi menaklukkan sungai besar di dunia ini dimulai pada 2000.Saat itu,Strel berhasil menaklukkan Sungai Danube yang berjarak 3.000 km.Dua tahun kemudian,dia menyusuri Sungai Mississippi. Terakhir pada 2004, Strel mengarungi Sungai Yangtze yang berjarak 4.000 km. Sosok kelahiran1 Oktober 1954 di Yugoslavia ini sebenarnya sadar akan bahaya yang akan dihadapinya di sungai sepanjang 5.430 km tersebut. Sungai ini dipenuhi dengan makhluk hidup berbahaya seperti, ikan piranha, buaya, anakonda, serta berbagai parasit mematikan lainnya.

Misi penaklukan ini bukan hanya sebuah misi menantang, melainkan lebih tepat jika disebut misi berbahaya, mengingat demikian banyak rintangan yang dapat terjadi secara tak terduga dan mengancam nyawa Strel. ”Tentu saja saya khawatir akan hal itu.Namun jika terus berpikiran seperti itu, saya tidak akan dapat menaklukkan sungai tersebut,” katanya. Untuk itulah, raja renang maraton berusia 52 tahun ini bertekad melanjutkan ambisi besarnya. ”Saya akan menaklukkan sungai itu atau mati di situ.

Saya mungkin bisa mati di situ, tetapi bukan itu niat saya,”tambahnya. Mantan pelatih gitar di Akademi Musik di Slovenia ini memulai perjalanannya pada 1 Februari lalu di Atalaya,Peru.Rencananya, Strel mengarungi sungai ini selama 70 hari menempuh 85 km per hari dan akan tiba di Samudra Atlantik di Belem,Brasil. Di samping ingin membuktikan nyali serta ketangguhannya, Strel sebenarnya memiliki motivasi lain yang jauh lebih mulia. Dengan usahanya, dia ingin menggugah perhatian masyarakat untuk menyelamatkan hutan hujan dunia, ekosistem,dan penduduk aslinya. Selain itu, jika berhasil, dia ingin keberhasilannya ini dijadikan sebuah pesan.

”Saya ingin membuktikan apa yang manusia dapat lakukan. Saya ingin membuktikan apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin,”kata perenang maraton profesional yang memulai kariernya sejak 1978 ini. Dia juga ingin keberhasilannya nanti dapat menginspirasi banyak kalangan, termasuk politikus dunia bahwa mewujudkan perdamaian di dunia merupakan sebuah keniscayaan, seperti di Timur Tengah misalnya.”Saya ingin menjadi contoh motivasi bagi banyak orang bahwa masalah dapat dipecahkan,” tandasnya percaya diri.

Strel sudah sejak lama mempersiapkan diri untuk misi ini.Dia mempelajari Amazon sejak dua tahun silam, menyusurinya menggunakan pesawat dan perahu selama empat bulan.Tentu saja dia tidak ingin mati konyol tanpa ada persiapan matang. Meski demikian, dia tetap berkata, ”Tidak ada seorang pun yang benar-benar tahu apa yang terjadi di dalam sungai.” Strel didukung sebuah tim berjumlah puluhan orang, termasuk pelatih, dokter, serta kru film untuk mengabadikan petualangan ini.Tim ini bertugas menjauhkan ancaman binatang berbahaya yang dapat mencelakai Strel ketika berenang. Tim dokter pun terus mengawasi kondisi fisik Strel melalui kamera dan alat pendeteksi jantung.

Tim pendamping di perahu selalu siap sedia dengan seember darah segar yang sewaktu-waktu harus dilemparkan ke sungai untuk mengalihkan perhatian piranha atau makhluk berbahaya lain yang akan menyerang Strel. Selama berenang, Strel harus dapat mampu menahan mengeluarkan cairan urine yang dapat menarik perhatian ikan-ikan berbahaya. Selain itu, sebagai tindakan pencegahan, Strel menggunakan pakaian renang khusus dan krim yang dapat melindunginya dari binatang-binatang tersebut. Dihadapkan kenyataan-kenyataan ini, Strel sempat mendapat peringatan dari penduduk lokal bahwa dia tidak akan berhasil.Namun, tekadnya sudah bulat.

Dia beralasan penduduk lokal mengatakan seperti itu karena mereka tidak pernah mencoba menaklukkan Amazon. ”Mereka takut karena mereka menghormati Sungai Amazon. Jadi, mereka tidak berenang di sana,” tandasnya. Dalam menghadapi kemungkinan bahaya yang dapat menyebabkan penderitaan fisik baginya, Strel ternyata sudah tertempa sejak masih kecil.”Ketika masih kecil, saya sering dipukuli orangtua dan kepala sekolah saya.Tidak dapat dimungkiri, itu semua telah membuat saya dapat menahan dan mengalahkan rasa sakit,” aku Strel di dalam website-nya. (berbagai sumber/tri subhki r)
 
Tim pendamping di perahu selalu siap sedia dengan seember darah segar yang sewaktu-waktu harus dilemparkan ke sungai untuk mengalihkan perhatian piranha atau makhluk berbahaya lain yang akan menyerang Strel. Selama berenang, Strel harus dapat mampu menahan mengeluarkan cairan urine yang dapat menarik perhatian ikan-ikan berbahaya. Selain itu, sebagai tindakan pencegahan, Strel menggunakan pakaian renang khusus dan krim yang dapat melindunginya dari binatang-binatang tersebut. Dihadapkan kenyataan-kenyataan ini, Strel sempat mendapat peringatan dari penduduk lokal bahwa dia tidak akan berhasil.Namun, tekadnya sudah bulat.
sungai sepanjang 5.430 km
wkwkwkw ga kencing berenang sgitu panjang /heh /heh
manusia ikan nih
 
wew hebat bener tuh /no1 salut gue dengan tuh orang /no1
 
swt... uda punya TekBal kali tuh orang... /...
 
nggak di habisan ikan piranha tuh /swt
 
kan ada yg nyebarin darah biar bukan dia yg d santap /no1
 
ikan piranha kan ikan terganas mbak /swt
 
makanay itu untuk menghalangi apabila ada buaya or ikan piranha lgsg deh disiramkna beberapa ember darah hewan agar perhatianya lgsg bukan ke tuh orang /no1
 
wew dasar loe pura pura ga ngarti biar bisa ngepost /gg

btw ternyata halangannya bukan ikan buas alho sinar matahari yg panas membuat wajah tuh orang terbakar sampe hitam /gg
 
bukan pura2 tapi gue memang nggak mudek larrr /gg/gg/gg
 
klo buat nahan panasnya matahari pake apaan ya tuh orang /? /?
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.