• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Remaja Pemberontak itu Kini Calon Raja Belanda

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
4wiJm.jpg
Ratu Beatrix dari Belanda telah mengumumkan kepada dunia akan turun tahta dalam waktu dekat. Dia juga mengumumkan akan mewariskan tahta kepada putranya, Pangeran Willem-Alexander.
Calon raja Belanda yang kerap dijuluki "Pangeran Orange" ini kontan menjadi sorotan media di seluruh dunia, karena ini merupakan kali pertama negeri tulip itu akan dipimpin seorang raja sejak terakhir kali pada tahun 1890.

Willem-Alexander, lahir pada 27 April 1967 di Utrecht, merupakan putra pertama Ratu Beatrix dan suaminya, Pangeran Claus. Masa muda Pangeran Willem banyak dihabiskan di Istana Drakensteyn bersama kedua adiknya, Pangeran Johan Friso dan Pangeran Constantijn.

Ratu Beatrix bersikeras membesarkan dan mendidik anak-anaknya sama seperti anak-anak seusia Willem pada umumnya. Itu sebabnya para staf di istana diminta untuk memanggil Willem hanya dengan nama depannya saja hingga dia berusia 16 tahun.

Willem muda pun tidak disekolahkan ke sekolah khusus bangsawan Belanda. Sang Ibu memilih menyekolahkannya ke Protestant Grammar School di Hague. Di tempat ini Willem berkesempatan berkenalan dengan anak-anak seusianya dari beragam latar belakang.

Remaja Pemberontak
Menginjak masa remaja, Willem turut memiliki permasalahan dengan orang tuanya dan menjadi sosok pemberontak. Tidak bisa diatur, dia kemudian dikirim ke Atlantic College dekat Cardiff untuk mengikuti pendidikan singkat selama dua tahun.

Dalam wawancara di sebuah stasiun televisi, Willem mengakui bahwa dia dan orangtuanya memiliki masalah pada waktu itu. "Jadi memang sebaiknya kami berpisah untuk sementara waktu," ujar Willem kala itu.

Willem kemudian melanjutkan kuliah dengan mengambil jurusan sejarah di Leiden University pada tahun 1987 setelah menyelesaikan wajib militer di Royal Netherlands Navy. Gelar sarjana berhasil diraihnya pada 1993.

Alih-alih menjadi sejarawan, Willem lebih tertarik kembali ke dunia militer. Dia pun memilih menjadi pilot di angkatan bersenjata Belanda. Setelah berhasil meraih sertifikasi menerbangkan pesawat militer, Willem kemudian menghabiskan waktu beberapa bulan di Netherlands Defence College. Kemampuannya sebagai pilot teruji ketika menerbangkan pesawat yang membawa bantuan misi kemanusiaan di Kenya.

Selain memiliki minat yang besar di dunia militer, Willem juga tertarik pada pengelolaan air di Eropa Timur. Dia bahkan menjadi anggota kehormatan World Commission on Water di abad 21 dan anggota Global Water Partnership, sebuah badan yang dibentuk bunk Dunia, PBB dan Kementerian
Kerjasama Pembangunan Swedia.

Di tahun 1999, pangeran berambut pirang ini bertemu dengan wanita yang kelak akan menjadi istrinya di sebuah pesta yang diselenggarakan oleh teman dekatnya. Di pesta tersebut, Willem langsung merasakan ketertarikan kepada Maxima, ahli ekonomi asal Argentina yang bekerja di Deutsche bunk, New York.

Pada Maret 2001, pasangan ini kemudian mengumumkan pertunangan mereka. Walaupun terdapat kontroversi pada ayah Maxima, yang merupakan seorang menteri selama pemerintahan militer yang brutal, namun itu tidak menghalangi rakyat Belanda mencintai ratu masa depan Negeri Kincir Angin tersebut. Maxima sukses merebut hati rakyat Belanda.

Pada Februari 2002, mereka pun akhirnya menikah. Tidak lama berselang, pada 7 Desember 2003, putri pertama mereka, Catharina-Amalia, lahir. Disusul kelahiran putri kedua mereka pada Juni 2005, yang diberi nama Alexia Juliana.

Kini pangeran pemberontak yang awalnya segan mewarisi tahta Ratu Beatrix itu bersiap menjadi pewaris selanjutnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.