• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Relokasi Warga Akan Berlanjut

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
cK64b.jpg
Relokasi warga terkait normalisasi Sungai Ciliwung sebagai upaya penanganan banjir di Jakarta akan terus berlanjut. Setelah warga Kampung Pulo, dalam waktu dekat giliran warga Bukit Duri akan direlokasi. Sementara pekerjaan fisik normalisasi sudah 30 persen.

Kepala Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah DKI Jakarta Ika Lestari Aji, Senin (24/8), mengatakan, setelah Kampung Pulo, relokasi akan dilakukan di Bukit Duri, Jakarta Selatan. Pemprov DKI menyediakan rumah susun di Pulogebang dan Cipinang Besar Selatan di Jakarta Timur untuk menampung 247 warga yang terkena relokasi di Bukit Duri.

"Masih ada rencana untuk membangun rusun baru di tempat lain, selain untuk warga yang terkena normalisasi Kali Ciliwung. Prinsipnya, setelah rusun siap, warga di bantaran kali akan direlokasi," ujar Ika.

Sementara relokasi warga Kampung Pulo ke Rumah Susun Sederhana Sewa Jatinegara Barat, Jakarta Timur, masih berlangsung. Dari 520 unit yang disediakan sudah ada 456 keluarga yang menerima rusun. Sebanyak 417 keluarga sudah mengambil kunci unit.

Setelah relokasi selesai dilaksanakan, lanjut Ika, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mulai menormalisasi Sungai Ciliwung. Di tepian sungai akan dipasang sheet pile, lalu dikeruk dan dilebarkan.

Di tepi kali akan dibuat trase, lalu dibangun hunian warga. "Rusun yang dibangun kami lengkapi dengan berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, tempat usaha, tempat ibadah, dan taman. Kami sudah inventarisasi ada 34 kebutuhan dalam satu kompleks rusun," katanya.

Dinas Perumahan dan Gedung juga memberikan pelatihan kepada warga yang mulai tinggal di rusun. Diharapkan pelatihan itu bisa membantu warga yang harus menyesuaikan kehidupan di rusun.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Teuku Iskandar mengatakan, kelancaran normalisasi Sungai Ciliwung sangat bergantung pada penyelesaian relokasi warga yang terkena proyek normalisasi itu.

Sejak proyek dijalankan pada 2013, pihaknya menargetkan normalisasi Sungai Ciliwung selesai 2016, yakni dari Manggarai hingga jalan layang TB Simatupang sepanjang 19 kilometer. Namun, target itu, lanjutnya, dapat saja meleset, karena relokasi warga tak mudah.

Namun, Iskandar memberikan apresiasi atas kerja cepat Pemprov DKI merelokasi warga Kampung Pulo. Pembebasan area bantaran Sungai Ciliwung di kampung itu dapat mempercepat pekerjaan normalisasi.

Pekerjaan fisik di bantaran Sungai Ciliwung sisi Kampung Pulo akan berlangsung dari Jembatan Tong Tek hingga jalan layang Kampung Melayu sepanjang 1,9 kilometer dengan luas lahan 1,9 hektar. Pekerjaan itu ditargetkan tuntas akhir tahun ini.

Jika Bukit Duri dapat dibebaskan segera, pekerjaan fisik di bantaran yang tepat berada di seberang Kampung Pulo itu juga akan langsung dilaksanakan.

Adapun normalisasi yang telah dilaksanakan saat ini tersebar di beberapa ruas, seperti di Manggarai dan beberapa bagian di Condet.

Total panjang yang telah dinormalisasi 4 kilometer. Jika ditambah dengan normalisasi di Kampung Pulo menjadi hampir 6 kilometer atau sekitar 31 persen.

"Secara teknis, tak ada kendala pada pekerjaan fisik. Kendala utama ada pada relokasi," ujarnaya.

Bentrokan jangan terulang

Sejumlah warga Bukit Duri cemas dengan rencana relokasi. Warga khawatir relokasi warga Kampung Pulo yang dilakukan mendadak dan diiringi pembongkaran paksa bangunan terulang.

"Kami tak mungkin melawan. Kami hanya ingin diperlakukan secara manusiawi," kata Jack Sandy, Ketua RT 005 RW 012.

Dia menjelaskan, ada 170 keluarga atau 600 warga di wilayahnya yang akan terdampak normalisasi sungai. Warga berharap Pemprov DKI Jakarta membuka ruang dialog sebelum relokasi dilakukan.

M Youce, Lurah Bukit Duri, menuturkan, ada 247 bidang lahan di wilayahnya yang akan dipakai untuk normalisasi Sungai Ciliwung. "Sesuai data inventaris ada 247 bidang lahan yang akan terpakai. Dari jumlah itu, hanya 11 bidang yang dilengkapi sertifikat," kata Youce.

Menurut dia, relokasi warga akan dilakukan setelah Pemprov DKI menyiapkan rusun. "Belum tahu kapan pelaksanaannya," katanya.

Camat Tebet Mahludin mengatakan, berkaca dari kasus relokasi warga di Kampung Pulo, pihaknya berusaha agar relokasi di Bukit Duri berlangsung lancar. di Kecamatan Tebet ada tiga kelurahan yang akan terkena dampak normalisasi Sungai Ciliwung, yakni Bukit Duri, Manggarai, dan Kebon Baru.

Warga di bantaran Sungai Cakung Drain, Jakarta Utara, juga selalu mempertanyakan rencana pembongkaran bangunan. Pasalnya, wacana itu telah lama bergulir tetapi tak kunjung direalisasikan.

Camat Cilincing Wawan Budi Rohman menyampaikan, saat melakukan sosialisasi, warga selalu bertanya kepastian pembongkaran. Namun, pihaknya belum bisa memberi jawaban karena hal tersebut merupakan wewenang pemerintah provinsi.

Adapun warga Kampung Pulo mengaku dijanjikan mendapat ganti rugi atas pemindahan mereka tetapi tidak dipenuhi sehingga terjadi bentrokan. Cholili, tokoh masyarakat RW 003 Kampung Pulo, dalam jumpa pers di YLBHI Jakarta, Minggu, menyayangkan bentrokan yang terjadi akibat tindakan represif aparat dan pengingkaran janji.

Eko Prasetyo (22), korban penganiayaan satpol PP saat bentrokan pecah terkait normalisasi Kali Ciliwung, kini berangsur pulih. Sujono, ayah Eko, mengatakan, anaknya sudah mulai sadar meski masih dirawat di ICU.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.