Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Posko Pengungsian Desa Banyurojo
dok.tim sister village
Dicoretan saya kali ini saya harap mengangkat kisah beberapa relawan yg jarang terekspos atau bahkan tidak pernah terlihat tetapi jasanya juga tidak dapat diremehkan. Karena kegiatan di posko pengungsian mejadi lebih lancar, tanpa mengecilkan jasa relawan yg lain tentu saja, ya.
1. Koki
koki ini tentu sangat berjasa ya, di posko pengungsian karena tanpa mereka tentu saja para pengungsi & relawan yg berada di posko akan kelaparan. Koki ini ada beberapa orang yg diberi tugas pokok untuk sering isap memasak menu mkaann untuk posko untuk makan sehari 3x. makan pagi sudah siap jam 7.30 pagi jadi mulai sibuk i dapur biasa biasanya mereka jam 4.30 pagi, makan siang jam 12.30 & untuk makan maam jam 28.30. disela - sela jam makan mereka masih menyiapkan atau menyediakan makanan tambahan atau camilan. Selain koki utama juga tetap ada yg menolong dari Desa Banyurojo sendiri grup PKK Desa Banyurojo & dari warga Babadan sendiri turut berpartisipasi digilir setiap jadwal masing - masing RT mengirimkan 3 personil. Siapa saja kru koki utama ?
Mereka adalah warga Saragan yg dengan suka rela menolong di dapur biasa posko yaitu bu adang (Risna), bu naning & bu yati (sayur & lauk).
Coretan ini sebagai rasa terimakasih karena sudah mau bersusah payah di posko pengungsian
dok.tim sister village
Selain memasak kadang kala, mencuci perabot masaknya juga tak apa - apa
dok.tim sister village
2. Pak Perkap
pak perkap atau nama lainnya pak widi, ini yg sering siap bila ada bantuan untuk mencari kebutuhan perlengkapan di posko pengungsian. Misal instalasi listrik dibutuhkan pak widi dengan sigap siap melaksanakan tugasnya.
Ada kisah dari pak perkap ini saat di posko pengungsian tentang kesigpannya memnyelesaikan tugasnya yaitu saat mati lampu terjadi di posko pengungsian dengan cuma bantuan senter hp mberjuang merangkai kabel listrik dihubungkan dengan mesin diesel yg ada. Supaya suplai listrik kembali ada & posko pengungsian kembali terang benderang.
dok. regu sister village
dok.tim sister village
3. Pak Ogah
Pak Ogah ini tidak sama dengan pak ogah yg biasanya di jalan raya menjaga lalu lintas yg mau menyeberang jalan terus dapat rupiah tetapi dengan suka rela & ikhlas tanpa paksaan menolong mengatur lalu lintas di posko pengungsian. Pak ogah atau nama sebenarnya pak usman kesehariannya sebelum ada posko pengungsian bertugas sebagai penjaga malam di kantor Desa Banyurojo. Dan tugasnya bertambah menolong mengatur lalu lintas di depan kantor Desa Banyurojo yg kadang ramai supaya tidak terjadi kemacetan.
Inilah pak Usman yg berjasa juga menjaga keselamtan orang yg mau menyeberang jalan di depan posko pengungsian
dok.tim sister village
4. Penjaga pos pengungsian
Posko pengungsian tentu membutuhkan penjagaan selama 24 jam non stop untuk mejaga keamanannya. Selain ada di depan sebagai penjaga tamu yg datang wajib lapor juga ada penjaga yg stand by di malam hari. Ada banyak personil yg terlibat & yg terpajang ini cuma beberapa personil saja. Ada yg menjaga pos di depan (pos 1), pos di samping (pos 2), pos belakang (pos 3).
Bukan tidak menghargai mereka yg tidak termuat di sini ya , ini HANYA SEBAGAI KENANG - KENANGAN BAHWA KITA PERNAH SATU RASA DAN SATU TEMPAT BERSAMA SAUDARA BABADAN.
Beberapa personil, yg tertangkap kamera "pak jepret"
dok.tim sister vilage (piket pagi atau siang)
Duet maut penjaga malam di posko pengungsian bagian logistik, pak muin & mas heri & merupakan anggota linmas juga. Terimakasih mas heri yg sudah dengan suka rela menolong dapur biasa juga, jam 3 pagi "daden geni" (menyiapkan tungku buat memasak sarapan pagi).
dok.tim sister village (piket malam)
4. Pak Jepret
Duet duo fotoghrafer inilah yg menjadikan dokumentasi dari posko pengunngsian Desa Banyurojo ini jadi lengkap. Ya, berkat jasanya momen - momen penting di posko pengungsian Desa Banyurojo dapat diabadikan. Sebagian akbar foto dokumentasi yg ada di posko pengungsian adalah hasil karyapak jepret. Pak Jepretini adalah tak lain & ta bukan Pak Agus talenta dan Pakde Wotok. Terimakasih, salut buat "pak jepret".
Tidak selamanya "pak jepret"itu berada di belakang layar ya, kadang - kadang perlu juga dong, nampang.
Berikut duo "pak jepret" yg berada di balik layar
dok.tim sister village (pak agus talenta)
dok.tim sister village (pakde wotok)
Coretan ini saya buat bukan untuk mengagungkan siapa yg lebih berjasa dalam maupun yg tidak tergabung tim sister village di posko pengungsian Desa Banyurojo, karena semua RELAWANKU ADALAH PAHLAWANKU DAN SAUDARAKU.
Mari, bersama - sama saling bahu membahu menciptakan saudara dari Desa Paten, Dusun Babadan merasa nyaman di posko pengungsian.
Menyambut tamu dengan baik adalah pahala
Dan teman - teman relawan yg tidak saya sebut di coretan saya, bukan berarti jasa teman - teman relawan tidak dihargai. Coretan ini cuma sebagai perwakilan rasa terimakasih atas jasa para relawan yg sudah dengan suka rela & ikhlas menolong di posko pengungsian.
Tugas masih menanti teman - teman Relawan, Pahlawanku, Saudaraku karena Gunung Merapi yg berada di Pulau Jawa ini belum berhenti mengerjakan aktivitasnya. gunung berapi ini masih aktif terus hingga sekarang & masih menunjukkan siaga level 3. Tidak tahun ini dapat juga 10 tahun yg akan datang karena begitulah siklusnya.
Babadan - Banyurojo Bersatu Bersama
Semoga semua kondusif terkendali & tidak ada korban jiwa. Aamiin...aamiin..aamiin...
Bagi yg penasaran dengan bagian 1 & 2 atau cerita lain di posko pengungsian, langsung klik link dibawah ini :
bagian 1 : link
bagian 2 : link
Kisah lainnya : link
sumber gambar :
tim sister village
sumber coretan:
murni opri (opini pribadi)
Magelang, Januari 2021
@ummuza
belajarbersamadapatdanterimakasih
Hari ini 18:00
dok.tim sister village
hai, halo,,,,,
Ketemu lagi dengan coretan@ummuzayang kali ini masih mengangkat kisah yg terjadi di balik posko pengungsian Desa Banyurojo bagian 3
Ketemu lagi dengan coretan@ummuzayang kali ini masih mengangkat kisah yg terjadi di balik posko pengungsian Desa Banyurojo bagian 3
Dicoretan saya kali ini saya harap mengangkat kisah beberapa relawan yg jarang terekspos atau bahkan tidak pernah terlihat tetapi jasanya juga tidak dapat diremehkan. Karena kegiatan di posko pengungsian mejadi lebih lancar, tanpa mengecilkan jasa relawan yg lain tentu saja, ya.
Untuk mengungkapkan rasa terimkasih karena sudah berkenan menolong di posko, saya buatkan coretan ini ya.
simak yukkkk
simak yukkkk
1. Koki
koki ini tentu sangat berjasa ya, di posko pengungsian karena tanpa mereka tentu saja para pengungsi & relawan yg berada di posko akan kelaparan. Koki ini ada beberapa orang yg diberi tugas pokok untuk sering isap memasak menu mkaann untuk posko untuk makan sehari 3x. makan pagi sudah siap jam 7.30 pagi jadi mulai sibuk i dapur biasa biasanya mereka jam 4.30 pagi, makan siang jam 12.30 & untuk makan maam jam 28.30. disela - sela jam makan mereka masih menyiapkan atau menyediakan makanan tambahan atau camilan. Selain koki utama juga tetap ada yg menolong dari Desa Banyurojo sendiri grup PKK Desa Banyurojo & dari warga Babadan sendiri turut berpartisipasi digilir setiap jadwal masing - masing RT mengirimkan 3 personil. Siapa saja kru koki utama ?
Mereka adalah warga Saragan yg dengan suka rela menolong di dapur biasa posko yaitu bu adang (Risna), bu naning & bu yati (sayur & lauk).
Coretan ini sebagai rasa terimakasih karena sudah mau bersusah payah di posko pengungsian
dok.tim sister village
Selain memasak kadang kala, mencuci perabot masaknya juga tak apa - apa
dok.tim sister village
2. Pak Perkap
pak perkap atau nama lainnya pak widi, ini yg sering siap bila ada bantuan untuk mencari kebutuhan perlengkapan di posko pengungsian. Misal instalasi listrik dibutuhkan pak widi dengan sigap siap melaksanakan tugasnya.
Ada kisah dari pak perkap ini saat di posko pengungsian tentang kesigpannya memnyelesaikan tugasnya yaitu saat mati lampu terjadi di posko pengungsian dengan cuma bantuan senter hp mberjuang merangkai kabel listrik dihubungkan dengan mesin diesel yg ada. Supaya suplai listrik kembali ada & posko pengungsian kembali terang benderang.
dok. regu sister village
dok.tim sister village
3. Pak Ogah
Pak Ogah ini tidak sama dengan pak ogah yg biasanya di jalan raya menjaga lalu lintas yg mau menyeberang jalan terus dapat rupiah tetapi dengan suka rela & ikhlas tanpa paksaan menolong mengatur lalu lintas di posko pengungsian. Pak ogah atau nama sebenarnya pak usman kesehariannya sebelum ada posko pengungsian bertugas sebagai penjaga malam di kantor Desa Banyurojo. Dan tugasnya bertambah menolong mengatur lalu lintas di depan kantor Desa Banyurojo yg kadang ramai supaya tidak terjadi kemacetan.
Inilah pak Usman yg berjasa juga menjaga keselamtan orang yg mau menyeberang jalan di depan posko pengungsian
dok.tim sister village
4. Penjaga pos pengungsian
Posko pengungsian tentu membutuhkan penjagaan selama 24 jam non stop untuk mejaga keamanannya. Selain ada di depan sebagai penjaga tamu yg datang wajib lapor juga ada penjaga yg stand by di malam hari. Ada banyak personil yg terlibat & yg terpajang ini cuma beberapa personil saja. Ada yg menjaga pos di depan (pos 1), pos di samping (pos 2), pos belakang (pos 3).
Bukan tidak menghargai mereka yg tidak termuat di sini ya , ini HANYA SEBAGAI KENANG - KENANGAN BAHWA KITA PERNAH SATU RASA DAN SATU TEMPAT BERSAMA SAUDARA BABADAN.
Beberapa personil, yg tertangkap kamera "pak jepret"
dok.tim sister vilage (piket pagi atau siang)
Duet maut penjaga malam di posko pengungsian bagian logistik, pak muin & mas heri & merupakan anggota linmas juga. Terimakasih mas heri yg sudah dengan suka rela menolong dapur biasa juga, jam 3 pagi "daden geni" (menyiapkan tungku buat memasak sarapan pagi).
dok.tim sister village (piket malam)
4. Pak Jepret
Duet duo fotoghrafer inilah yg menjadikan dokumentasi dari posko pengunngsian Desa Banyurojo ini jadi lengkap. Ya, berkat jasanya momen - momen penting di posko pengungsian Desa Banyurojo dapat diabadikan. Sebagian akbar foto dokumentasi yg ada di posko pengungsian adalah hasil karyapak jepret. Pak Jepretini adalah tak lain & ta bukan Pak Agus talenta dan Pakde Wotok. Terimakasih, salut buat "pak jepret".
Tidak selamanya "pak jepret"itu berada di belakang layar ya, kadang - kadang perlu juga dong, nampang.
Berikut duo "pak jepret" yg berada di balik layar
dok.tim sister village (pak agus talenta)
dok.tim sister village (pakde wotok)
Coretan ini saya buat bukan untuk mengagungkan siapa yg lebih berjasa dalam maupun yg tidak tergabung tim sister village di posko pengungsian Desa Banyurojo, karena semua RELAWANKU ADALAH PAHLAWANKU DAN SAUDARAKU.
Mari, bersama - sama saling bahu membahu menciptakan saudara dari Desa Paten, Dusun Babadan merasa nyaman di posko pengungsian.
Menyambut tamu dengan baik adalah pahala
Dan teman - teman relawan yg tidak saya sebut di coretan saya, bukan berarti jasa teman - teman relawan tidak dihargai. Coretan ini cuma sebagai perwakilan rasa terimakasih atas jasa para relawan yg sudah dengan suka rela & ikhlas menolong di posko pengungsian.
Coretan ini saya buat cuma harap menciptakan kenangan bahwa kita pernah bersama dalam satu tempat yaitu POSKO PENGUNGSIAN TEA DESA BANYUROJO.
Tugas masih menanti teman - teman Relawan, Pahlawanku, Saudaraku karena Gunung Merapi yg berada di Pulau Jawa ini belum berhenti mengerjakan aktivitasnya. gunung berapi ini masih aktif terus hingga sekarang & masih menunjukkan siaga level 3. Tidak tahun ini dapat juga 10 tahun yg akan datang karena begitulah siklusnya.
Babadan - Banyurojo Bersatu Bersama
Semoga semua kondusif terkendali & tidak ada korban jiwa. Aamiin...aamiin..aamiin...
Bagi yg penasaran dengan bagian 1 & 2 atau cerita lain di posko pengungsian, langsung klik link dibawah ini :
bagian 1 : link
bagian 2 : link
Kisah lainnya : link
tunggu kisah - kisah yg lain ya
sumber gambar :
tim sister village
sumber coretan:
murni opri (opini pribadi)
Magelang, Januari 2021
@ummuza