yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Relawan PDIP yang berprofesi sebagai tukang las, Fardi (45), dilarikan ke rumah sakit setelah ditusuk menggunakan sangkur oleh oknum berseragam loreng yang mengaku anggota TNI di Jalan Sukaraja, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (11/6/2014).
Fardi kini masih tergolek di ruang instalasi gawat darurat Rumah Sakit R Syamsuddin Sukabumi akibat luka tusuk di bagian perut, tangan, dan kaki. Korban diduga dianiaya menggunakan sangkur setelah menolak dimintai uang Rp350 ribu dengan alasan untuk sumbangan kegiatan TNI. Korban menolak memberikan uang lantaran sebelumnya sudah setor Rp100 ribu kepada oknum tersebut.
“Kami mendesak kepolisian untuk menindak tegas pelaku yang diduga oknum TNI yang meminta sumbangan secara paksa,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Zaenudin.
Kendati demikian, dia berharap kasus ini tidak mempengaruhi situasi politik menjelang pemilihan presiden pada 9 Juli mendatang.
Penusukan terhadap Fardi berawal saat korban curiga dengan gelagat oknum tersebut . Dia lantas meminta agar oknum tersebut menunjukan kartu tanda anggota miliknya. Alih-alih permintaannya dipenuhi, oknum diduga TNI tersebut malah mengeluarkan sangkur dan menusukkannya ke tubuh korban. Usai melancarkan aksinya pelaku langsung kabur dan meninggalkan korban begitu saja.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Sulaeman mengungkapkan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menimpa relawan PDI-P tersebut. Pihaknya juga membantah jika kejadian ini ada sangkut pautnya dengan situasi politik saat ini. Kejadian ini, menurut dia, diduga bermotif pemerasan.
Fardi kini masih tergolek di ruang instalasi gawat darurat Rumah Sakit R Syamsuddin Sukabumi akibat luka tusuk di bagian perut, tangan, dan kaki. Korban diduga dianiaya menggunakan sangkur setelah menolak dimintai uang Rp350 ribu dengan alasan untuk sumbangan kegiatan TNI. Korban menolak memberikan uang lantaran sebelumnya sudah setor Rp100 ribu kepada oknum tersebut.
“Kami mendesak kepolisian untuk menindak tegas pelaku yang diduga oknum TNI yang meminta sumbangan secara paksa,” ujar Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sukabumi Zaenudin.
Kendati demikian, dia berharap kasus ini tidak mempengaruhi situasi politik menjelang pemilihan presiden pada 9 Juli mendatang.
Penusukan terhadap Fardi berawal saat korban curiga dengan gelagat oknum tersebut . Dia lantas meminta agar oknum tersebut menunjukan kartu tanda anggota miliknya. Alih-alih permintaannya dipenuhi, oknum diduga TNI tersebut malah mengeluarkan sangkur dan menusukkannya ke tubuh korban. Usai melancarkan aksinya pelaku langsung kabur dan meninggalkan korban begitu saja.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Sulaeman mengungkapkan pihaknya masih melakukan penyelidikan terhadap kasus yang menimpa relawan PDI-P tersebut. Pihaknya juga membantah jika kejadian ini ada sangkut pautnya dengan situasi politik saat ini. Kejadian ini, menurut dia, diduga bermotif pemerasan.