• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Rel dan Rangkaian MRT Diimpor dari Jepang

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
nTmQf.jpg
Direktur Utama PT MRT Jakarta, Dono Boestami, mengungkapkan bahwa dalam pembangunan MRT Jakarta, semua rel dan rangkaian kereta merupakan produk impor.

"Kami datangkan semua langsung dari Jepang," kata Dono di Jakarta, Rabu 6 November 2013.

Dono menjelaskan, komponen yang diimpor langsung dari negeri Sakura terdiri atas rel sepanjang 16 kilometer dan 96 rangkaian kereta yang nantinya akan dioperasikan di Jakarta.

Ia menjelaskan, beberapa hal yang menyebabkan semua komponen ini harus diimpor. Pertama, penandatanganan nota kesepahaman (MoU) perusahaan dengan JICA sebagai penyandang danang.

Kedua, tidak efisien bila komponen itu harus dibuat di Indonesia saat ini. "Tapi, yang penting, ada alih teknologi," ujar Dono.

Dono mengaku bahwa kelebihan dari rel yang didatangkan dari Jepang adalah kecilnya getaran dan tingkat kebisingan. "Rel yang kami datangkan tidak memakai bantalan. Jadi, tidak terlalu bergetar dan berisik. Ini membuat warga tidak terlalu terganggu saat kereta melintas," ujarnya.

Ke depan, dia berharap, MRT Jakarta akan menjadi proyek percontohan nasional. Yakni, pengembangan di daerah lain akan menjadikan industri pembuatan rel dan rangkaian kereta untuk monorel bisa diproduksi di Indonesia.

"Untuk sementara, anak negeri baru bisa menikmati dan belajar teknologinya dulu," kata Dono.

Dono mengatakan bahwa dalam pembangunan MRT banyak mengalami kendala. Yang terberat adalah dampak sosial yang membuat masyarakat resah. Baginya, tantangan ini harus dilalui dan tidak mengganggu percepatan pembangunan MRT.

"Masa harus tertunda lagi setelah 25 tahun. Kami harus melihat kepentingan yang lebih besar. Pasti akan ada yang merasa terganggu," ujarnya.

"Kami coba beri pemahaman, tapi tidak ingin menjadi pahlawan. Kami hanya ingin wujudkan apa yang selama ini tertunda," tuturnya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.