yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Situasi Kecamatan Wonodadi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, sempat mencekam menyusul kehadiran para pendekar silat yang berusaha menuntut balas atas kematian rekan mereka.
Selain menyisir tempat-tempat yang dicurigai menjadi persembunyian pelaku, para pesilat juga menyebar foto terduga pelaku ke publik. Aksi sweeping tersebut dipicu kematian Mujiono (30), seorang pesilat asal Desa/Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Mujiono diduga dianiaya oleh sejumlah pemuda Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi hingga tewas. Kasus ini sebenarnya sedang ditangani kepolisian.
“Mereka (pesilat) ini merupakan rekan saudara kami yang menjadi korban. Tentunya kami tidak bisa menghalangi aksi solidaritas itu,” ujar Purnomo Irawan (40), juru bicara keluarga Almarhum Mujiano.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mujiono ditemukan terkapar di tengah jalan dengan sejumlah luka menganga di kepala pada 26 Agustus 2014. Diduga, luka tersebut merupakan bekas hantaman batu.
Saat polisi tiba di lokasi, tubuh korban masih tergeletak. Dalam perjalanan menuju RSU Mardi Waluyo Kota Blitar, korban mengembuskan napas terakhir.
Pengeroyokan dilatarbelakangi sepeda motor korban yang menyerempet salah satu peserta latihan gerak jalan 17 Agustus.
Hingga saat ini polisi sudah memeriksa 11 orang saksi. Dari jumlah tersebut penyidikan mengerucut pada dua orang calon tersangka.
Sementara itu, Kapolres Kota Blitar, AKBP Julia Agustin, menegaskan, belum ada tersangka dalam kasus ini. Pelaku masih diburu.
Selain menyisir tempat-tempat yang dicurigai menjadi persembunyian pelaku, para pesilat juga menyebar foto terduga pelaku ke publik. Aksi sweeping tersebut dipicu kematian Mujiono (30), seorang pesilat asal Desa/Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Mujiono diduga dianiaya oleh sejumlah pemuda Desa Kolomayan, Kecamatan Wonodadi hingga tewas. Kasus ini sebenarnya sedang ditangani kepolisian.
“Mereka (pesilat) ini merupakan rekan saudara kami yang menjadi korban. Tentunya kami tidak bisa menghalangi aksi solidaritas itu,” ujar Purnomo Irawan (40), juru bicara keluarga Almarhum Mujiano.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mujiono ditemukan terkapar di tengah jalan dengan sejumlah luka menganga di kepala pada 26 Agustus 2014. Diduga, luka tersebut merupakan bekas hantaman batu.
Saat polisi tiba di lokasi, tubuh korban masih tergeletak. Dalam perjalanan menuju RSU Mardi Waluyo Kota Blitar, korban mengembuskan napas terakhir.
Pengeroyokan dilatarbelakangi sepeda motor korban yang menyerempet salah satu peserta latihan gerak jalan 17 Agustus.
Hingga saat ini polisi sudah memeriksa 11 orang saksi. Dari jumlah tersebut penyidikan mengerucut pada dua orang calon tersangka.
Sementara itu, Kapolres Kota Blitar, AKBP Julia Agustin, menegaskan, belum ada tersangka dalam kasus ini. Pelaku masih diburu.