• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Reformasi Sektor Keuangan dan Perbankan Jadi Target Asing

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
8LvCm.jpg


Reformasi sektor keuangan dan perbankan yang dicanangkan pemerintah dinilai menjadi target utama kekuatan ekonomi asing. Reformasi ini sebagai strategi asing membangun dominasi dan mengeruk sumber keuangan nasional.

Salamuddin Daeng dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia mengatakan, tujuan reformasi sektor keuangan dan perbankan adalah membuat kedua sektor keuangan ini berada di bawah kontrol rezim pasar bebas. "Caranya, otoritas negara terhadap keuangan diputus atau dihancurkan," kata Salamuddin, Rabu (2/1/2013) di Jakarta.

Menurut Salamuddin, upaya menghancurkan sistem keuangan nasional telah dimulai dengan amandemen UUD 1945, pembuatan Undang-Undang bunk Indonesia (UU BI), amandemen tiga kali UU BI, UU Perbankan, UU Sistem Devisa Bebas, hingga pembuatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang mengkudeta BI.

"Di tengah kekacauan dan ketidakjelasan otoritas dalam sistem keuangan itu maka asing dapat mengambil alih, menguasai dan mengeruk kekayaan keuangan Indonesia. Sementara pada saat yang sama elite politik dapat merampok bunk di tengah kekacauan, sebagaimana yang terjadi dalam kasus bunk Century," tuturnya.

Salamuddin menyebutkan, saat ini sudah 10 bunk swasta nasional dikuasai bunk raksasa asing. "Pangsa aset bunk swasta nasional merosot sekitar 20 persen dari 42 persen tahun 1998, menjadi 22 persen pada tahun 2011. Modal asing dapat menguasai 99 persen bunk di Indonesia," katanya.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.