• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Refleksi dua proyek besar dari laga pembuka di Old Trafford

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Diggie
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Diggie

IndoForum Activist C
No. Urut
287751
Sejak
6 Apr 2020
Pesan
14.408
Nilai reaksi
1
Poin
0
Berikut adalah berita Refleksi dua proyek besar dari laga pembuka di Old Trafford.

Refleksi dua proyek akbar dari laga pembuka di Old Trafford
Bek Arsenal Riccardo Calafiori (kiri) merayakan keberhasilannya mencetak gol ke gawang Manchester United pada pekan perdana Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Minggu (17/8/2025). (premierleague.com)

Jakarta (ANTARA) - Arsenal memulai kampanye Liga Premier Inggris 2025/2026 dengan kemenangan tipis tetapi krusial atas Manchester United di Old Trafford, Minggu (17/8) malam waktu setempat.

Gol semata wayang dari Riccardo Calafiori di menit ke-13 jadi penentu hasil akhir laga yg sarat tensi ini, sekaligus memperlihatkan dua narasi akbar dari kedua kubu: kedalaman skuad The Gunners yg makin solid & krisis bukti diri yg belum sepenuhnya usai di kubu Setan Merah.

Kesalahan Altay Bayindir saat mengantisipasi sepak pojok Declan Rice berujung fatal. Ia keluar dari sarangnya tetapi cuma dapat menepis bola yg tak sempurna, & langsung disambut Calafiori dengan sundulan mudah di depan gawang kosong. Ini bukan perdana kalinya momen blunder di bawah mistar gawang United. Itu adalah representasi dari problema lama Manchester United, yaitu kerentanan di bawah mistar.

United sejatinya bermain cukup dominan di beberapa fase pertandingan. Formasi 3-4-3 racikan Ruben Amorim cukup cair dengan peran aktif dari Diogo Dalot & Patrick Dorgu di kedua sisi sayap. Matheus Cunha tampil agresif, Bryan Mbeumo sering merepotkan pertahanan Arsenal di lini depan, & Bruno Fernandes dengan Casemiro sanggup mengimbangi Rice & Martin Odegaard di lini tengah.

Namun, di sepak bola, dominasi tak sering berujung kemenangan. Ketika sebuah kesalahan jadi pembeda, sorotan pun mengarah ke Bayindir & problem lama di pos penjaga gawang United.


Bayindir diberikan kepercayaan karena Andre Onana baru pulih dari cedera & belum bugar 100 persen. Onana pun baru menjalani masa latihan selama satu minggu, tanpa berpartisipasi sekalipun dalam laga pramusim.

Namun, penampilan Bayindir tak menjawab keraguan. Ini bukan kali perdana United disulitkan oleh performa kiper mereka, & hasil ini dapat jadi titik balik dalam keputusan transfer menjelang penutupan bursa. Kendatipun begitu , Amorim menegaskan dia bahagia dengan ketiga kipernya saat ini.

Meski sebelumnya menolak spekulasi tentang Gianluigi Donnarumma & gagal merekrut Emiliano Martínez, tekanan kritik kini makin besar. Jika performa Bayindir terus meragukan & kualitas Onana juga tidak berbeda dengan musim lalu, beberapa pengamat sepak bola menilai United harus memutar haluan & meninjau ulang prioritas transfer mereka yg semula berfokus pada sektor gelandang.

Arsenal tak dominan, tetapi efisien. Mereka tidak tampil seperti saat bertamu ke Old Trafford pada musim lalu. Saat itu Arsenal mudah mengerjakan serangan dari berbagai arah.

Viktor Gyokeres yg diharapkan jadi juru gedor baru setelah diboyong seharga 73 juta euro dari Sporting CP, belum menunjukkan tajinya. Ia cuma mencatat 21 sentuhan & gagal melepaskan satu pun tembakan, bahkan sempat tergelincir saat mendapat peluang emas di awal babak kedua.


Namun, kemenangan tetap diraih. Arsenal kini juga memiliki kedalaman skuad yg lebih layak untuk bersaing merebut gelar. Kai Havertz, Jurrien Timber, Mikel Merino, hingga Noni Madueke memberi Arteta keleluasaan untuk mengerjakan rotasi tanpa kehilangan intensitas permainan. Calafiori sendiri awalnya diproyeksikan sebagai pelapis, namun dalam dua kunjungannya ke kota Manchester, ia kini sudah mencetak dua gol krusial, satu ke gawang City tahun lalu, & kini ke gawang United.

Berita diatas dikutip dari internet, jika Refleksi dua proyek besar dari laga pembuka di Old Trafford adalah spam, mohon beritahu kami.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.