• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Redenominasi Rupiah Tidak Akan Timbulkan Sanering

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
KqwsT.jpg

bunk Indonesia menyatakan, redenominasi rupiah yang dilakukan dengan menghilangkan tiga digit terakhir tidak menimbulkan sanering. Istilah sanering merujuk pada kondisi ketika terjadi pemotongan nilai mata uang, harga-harga barang tidak turun dan malah semakin meningkat.

Hal ini disampaikan Dr Iskandar Simorangkir, SE, MA, Direktur Riset Ekonomi Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter bunk Indonesia, dalam kunjungannya ke Redaksi Harian Kompas, di Jakarta, Rabu (6/3/2013).

Menurut Iskandar, terjadinya fenomena sanering dapat menurunkan daya beli efektif masyarakat. Kondisi tersebut kali terakhir terjadi pada awal tahun 1950 di masa pemerintahan Perdana Menteri Amir Syafarudin.

"Waktu itu kebijakan tersebut dilakukan untuk menekan laju inflasi yang sangat tinggi. Namun, membuat daya beli masyarakat menjadi menurun," ujar Iskandar.

Iskandar menegaskan, redenominasi rupiah akan memberikan banyak dampak positif bagi masyarakat. Manfaat utamanya adalah menjadikan waktu dan biaya masyarakat untuk bertransaksi lebih efisien.

Selain itu, pemerintah juga bisa menghemat biaya pengadaan uang, dengan hadirnya mata uang logam yang memiliki nilai ekonomis lebih lama. Iskandar mengakui kebijakan redenominasi tersebut masih separuh jalan karena pihaknya masih menunggu proses dari pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan.

Namun, sambil menunggu hasil dari Kementerian Keuangan, pihaknya sudah melakukan konsultasi publik dengan semua pihak. "Konsultasi publik ditujukan bagi pengamat keuangan, para pengusaha, dan media massa yang dilakukan secara terbatas. Kami juga sedang menyiapkan bahan sosialisasi bagi masyarakat tentang manfaat dari redenominasi sehingga bisa mengubah cara pandang mereka," ungkap Iskandar.
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.