yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Pakar kimia kelautan, Ken Buessler, yang mengevaluasi data level kaesium atom pada ikan, kerang dan rumput laut yang dikumpulkan di sekitar pembangkit yang rusak akibat gempa itu.
Dia menyimpulkan kontaminasi ini kemungkinan disebabkan kebocoran tingkat rendah dari pembangkit atau terkontaminasinya sedimen dasar laut. Hasil penelitian ini dipublikasikan pada Kamis (15/10/2012) di jurnal Science.
Buessler menemukan sejumlah ikan di dekat Fukushima belum bisa dikonsumsi jika menuruti regulasi di Jepang. Namun, sebagian besar ikan yang ditangkap di Jepang masih aman untuk dikonsumsi.
"Untuk memprediksi bagaimana pola kontaminasi berubah membuthkan lebih banyak studi dan tidak hanya mempelajari ikan saja," kata Buessler.
"Apa yang kita butuhkan saat ini adalah sebuah pemahaman yang lebih baik dan jumlah caesium dan radionuklida lainnya yang mengakibatkan kondisi yang ada saat ini di lepas pantai Fukushima," ujar Buessler.
Tsunami raksasa yang dipicu gempa berkekuaran 9,0 dalam skala Richter, menghantam dan merusak pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi pada Maret 2011.
Akibatnya, reaktor PLTN Fukushima meleleh, mengakibatkan radiasi menyebar dan mengkontaminasi daerah pertanian di timur laut Jepang dalam sebuah bencana nuklir terbesar selama beberapa dekade terakhir.
Para ilmuwan menduga radiasi nuklir bisa mencapai laut dengan dua cara. Pertama melalui pembuangan air pendingin reaktor pada pekan-pekan awal setelah bencana gempa, atau melalui siklus air.