Follow along with the video below to see how to install our site as a web app on your home screen.
Catatan: This feature may not be available in some browsers.
Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis. Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.
Mobil modern saat ini punya modal segudang teknologi untuk mengatur dan menjaga performa kendaraan. Namun, tentu saja teknologi tersebut memerlukan manusia agar dapat terus berfungsi dengan baik.
Salah satu teknologi yang terdapat pada kendaraan saat ini adalah sensor oksigen. Sensor oksigen merupakan perangkat yang didesain untuk mendeteksi dan mengukur jumlah oksigen yang keluar dari pembuangan.
Sensor oksigen akan memberitahu ECU jika kadar oksigen keluar secara berlebihan atau terlalu sedikit. Oksigen yang terlalu banyak berisiko menurunkan performa bahkan dapat merusak komponen mesin. Begitu pula kadar oksigen yang terlalu rendah, hal ini mengindikasi bahan bakar yang keluar terlalu banyak sehingga terjadi pemborosan bahan bakar dan berisiko merusak konverter katalisator.
Karena lokasi sensor oksigen yang terekspos langsung dengan sisa pembuangan, perangkat ini rentan mengalami kerusakan. Biasanya permasalahan yang paling sering terjadi adalah sensor oksigen yang tertutupi jelaga sisa pembuangan. Jika hal tersebut terjadi, performa kendaraan akan menurun bahkan berisiko mengalami kemogokan.
Normalnya sensor oksigen sapat bertahan hingga jarak 50 ribu kilometer bahkan 100 ribu kilometer, namun hal tersebut tergantung kondisi. Oleh karena itu, merawat mesin secara teratur agar hasil sisa pembuanan terap stabil dan baik mampu menjaga umur sensor oksigen. Jika sensor oksigen terlanjur mengalami kerusakan, tidak ada yang bisa dilakukan untuk memperbaikinya selain mengganti dengan yang baru.