Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Bagi para IFers yg beragama Kristen, mungkin tidak asing dengan nama salah satu penginjil serta penulis buku bernama Ravi Zacharias. Sang pendeta berkebangsaan Kanada- Amerika Serikat yg sudah wafat tahun lalu merupakan pengarang banyak buku Kristen, termasuk pemenang Gold Medallion Book Award, Man Live Without God? ("Dapatkah Manusia Hidup Tanpa Allah?") & buku paling laku Light in the Shadow of Jihad ("Terang dalam Bayang-bayang Jihad") & The Grand Weaver ("Sang Pemintal Agung"). Ia merupakan pendiri & sekaligus presiden direktur yayasan "Ravi Zacharias International Ministries"
Sayangnya, dibalik ketenaran & pencapaian luar biasa tersebut, Ravi Zacharias merupakan seorang yg tidak dapat mempertahankan integritasnya sebagai pemuka agama. Minggu lalu, beredar berita resmi dimana sekarang kita dapat mengetahui bahwa mendiang Ravi Zacharias adalah predator seksual.
Memang, sebagai seorang pria yg lanjut usia sekaligus penginjil tenar yg sering bepergian ke luar negeri, kesehatan merupakan salah satu faktor penting yg harus dijaga dengan baik. Oleh karena itu, para bawahannya di RZIM memaklumi kebutuhan Ravi akan terapis & tukang pijat.
Sayangnya, setelah penyelidikan dilakukan, Ravi ternyata menyembunyikan lebih dari 200 foto syur para terapisnya yg berada di Amerika & Asia. Foto tersebut ditemukan dari gawai yg ia pakai selama beberapa tahun terakhir. Bahkan, sebelum ia mati pada bulan Mei 2020, ia masih menerima foto-foto bugil dari beberapa targetnya.
Ironisnya, ia membayar beberapa terapis pijat mengpakai sumbangan yg diterima oleh RZIM (Ravi Zacharias International Ministries) yg semestinya dipakai untuk keperluan penginjilan, malah diberikan untuk para wanita terapis pijatnya. Kedok pemberian uang tersebut biasanya berupa "beasiswa" bagi anak-anak para terapis tersebut maupun sekedar uang untuk bayar "kos-kosan".
Sebagai ganti sumbangan serta pelayanannya tersebut, Ravi diduga menuntut seks sebagai imbalan dari mereka. Tidak cuma berupa seks, ia juga diduga sering menggeranyang tubuh para terapis tersebut, mengerjakan masturbasi di depan mereka, mengirimkan chat mesum, & kejahatan seksual lain yg dapat menciptakan raja setan sekalipun merasa insecure & berkata "anjir, ternyata ada ya manusia yg lebih jahat daripada gua".
Meskipun Ravi Zacharias baru ditetapkan bersalah pada Februari 2021, sebetulnya kejahatan seksual tersebut sudah diblow-up ke publik sejak tahun 2017. Sayangnya, banyak orang yg tidak mempercayai hal tersebut karena kharisma yg dimiliki oleh Ravi. Selain itu, para korbannya juga mendapatkan ancaman serta uang tutup mulut.
Berdasarkan penyelidikan berdikari yg dilakukan oleh Miller & Martin , korban pelecehan dari Ravi diduga mencapai lebih dari 200 wanita. Bukan cuma di Amerika Serikat, tetapi tersebut diseluruh dunia & tempat tempat yg pernah dikunjungi oleh Ravi.
Salah satu wanita yg jadi korban berkata pada penyelidik di kasus ini. Ia bertestimoni bahwa yg dilakukan oleh Ravi Zacharias merupakan bentuk pemerkosaan terselubung. Bahkan, ketika Ravi hendak "mengerabah" dirinya,
Ravi mengajaknya untuk berdoa serta mensyukuri "kenikmatan" yg akan mereka terima dalam beberapa saat lagi. Tidak cuma itu, ia juga diancam dengan modus
"jika anda membocorkan tindakan enak-enak yg kita lakukan, maka anda bertanggungjawab atas jutaaan jiwa yg hilang dari jangkauan tuhan akibat reputasi saya dirusak sama kamu"
Ketika dia meninggal pada bulan Mei, dia dipuji karena kesaksiannya yg setia, komitmennya pada kebenaran, & integritas pribadinya. Sekarang jelas bahwa, di belakang mimbar, pria yg begitu lama dikagumi oleh orang Kristen di seluruh dunia tidak lebih dari pria brengsek yang suka melecehkan banyak wanita & memanipulasi orang-orang di sekitarnya.
Ada beberapa pelajaran yg dapat kita petik dari kasus Ravi ini. Menurut TS, ada dua pelajaran akbar yg terkadang luput dari pengamatan kita, yaitu :
Pertama, jangan menilai seseorang dari tampak luarnya. Buktinya, Tampak depan Ravi sangatlah menakjubkan. Sebelum orang-orang meninggal, banyak yg mempercayai bahwa ia adalah seorang yg berintegritas & berkelakuan baik.
Kedua, ketika kita sudah mendalami ilmu agama, sebaiknya ilmu tersebut diiringi oleh tindakan serta perbuatan nyata. Buat apa belajar kitab suci tetapi kelakuan tidak suci.
Sekian, semoga dapat jadi pelajaran bagi kita semua.
Sumber :
1. Wikipedia
2. christianitytoday.com
Hari ini 15:03