• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Berita Ratusan Polisi Sandera Presiden Ekuador

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. cimohai
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

cimohai

IndoForum Junior A
No. Urut
51307
Sejak
27 Agt 2008
Pesan
3.428
Nilai reaksi
144
Poin
63
97016_polisi-di-quito--ekuador--berdemonstrasi_300_225.jpg


VIVAnews - Ratusan polisi Ekuador mengamuk setelah sebuah undang-undang yang memotong anggaran mereka disahkan. Mereka menggelar demonstrasi, menutup bandara dan memblokir jalan raya.

Presiden Ekuador, Rafael Correa, yang berusaha bicara dengan mereka di markas polisi di Ibukota Ekuador, Quito, diserang dengan gas air mata. Setelah itu Correa yang berusia 47 tahun dikelilingi polisi yang memberontak.

Sang Presiden yang dikenal kiri itu pun mengumumkan dirinya "praktis tersandera" pada kejadian Kamis 31 September 2010 waktu setempat itu. Akibat serangan gas air mata, Presiden pun harus dirawat di rumah sakit.

Pemerintah lalu mengumumkan kondisi darurat, sehingga membuat militer berwenang menegakkan ketertiban sipil. Tentara berwenang melakukan penangkapan tanpa surat izin.

Gerakan polisi ini membuat sejumlah kota di Ekuador lumpuh. Sekolah ditutup. Banyak kegiatan bisnis distop karena tak ada perlindungan polisi.

Kerusuhan muncul di Ibukota, setidaknya dua bunk dirampok. Sebuah harian melaporkan ada perampokan supermarket dan toko-toko karena polisi tak bertugas.

Sementara itu, ratusan pendukung Correa berkumpul di luar Majelis Nasional yang juga dikuasai polisi. Menteri Dalam Negeri Gustavo Jahlk berusaha bertemu dengan utusan polisi yang memberontak.

Panglima angkatan bersenjata, Jenderal Ernesto Gonzalez, menyatakan kesetiaan tentara pada Presiden Correa dalam sebuah jumpa pers. Dia menyatakan, akan mengupayakan sebuah dialog untuk mengatasi masalah ini.

Namun Gonzalez menyerukan, undang-undang yang dimasalahkan itu "ditinjau atau tidak diberlakukan pada pegawai negeri sipil, tentara dan polisi."

Dua negara tetangga Ekuador, Peru dan Kolombia, menutup perbatasannya demi solidaritas pada Correa. Mereka mengumumkan dukungan pada Correa. Presiden Bolivia yang kiri, Evo Morales, meminta pertemuan darurat pemimpin Amerika Selatan untuk membahas soal ini.

Ekuador yang berpenduduk 14 juta jiwa memiliki sejarah instabilitas sebelum Correa, yang mendera selama masa jabatan delapan presiden sampai akhirnya ekonom didikan Amerika ini menang pada pemilihan Desember 2006. (hs)
.:Sumber:.

Kalau terjadi di Indonesia, bisa2x krisis lagi :-O
 
wuih.....serem kejadiannya....pasti kacau dimana-mana......

tp keren jg.....polisi lawan tentara & pemerintah......=))

nice info kang /no1
 
dunia memang mau kiamat kok pemerintah sekarang sudah bukan utusan Tuhan lagi :(
 
wow presiden disandera baru kali ini denger, parah banget yak
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.