yan raditya
IndoForum Addict E
- No. Urut
- 163658
- Sejak
- 31 Jan 2012
- Pesan
- 24.461
- Nilai reaksi
- 72
- Poin
- 48
Mereka mengenakan motor roda dua yang sudah dimodifikasi menjadi roda tiga. Sehingga saat berhenti, mereka tidak harus menyangga dengan kaki karena cacat fisik.
Mereka keliling Yogyakarta start dan kembali finish di Youth Center Graha Pemuda, Kabupaten Sleman, DIY. Beberapa tempat objek wisata akan dikunjunginya dengan motor modivikasi itu, di antaranya Monumen Jogja Kembali, Malioboro, Pantai Parangtritis, hingga Pantai Depok.
Ketua Panitia Jambore Nasional Three Cycle Waluyo mengatakan jambore ini diikuti sekitar 390 para penyandang cacat dari berbagai kota di pulau Jawa. Jarak yang ditempuh selama touring sekira 800 kilometer. "Peserta dari berbagai kota di Jawa, ini sebagai bentuk untuk saling mengenal satu sama lain, bisa berbagi cerita dalam banyak hal," kata Waluyo, Minggu (2/2/2014).
Rute dalam touring Jambore Nasional Three Cycle ini sengaja digelar melewati obyek wisata dengan harapan mengenalkan potensi wisata di Yogya. Pariwisata di Yogyakarta masih menjadi sektor yang cukup menarik untuk dikunjungi. "Semoga jambore ini akan berlanjut di tahun-tahun yang akan datang,"jelasnya
Peserta jambore dari Surabaya, Syakur mengatakan, sengaja datang ke Yogya dengan teman-temannya menggunakan 15 unit motor yang sudah dimodifikasi untuk penyandang cacat. Perjalanan ditempuh lebih dari 15 jam karena banyak istirahat. "Kalau hujan dipakai untuk istirahat, perjalannya ke sini banyak istirahat karena cuaca hujan," jelasnya.
Jambore ini, lanjutnya, juga sebagai media sosialisasi peenggunaan SIM D atau SIM untuk penyandang cacat. Sebab, pengunakan sepeda motor modifikasi ini juga harus dilengkapi dengan surat ijin mengemudi.
Menteri Pemuda dan Olah Raga, Roy Suryo mengapresiasi jambore ini. Dia menyampaikan, untuk kaum difabel tak perlu kecil hati karena keadaan. Justru karena keterbatasan fisik, harus bisa membuktikan dengan karya terbaik untuk bangsa.
"Indonesia menjadi juara umum kejuaraan penyandang cacat se ASEAN dan prestasi yang membanggakan. Kita berharap tidak perlu kecil hati karena keterbatasan fisik," kata Roy.
Usai memberikan sambutan, Roy terlihat mengibarkan bendera sebagai tanda perjalanan atau tourring dimulai. Puluhan pengendara motor khusus difabel terlihat melaku kendaraan yang dipakainya.