Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Merek nomor sekian yg penting ngebul, begitulah kira-kira menurut pandangan saya.....
Bagi para pecandu rokok, merokok adalah sebuah kegiatan yg mungkin sangat menyenangkan. Katanya dapat menghilangkan stress, sebagai teman dalam kesepian, obat bete saat bekerja, atau jadi 'alat tempur' sebagai penambah kejantanan......
Pernah lihat merek rokok seperti ini?
Pertama kali saya melihat berbagai merek rokok seperti contoh di atas, jujur saja saya ngakak terbahak-bahak. Bukan karena apa-apa, ya, karena merasa jenaka aja....
Para pembuat rokok murah merek abal-abal ini ternyata tidak kalah kreatifnya loh, dibanding para peniru atau penjiplak barang asal jeplak dari negeri China.
Satu ketika, seorang teman pernah menawarkan rokok kepada saya, sekilas desain kemasannya sangat mirip dengan merek rokok yg sudah sangat terkenal sebelumnya. Tapi ketika diperhatikan Lebih detil.....Sial! saya kecele. Ternyata bukan rokok Dunhill, melainkan 'Dalil'.
Telisik punya usut, ternyata saya memang kurang gaul atau kurang wawasan. Merek-merek rokok aneh yg kocak itu ternyata sudah lama beredar di pasaran. Dan gak cuma si Dalil itu, ternyata ada banyak merek rokok lain yg desainnya sangat mirip atau dimirip miripin dengan merek rokok tertentu....
Malah hingga rokok ala cowboy amrik pun diplesetin juga.... Nih buktinya :
Dari Clos Mild, Trubus, Hingga Djalan Layang
Setelah mengerjakan penelusuran dari warung ke warung baru saya sadar bahwa memang ada banyak merek rokok 'aneh' yg katanya adalah rokok tanpa cukai alias ilegal.
Sebut saja misalnya rokok Midboro yg aslinya adalah Marlboro. LMD dirubah jadi SMD, saya tidak tahu SMD itu apa? Mungkin singkatan dari Sumedang.
Lalu ada 'Dalil' hasil plesetan dari merek Dunhill. Ada juga rokok merek 'Super Bro' yg desainnya jelas-jelas mengikuti kemasan rokok Surya Pro.
Dan yg paling kocak adalah rokok merek 'Djalan Layang' yg mengikuti merek Djarum Super.... Saya curiga jangan-jangan pemiliknya adalah mantan pengusaha jalan tol yg bangkrut lalu peluasan ke bisnis rokok. Bwahahahhaaaaa ngakak
Busyet, saya pikir itu gambar rokok merek Magnum Premium, ternyata 'Magbul'. Yang dalam bahasa Arab artinya 'Terwujudkan'.
Dan saya tidak tahu juga sejak kapan rokok Gudang Garam berubah jadi 'Gudang Gaman'?
Kenapa dapat demikian? Banyak faktor! Selain karena masalah cukai & harga rokok yg semakin merangkak naik. Lebih dari itu kemunculan merek rokok abal-abal ini sengaja dibuat sebagai opsi alternatif bagi mereka yg berkantong bokek tetapi harap tetap terlihat keren......
Rasa & merek nomor sekian, yg penting ngebul.....
Saya, napelogini...........Terima kasih
Foto : Google
Referensi : klik