Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Berawal dari teman yg seorang guru sejarah & juga salah satu pakar kurikulum di indonesia mengajak berjumpa & ternyata dia minta di temani untuk membahas manusia purba, mungkin karena saya pendengar yg baik karena pendidikan saya dia juga tahu bukan di wilayah itu. Di perbincangan yg berlangsung selama 8 jam ini sebenar nya ada beberapa yg saya harap tambahkan yaitu mengenai keberadaan manusia purba di flores yg di tengarai masih hidup hingga sekarang dalam jumlah yg cukup signifikan & di temukan oleh banyak penjelajah & peneliti barat.
Pesan layanin netizen
"Biasanya penulis mengkaji sesuatu itu dari sudut pandang filsafat & tidak untuk menyimpulkan sesuatu, juga pendekatan filsafat & sains ini berusaha penulis jabarkan argumen & bantahan nya di setiap tulisan supaya setiap pembaca dapat menyimpulkan sendiri sesuai selera".
Kita mulai dari cerita timothy drew yg datang ke flores pada tahun 1977 dia datang sebagai seorang peneliti burung & indonesia juga di ketahui sebagai salah satu sarang burung paling eksotis dalam arti sesungguh nya jangan berfikir konotatif. Dia mengerjakan ekspedisi di flores bersama teman nya Dr. Gary Ward & satu orang indonesia Drajat saputra.
Dia mengatakan ketika dalam ekspedisi mereka di kejut kan oleh telapak kaki manusia tetapi ukuran nya sangat kecil yg pada awal nya di duga sebagai anak kecil.
kasian bro ini ada bocah nyasar ampe sini kali ya
Mereka pun menelusuri jejak nya & menemukan makhluk dengan jejak kecil itu ternyata bukan anak kecil & bukan manusia menurut timothy.Dia menjelaskan paras nya lebih tua penuh dengan bulu tetapi mereka berjalan tegap & jelas bukan anak kecil.
Lalu mereka pun memutuskan untuk mengambil foto makhluk itu tetapi gagal karena mereka di sergap oleh sekelompok manusia kerdil ini dalam jumlah yg banyak.
Timothy yg menceritakan kisah ini berhasil selamat karena memanjat pohon hingga tidak ketahuan oleh makhluk ini tetapi kedua teman nya menurut kesaksian timothy tidak selamat mereka mati di cabik cabik & di makan oleh makhluk itu yg dia sebut sebagai ebu gogo.
Siapa ebo gogo itu?
Timothy yg selamat itu kemudian mencari bantuan ke penduduk lokal flores & melaporkan nya ke kantor polisi atas kejadian itu. Polisi tidak percaya dengan cerita timothy karena makhluk itu cuma mitologi flores & belum ada kejadian selama puluhan tahun ketika mereka bertugas di sana. Jadi kesimpulan dari polisi si timothy ini cuma menceritakan sebuah alibi padahal kedua teman nya di bunuh oleh dia & menuduh makhluk mitology sebagai pelakunya.
Timothy pun di penjara se umur hidup di bali baru selesai masa tahanan nya pada tahun 2013 karena dia meninggal. Cerita ini juga di film kan dalam judul the cannibal in the jungle.
Jadi apakah ebu gogo itu ada?
Orang flores di generasi terdahulu memang suka menceritakan makhluk ini yg di gambarkan sebagai makhluk kecil yg sangat rakus ebu gogo artinya juga moyang yg makan nya rakus & ini memang di akui sebagai dongeng saja.
Tetapi pada tahun 2003 di liang gua flores gabugan peneliti australia & indonesia yg menyatakan bahwa memang di flores sempat ada makhluk kecil ini yg di namai dengan Homo floresiensis (manusia dari flores) dengan ciri khas ukuran sangat kecil dengan kapasitas tidak hingga 400 cc artinya otak mereka lebih kecil dari simpanse. Untuk ukuran primata seperti anda yg membaca ini (manusia), simpanse, orang utan, & semacam nya, kapasitas otak itu berbandig lurus dengan kecerdasan, dengan kemampuan menghasilkan tekhnologi.
Dilihat dari fosil yg di temukan & dari fosil yg di sekeliling nya & beberapa artefak yg di temukan di sana, itu menunjukan bahwa homo floresiensis ini dapat menciptakan perkakas. Kalau mereka otak nya lebih kecil dari simpanse maka semestinya dia tidak dapat menghasilkan perkakas yg lebih baik dari pada yg di ciptakan simpanse karena dia adalah primata. Tetapi dalam temuan nya homo florensiensis ini dapat menciptakan perkakas yg sama dengan manusia pra aksara di indonesia tetapi otak nya kecil.
Makanya ketika temuan ini di publikasikan berita nya hingga mengalahkan big foot di amerika, orang orang di seluruh dunia kaget dengan temuan ini kecuali orang indonesia yg seperti tidak menghiraukan semua itu.
Sial nya & sakit hati pula saya melihat nya ketika orang indonesia tidak menghiraukan penemuan pada waktu itu tetapi di masukan buku sejarah pada tahun 2013 artinya kita tertinggal 10 tahun dari penemuan yg di lakukan di tanah sendiri.
Padahal di temukan di indonesia, oleh orang indonesia, dapat di katakan mengubah sejarah dunia & bahkan ilmuan antropology juga biologi harus merefisi teori nya gara gara temuan ini tetapi di indonesia santai saja tidak pernah di beritakan atau di bahas, baru muncul 10 tahun kemudian di buku sejarah itu pun tidak lebih dari satu pharagraf, parah sekali bukan indonesia menyikapi pengetahuan yg update.
Tapi ya sudah lah karena pemahaman kita tentang pengetahuan itu adalah baca informasi di media maistream, update tipe kelamin seseorang, dapat mengoprasikan produk apple, & pandai buka browser di lengkapi VPN yg dapat menembus blokir.
Mohon maaf mari kita lanjut.
Homo florensiensis ini di perkirakan usia nya 13 ribu tahun dalam pikiran kita memang jauh tetapi dalam ukuran manusia purba itu sangat dekat yg artinya mungkin saja spesies ini masih hidup hingga sekarang hantu saja kita percayai kenapa hal seperti ini malah tidak di hiraukan.
Kita beralih ke sumatra disana ada cerita tentang ohang pandak (orang pendek) yg di gambarkan kurang lebih sama dengan Homo florensiensis spesifik nya di ceritakan oleh anak dalam yg mengatakan mereka dengan makhluk ini hingga sering berbagi hewan buruan. Orang anak dalam juga menceritakan bahwa makhluk ini juga berbicara tetapi seperti berbisik bahasanya.
ssstt ,,,,,rrrrrhhh,,,,wessss wesss wesss,,,
Tapi mereka dapat berkomunikasi.
Digambarkan ohan pandak ini juga matanya sedikit berjauhan, berbulu lebat, posisi kaki sedikit menyerong hingga jempol kaki nya menghada ke belakang, tetapi dia berdiri tegak. Dan bukan saja penduduk lokal yg menceritakan nya bahkan marcopolo dari zaman 12 an sudah menyebut makhluk ini, lalu di masa kolonial Mr. Harverden juga menuliskan tentang keberadaan makhluk ini.
Kemudian setelah tahun 1994 Dr. dewi martyr & jeremy holden menyatakan pernah melihat makhluk ini sebanyak 5 kali di letak di berbeda meskipun tidak yakin apakah ini ras manusia atau ras kera. Jika ini dapat di buktikan maka kekayaan khasanah indonesia dapat lebih banyak lagi bahwa kita sekarang masih berhadapan dengan manusia purba & bukan cuma masalah purba saja ditambah dengan ukuran nya yg sangat kecil.
Keren Gak tuh.
Lalu kita menemukan suku makhluk seperti ini di aceh yg hingga ada Video nya terlepas benar atau tidak karena kebanyakan orang yg bicara cuma berpedoman pada masalah tekhnis seperti kamera lah, editan seperti itu bukan pada ke ilmuan yg sebenar nya seperti penelitian h antropology, sejarawan & sebagainya.
Orang aceh menyebut mereka sebagai orang mante & kesaksian nya bukan cuma satu dua orang saja tetapi lebih banyak walaupun tidak berinteraksi dengan baik. Orang mante juga di gambarkan kurang lebih sama dengan homo Florensiensis & ohang pandak di tambah kesaksian marcopolo yg menemukan makhluk ini juga kebetulan di sekitaran aceh pada tahun 1200 an. Dan masih banyak lagi makhluk seperti ini di ceritakan di wiayah indonesia lain nya seperti di sulawei ada cerita sebagia suku oni.
Jika kita mendengar cerita rakyat & cuma ada di daerah itu saja misal pocong yg cuma ada di indonesia maka kita dapat ambil kesimpulan,
ini mah cerita rakyat doang fix udah tetapi mayan kita masukin yutup biar dapet adsense
Biasa nya tujuan di buat cerita rakyat itu lebih dekat kepada moralitas.
Tetapi kalau ada cerita rakyat, mistis, magis & di ketahui banyak negara di seluruh dunia bahkan dengan cerita yg kurang lebih sama maka kita dapat menduga,
jangan jangan emang ada makhluk kayak gini kita teliti bro masukin yutup
Banjir akbar di masa lalu itu bukan cuma di ceritakan oleh orang islam, yahudi & kristen saja, cerita ini juga dapat di dapat dari agama lain bahkan dalam konteks di luar agama. Dari orang papua, orang pasifik, orang amerika pedalaman bahkan orang mesir antik juga menceritakan hal yg sama.
Termasuk dalam hal ini raksasa (makhluk besar) & Hobbit (makhluk kecil) itu di ceritakan di seluruh dunia dalam berbagai versi yg secara substansi itu sama.
Kita di indonesia sudah bukan lagi sekedar cerita, fosil nya sudah di temukan, saksinya banyak. Homo florensiensi, ebu gogo, ohang pandak, orang mante, suku oni atau apapun itu namanya hingga sekarang bukti nya banyak di temukan bahkan di yakini masis eksis.
Hari ini 16:30