Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Hobbit, salah satu ras manusia kerdil di dalam film The Lord of the Rings, apakah ras ini cuma fantasi? Tentu tidak, hal itu adopsi dari kisah di dunia nyata. Biasanya kita sering juga disajikan cerita kurcaci, nah mereka ini termasuk ras Hobbit.
Kisah ini dimulai dari sebuah kisah nyata & kesaksian Dr. Timothy Darrow yg datang ke Flores Indonesia tahun 1977, sebagai peneliti burung karena Indonesia adalah surga bagi para burung.
Dia datang ke Indonesia bersama dua kawannya, Dr Gary Ward & Drajat Saputra. Ketika mereka sedang menciptakan kemah, mereka ini dikejutkan dengan jejak telapak kaki manusia tetapi kecil.
Mereka menduga ada anak kecil yg tersasar, ketika jejak itu ditelusuri di sebuah sumber air ditemukanlah ada mahluk yg mirip manusia. Dimana wajahnya terlihat tua, tetapi penuh dengan bulu & berjalan tegak.
Mereka berkeyakinan ini orang pedalaman, lalu mulai mengabadikannya lewat foto namun mereka disergap oleh kelompok manusia kecil lainnya dengan berbagai senjata.
Darrow berhasil selamat karena berlari & memanjat pohon hingga tidak ketahuan , tetapi dua kawannya dicabik hingga meninggal lalu dimakan oleh manusia kerdil yg dinamakan Ebu Gogo.
Darrow saat itu melaporkan kejadian itu ke penduduk lokal & ke kepolisian & melaporkan dua kawannya meninggal diserang oleh mahluk kecil yg aneh itu. Polisi tidak mempercayai cerita itu karena Ebu Gogo hanyalah mahluk mitologi.
Dan selama puluhan tahun tidak ada kejadian manusia yg di serang oleh mahluk tersebut, jadi Polisi menduga Darrow membunuh kedua rekannya & menuduh mahluk kerdil tersebut.
Akhirnya Dr. Timothy Darrow divonis penjara di Grobogan Bali, & baru selesai di tahun 2013 yg lalu karena dia meninggal. Alias penjara seumur hidup, kisah ini diceritakan dalam film dikumenter The Cannibal in the Jungle.
Apakah Ebu Gogo itu ada?
Awalnya cerita ini hanyalah mitos dari cerita leluhur tentang sosok kerdil yg makannya rakus, namun para peneliti mulai menemukan sesuatu di sebuah gua kapur di Pulau Flores, Indonesia, mereka menemukan tulang rasmanusia purbamini.
Penemuan manusia purba ini diteliti oleh Peter Brown & Mike J. Morwood bersama-sama dengan regu dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional pada September 2003.
Maka disebut HomoFloresiensis, mereka diduga hidup di zaman gajah-gajah pigmi (gajah kerdil) & kadal-kadal raksasa (komodo). Menariknya penemuan itu menghebohkan dunia hingga mengalahkan big foot, namun di Indonesia santai saja, bahkan baru sepuluh tahun kemudian di 2013 masuk di buku pelajaran sekolah.
Miris kalau melihat Indonesia mengenai ilmu pengetahuan kok ketinggalan banget, masak ditemukan di Indonesia, oleh orang Indonesia, & mengubah sejarah dunia, bayangkan ilmuwan antropologi & biologi harus merevisi teori mereka dengan penemuan ini. Tapi di Indonesia seperti tidak terjadi apa-apa! Tidak pernah diberitakan & dibahas baru sepuluh tahun kemudian muncul di buku sejarah cuma 1 paragraf, duh kok begini ya?
Lantas karena jaraknya yg dekat umurnya dengan manusia modern, kemungkinan spesies ini masih ada cukup besar. Karena kalau kita loncat ke Sumatra ada yg dinamakan Uhang Pandak, suku anak dalam kerap berinteraksi dengan mereka.
Bahkan seorang jurnalis Inggris bernama Debbie Martyr pernah melihat mahluk ini, berdiri tegak dengan paras mirip manusia bulunya lebat & berjalan di darat sambil membawa tombak.
Dan di Aceh manusia kerdil ini dinamakan suku mante, sempat terekam kamera namun sang perekam enggan memberitahukan letak perekaman.
Inilah kekayaan Indonesia, semoga lingkungan tetap terjaga bila habitat sudah rusak & alam sudah tidak sehat maka kepunahan banyak spesies di depan mata.
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik
Pic : google