Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Era new normal di mulai, para pemimpin negara di seluruh dunia tetap menjalankan protokol kesehatan & terus mengerjakan vaksinasi pada warganya meskipun tau bahwa beberapa pakar Epidemiologi menyebutkan virus Covid19 akan jadi penyakit yg terus berdampingan bersama umat manusia di seluruh penjuru dunia, seperti influenza yg akan di alami beberapa orang setiap saat.
Sejak perdana Sars-cov2 'menginvasi bumi' banyak hal baru yg di lalui oleh masyarakat di setiap negara, beradaptasi akan hal baru, kebiasaan baru, hingga hingga juga kita akan menjalani 2x puasa 2x lebaran dengan covid19, ritual & kebiasaan masyarakat khususnya Indonesia yg identik dengan puasa & lebaran pun mulai terkikis, seperti tarawih berjamaah, tadarus di Musholla / Masjid, ngabuburit, hingga mudik pulang kampung pun sudah tak semudah sebelum-belumnya.
Meski begitu,setiap tahunnya umat Islam seluruh dunia akan sangat merasa bersyukur apabila masih berkesempatan hidup untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan, bulan suci penuh Rahmat di tahun 2021 Masehi ini, jatuh pada bulan April, di tahun 1442 Hijriyah.
Pada bulan penuh ampunan ini memberikan kita suatu momen untuk bermuhasabah diri atau evaluasi diri, apakah kita yg sekarang sudah jadi lebih baik dari sebelumnya ? karena bagaimanapun juga seperti Hadits yg di riwayatkan oleh Bukhori menyebutkan "Allah tidak akan menurunkan satu penyakit kecuali Allah turunkan juga obatnya".
Pada case kali ini, tidak cuma penyakit dari covid itu sendiri, melainkan penyakit lainnya, seperti penyakit hati yg menciptakan kita jadi menyalahkan keadaan, menyalahkan faktor internal-eksternal, penyakit mental atas trauma tahun lalu yg masih terbawa hingga sekarang, yg kesemuanya tentu ada obat untuk menyembuhkan itu semua, & bulan Suci Ramadhan adalah momen yg sangat tepat untuk itu semua.
Sebagaimana firman Allah yg berbunyi "Wa nunazzilu minal qur-aani maa huwa syifaa-uw warahmatul-lil muminiin" Artinya : "Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yg jadi penawar & rahmat bagi orang-orang yg beriman." [Bani Israil (Al-Israa) 17: 82], sekali lagi betapa specialnya bulan ini, sehingga Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur'an, terdapat pula suatu peristiwa di dalamnya, yakni malam yg di istimewakan untuk beribadah terkhusus malam ganjil di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan nanti.
Puasa, secara dzahir hanyalah aktifitas yg tak beda jauh dari diet, namun di balik itu semua terdapat manfaat yg luar biasa bagi jiwa-raga seseorang, secara psikis, fisik terlebih bagi spiritual setiap orang, kita semua manusia hidup di bumi yg sama, dengan perputaran waktu yg sama 24jam per harinya, namun perjalanan spiritual masing-masing orang tentu berbeda.
Mari kita lebih khusyu' lagi dalam beribadah di bulan Ramadhan ini, supaya setelah melewati Ramadhan nantinya, ke khusyu'an kita bertambah, sehingga memberi kita pelajaran & perubahan akbar pada diri saat nanti kita berdoa kembali pada Allah SWT untuk di pertemukan pada Ramadhan tahun mendatang.
Hari ini 11:28
Sejak perdana Sars-cov2 'menginvasi bumi' banyak hal baru yg di lalui oleh masyarakat di setiap negara, beradaptasi akan hal baru, kebiasaan baru, hingga hingga juga kita akan menjalani 2x puasa 2x lebaran dengan covid19, ritual & kebiasaan masyarakat khususnya Indonesia yg identik dengan puasa & lebaran pun mulai terkikis, seperti tarawih berjamaah, tadarus di Musholla / Masjid, ngabuburit, hingga mudik pulang kampung pun sudah tak semudah sebelum-belumnya.
Meski begitu,setiap tahunnya umat Islam seluruh dunia akan sangat merasa bersyukur apabila masih berkesempatan hidup untuk menjalankan ibadah puasa Ramadhan, bulan suci penuh Rahmat di tahun 2021 Masehi ini, jatuh pada bulan April, di tahun 1442 Hijriyah.
Pada bulan penuh ampunan ini memberikan kita suatu momen untuk bermuhasabah diri atau evaluasi diri, apakah kita yg sekarang sudah jadi lebih baik dari sebelumnya ? karena bagaimanapun juga seperti Hadits yg di riwayatkan oleh Bukhori menyebutkan "Allah tidak akan menurunkan satu penyakit kecuali Allah turunkan juga obatnya".
Pada case kali ini, tidak cuma penyakit dari covid itu sendiri, melainkan penyakit lainnya, seperti penyakit hati yg menciptakan kita jadi menyalahkan keadaan, menyalahkan faktor internal-eksternal, penyakit mental atas trauma tahun lalu yg masih terbawa hingga sekarang, yg kesemuanya tentu ada obat untuk menyembuhkan itu semua, & bulan Suci Ramadhan adalah momen yg sangat tepat untuk itu semua.
Sebagaimana firman Allah yg berbunyi "Wa nunazzilu minal qur-aani maa huwa syifaa-uw warahmatul-lil muminiin" Artinya : "Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yg jadi penawar & rahmat bagi orang-orang yg beriman." [Bani Israil (Al-Israa) 17: 82], sekali lagi betapa specialnya bulan ini, sehingga Ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur'an, terdapat pula suatu peristiwa di dalamnya, yakni malam yg di istimewakan untuk beribadah terkhusus malam ganjil di 10 malam terakhir di bulan Ramadhan nanti.
Puasa, secara dzahir hanyalah aktifitas yg tak beda jauh dari diet, namun di balik itu semua terdapat manfaat yg luar biasa bagi jiwa-raga seseorang, secara psikis, fisik terlebih bagi spiritual setiap orang, kita semua manusia hidup di bumi yg sama, dengan perputaran waktu yg sama 24jam per harinya, namun perjalanan spiritual masing-masing orang tentu berbeda.
Mari kita lebih khusyu' lagi dalam beribadah di bulan Ramadhan ini, supaya setelah melewati Ramadhan nantinya, ke khusyu'an kita bertambah, sehingga memberi kita pelajaran & perubahan akbar pada diri saat nanti kita berdoa kembali pada Allah SWT untuk di pertemukan pada Ramadhan tahun mendatang.
Hari ini 11:28