• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Ramadan di Palembang, Selain Pempek Ada Bubur Suro

  • Pembuat thread awal. Pembuat thread awal. Angela
  • Tanggal Mulai Tanggal Mulai

Angela

IndoForum Pro E
No. Urut
88
Sejak
25 Mar 2006
Pesan
45.487
Nilai reaksi
35
Poin
0
Ramadan di Palembang, Selain Pempek Ada Bubur Suro

Apakah orang di Palembang makan pempek setiap hari?

Sepengalaman saya tinggal di Palembang sejak kecil hingga menjelang dewasa, pempek itu makanan sehari-hari. Mudah sekali menemukan pempek di Palembang. Mulai dari warung rumahan hingga restoran menyajikan pempek dengan beragam varian. Tentu saja ada rasa, ada harga. Di warung-warung rumahan, pempek semacam cireng itu biasanya ada.

Jadi makan pempek setiap hari itu pilihan. Ada orang atau keluarga yg menjadikannya sebagai menu harian, namun tidak semua. Di keluarga saya, makan pempek itu sesekali, tidak tiap hari.
https://dl.kaskus.id/cdn-2.tstatic.net/palembang/foto/bunk/images/pempek-berharap-2.jpg​

Bagaimana dengan menu berbuka puasa atau sahur?Ada pempek jugakah?

Saya berani bilang, ada meski tidak setiap hari. Di keluarga saya menu pempek hadir setiap minggu. Pempek tersaji dalam wujud yg berbeda-beda. Mulai dari pempek telur & lenjer hingga olahan pempek seperti laksan, celimpungan, pempek lenggang, pempek panggang, tekwan, model & lainnya.

Ibu saya menciptakan pempek sendiri. Biasanya pempek telur atau pempek lenjer dalam jumlah cukup banyak. Pempek rebus dimasukkan ke dalam kulkas. Apabila harap makan tinggal digoreng atau dikukus lagi saja.

Nah, selain pempek ada satu makanan khas Ramadan berupa bubur. Namun menu bubur ini bukan makanan yg biasa tersaji di rumah-rumah keluarga warga Palembang. Ada satu masjid saja yg menjadikannya santapan khas berbuka puasa. Bubur Suro namanya.
https://dl.kaskus.id/cdn-2.tstatic.net/sumsel/foto/bunk/images/bubur-suro-rabu.jpg​

Masjid Besar Masjid Besar Al-Mahmudiyah berlokasi di jalan Ki Gede Ing Suro, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang yg menyajikannya. Orang sering menyebutnya juga dengan Masjid Suro sesuai dengan nama jalan di depan masjid.

Setiap bulan Ramadan, masjid ini menciptakan bubur suro, kemudian membagikannya secara gratis untuk para jamaah & warga sekitar. Di masa pandemi covid19, pengurus masjid tidak menghentikan kebiasaan menciptakan & membagikan bubur. Pembuatan bubur tetap jalan, cuma saja beberapa orang membawa pulang bubur untuk santap di rumah.
https://dl.kaskus.id/cdn-2.tstatic.net/tribunnews/foto/bunk/images/bubur-daging_20150630_151314.jpg​

Masjid menyediakan sekitar 100 porsi bubur. Untuk pembuatannya, memerlukan 4 kg beras & 2 kg daging sapi. Butuh pengadukan bahan utama tersebut bersama aneka bumbu & rempah selama 2,5 jam.

Saya baru mengetahui keberadaan bubur ini setelah bermukim di luar Palembang. Penasaran & harap cicip-cicip bubur suro tersebut. Kayaknya bakal beda sekali dengan bubur ayam biasa.

Itulah sedikit kisah #RamadanBerkah di Palembang. Bagaimana Ramadan di daerah atau kampung halamanmu? Pasti ada ciri khas & keunikan tersendiri kan, ya? Semoga pandemi covid19 segera berlalu sehingga kita dapat bebas mudik. Biar lepas kerinduan kepada kampung halaman kita.

Sumber foto Tribunnews
Hari ini 14:04
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.