RanDom
IndoForum Beginner E
- No. Urut
- 71336
- Sejak
- 23 Mei 2009
- Pesan
- 447
- Nilai reaksi
- 13
- Poin
- 18
Bongha, (Analisa).
Para biksu dari Orde Buddhis terbesar Korsel, Jogye Orde, meletakkan bunga pada upacara pemakaman bagi mantan Presiden Roh Moo-hyun dekat rumah Roh di Ginhae, Korsel, Minggu (24/5).
Ribuan orang berbondong-bondong ke sebuah desa di pedalaman Korea Selatan (Korsel), Minggu (24/5) untuk memberi penghormatan mereka kepada mantan Presiden Roh Moo-hyun sehari setelah dia bunuh diri dengan terjun ke sebuah jurang. Di pusat kota Seoul, para pelayat meletakkan karangan bunga serunai putih -- lambang dukacita tradisional Korsel -- dan menunduk di depan gambar mantan pemimpin berusia 62 tahun di sebuah lapngan peringatan darurat diluar Istana Deoksu abad ke-26.
Roh, yang mengandalkan pada keberanian dan kerja keras untuk bangkit dari masa pemudanya yang miskin di pedalaman Gimhae untuk menjadi pemimpin negaranya berpenduduk 49 juta jiwa pada 2003, meninggal Sabtu pagi (23/5). Dia meninggalkan sebuah catatan yang menggambarkan penderitaannya dan minta agar dia dikremasi.
Bunuh dirinya, tepat 15 bulan setelah dia mengakhiri masa jabatannya, terjadi ketika dia dan keluarganya menghadapi pemeriksaannya gencar mengenai 6 juta dolar AS yang diberikan kepada keluarga Roh ketika masih menjadi presiden oleh seorang penguasaha Seoul yang terlibat dalam sejumlah skandal suap.
Sidang Kabinet
Sementara itu dari Seoul dilaporkan Perdana Menteri Korsel, Han Seung-soo, Minggu menyerukan sidang kabinet untuk membahas pemakaman mantan presiden Roh Moo-hyun, yang meninggalnya secara mendadak mengejutkan serta menyedihkan negara, kata seorang pejabat.
Sidang kabinet tampaknya akan digunakan untuk mempersiapkan pemakaman Roh, kata pejabat senior pemerintah, yang minta tidak disebut namanya.
Pemakaman Roh diperkirakan akan dilakukan di Desa Bongha, kota kelahiran, di mana dia mengakhiri hidupnya Sabtu pagi, dengan cara terjun ke jurang pegunungan.
Dalam pesan bunuh dirinya, Roh menjelaskan kepada keluarganya, agar dia dikremasikan dan dibangunkan sebuah monumen kecil di desa itu.
Menurut adat, pemerintah Korsel menyelenggarakan 'pemakaman negara' atau 'pemakaman rakyat' bagi mantan kepala negaranya.
Pemerintah Seoul, sebelumnya juga menyelenggarakan upacara pemakaman kenegaraan bagi Park Chung-hee, yang memerintah negara tersebut dari 1963 sampai dia dibunuh oleh pembantu intelijennya pada tahun 1979.
Seoul juga menyelenggarakan upacara pemakaman rakyat pada 2006 bagi Choi Kyu-ha, yang menjabat sebagai pejabat presiden antara kematian Park dan munculnya pemerintah militer baru pada 1980.
"Saya diimbau untuk menghadiri sidang kabinet Minggu ini," kata pejabat itu.
"Saya yakin pertemuan itu akan membahas persiapan pemakaman rakyat bagi jenazah Roh," katanya.
Ucapan Bela Sungkawa
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) Ban Ki-moon Minggu mengirimkan ucapan bela-sungkawa kepada keluarga mendiang mantan presiden Korsel, Roh Moo-hyun, dan mengatakan dia sangat bersedih dan terkejut atas meninggalnya mantan bosnya itu.
Roh, yang menjabat sebagai presiden dari 2003-2008, terjun ke jurang ketika dia mendaki gunung di belakang rumahnya di Desa Bongha, sekitar 450 kilometer di selatan Seoul, Sabtu pagi, yang kemudian mengirimkan gelombang kekagetan ke seluruh negara.
"Saya terkejut dan sangat berduka atas berita kematian Roh yang tak terduga tersebut," kata Ban dalam pesannya.
"Saya mengirim pernyataan bela-sungkawa kepada pemerintah dan rakyat Korsel, yang kehilangan mantan pemimpin mereka," katanya.
Ban menjabat sebagai menteri luar negeri Korsel dari 2004-2006 semasa kepresidenan Roh.
Ban mengirim pesan dari Sri Lanka, di mana dia bertemu dengan para pejabat setempat, untuk membahas perang antar-suku di negara Asia Selatan itu, kata Kementerian Luar Negeri Seoul.
Pemimpin PBB itu juga memuji Roh atas upaya-upayanya dalam memuluskan jalan bagi berkembangnya demokrasi di Korsel, dan mendorong berbagai perubahan sosial di negaranya.
Secara terpisah, Ban juga mengeluarkan pernyataan duka cita atas kematian Roh, melalui situs Internet PBB.