Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Rahasia Tukang Sedot Tinja (Oknum)
Apabila Anda memperhatikan tiang listrik atau tiang telepon di situ terdapat tempelan yg bertuliskan Sedot WC hub bahkan di perumahan-perumahan pagar-pagar tembok itu ditempeli setiker yg bertuliskan sedot WC hub.
Omong punya omong, saya punya kenalan seorang tukang sedot WC yg jabatannya yaitu sebagai kenek mobil tinja sebut saja namanya Barja (nama samaran). Barja ini ngobrol ngalor ngiduldengan saya dalam perjalanan mudik lebaran tiga tahun yg lalu.
Barja ini bercerita panjang lebar mengenai lika-liku suka dukanya jadi tukang sedot tinja. Pada awalnya sebagai tukang sedot tinja yg baunya ampun-ampunan, perut mual terus. Tetapi lama kelamaan sudah terbiasa & tidak mual lagi.
Setelah persoalan bau tinja sudah tidak menciptakan mual, justru ada hal yg mengganjal yg semula tinja menciptakan mual sekarang gilirannya hati yg di bikin sopir jadi mual sehingga menciptakan hati tidak tenang dimana kerja tidak sesuai dengan hati nuraninya. Ingin jujur diomel-omeli sopirnya, tidak jujur bertentangan dengan hati nurani.
Pekerjaan sebagai penyedot tinja akhirnya cuma dapat dijalani selama dua tahun saja oleh Barja. Capek rasanya bekerja yg bertentangan dengan hati nurani. Na selama dua tahun ini Barja mengaku sering tidak jujur karena kalau jujur diomeli sopirnya. Ceritanya begini, Barja dalam menyedot tinja, walaupun mobil berbunyi berjam-jam tetapi tinjanya yg tersedot cuma sedikit yg penting baunya sudah menyebar, kelihatan nyedotnya & jarang pemilik tinja itu mengecek cepitengnya sudah habis apa belum kotorannya.
Kenapa hal ini dilakukan? ini perintah sopirnya, dengan tujuan satu tangki mobil dapat dupakai untuk menyedot beberapa tempat. Kalau tidak begitu dua orderan saja sudah penuh tangkinya. Selain itu membuang tinjanya juga susah.
Maka sopirnya benar-benar tobat kalau ada pemilik rumah yg menyewa sedotannya turun tangan membawa galah & memasukkan galah ke cepiteng tersebut untuk mengecek kotorannya sudah habis apa belum. Artinya kalau seperti itu ya mau tidak mau kotoran itu harus disedot hingga habis.
Barja juga bercerita, karena mungkin sopirnya agak jengkel karena pemilik cepiteng bawa-bawa galah & mengeceknya, pada saat parker mau meninggalkan tempat penyedotan parker mundur & ban belakang kejeblos ke got & susah keluarnya, sopirnya ngomel dasar kenek tai keneknya membalas lo juga soper tai. Setelah diganjal kayu baru mobil tai (maaf) tersebutdapat keluar dari got. Diperjalanan sopirnya menggerutu terus gara-gara ada yg bawa-bawa galah.
Inilah cerita Barja yg pernah bekerja jadi tukang sedot tinja yg berjabatan kenek & dijalaninya kurang lebih dalam kurun waktu dua tahunan. Semoga cerita ini bermanfaat.
Bonus gan, animasi kocak SEDOT WC!
sumber
Hari ini 16:41