Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Mohammad Jusuf Hamka, ada yg tidak tahu nama itu? Hampir rata-rata para pebisnis akbar di Indonesia tahu dengan beliau, lebih diketahui dengan julukan bos jalan tol.
Jusuf Hamka salah seorang inspirator yg dapat kita jadikan panutan, ketika beliau sukses dengan bisnisnya. Walau jalan yg ia lalui tidaklah mulus & lancar jaya, namun dengan ketekunan & semangat tinggi dapat meraih mimpi yg ia harapkan.
Ada prinsip hidup yg ia tekankan untuk mendapatkan hasil yg maksimal, perdana cita-cita atau keharapan yg dikerjakan dengan keras, tentunya dengan meminta restu kepada orang tua. Jusuf, tidak memperdulikan dirinya lulusan sekolah darimana & tamatan apa, tetapi penyayang kepada orang tua kunci sukses dalam kehidupan, lalu berbuat kebaikan sesering mungkin kepada semua orang.
Secara garis akbar sebenarnya hal ini aneh, apa hubungannya orang tua & kebaikan yg dilakukan dengan bisnis? Kedua perbuatan itu tidak bersinggungan secara langsung dengan bisnis.
Dalam kehidupan terkadang manusia harus mencari kebenaran & juga pengetahuan untuk memahami dunia tempat manusia hidup, atau memahami diri sendiri. Biasanya mencari kebijaksanaan, untuk diri sendiri supaya lebih baik.
Ini sebenarnya sebuah filsafat, dimana bisnis bukan membicarakan tentang untung, rugi, bahkan memerlukan ilmu akuntansi, administrasi, atau manajemen saja. Tapi filsafat dalam bisnis lebih jauh dari itu, dimana bisnis dapat menjadikan sarana orang untuk memperoleh hidup yg berkualitas.
Berkualitas disini berkaitan dengan karakter, & juga kebahagiaan manusia. Jadi tidak cuma berkutat pada materi, namun juga hati.
Contoh kecil, Compassion & happinessitu sebuah langkah awal ketika menerapkan filsafat. Bagaimana kita dapat merasakan haru, menderita, & semangat pun bangkit untuk menolong. Sesudah dapat menolong kita merasa bahagia, lalu yg terakhir adalah profit akan mengiringi hal yg kita sudah lakukan.
Contoh kecil, disuatu daerah terpencil masyarakat susah untuk membeli bahan makanan karena akses jalan rusak, terisolir & sebagainya, & itu menciptakan kita haru. Lalu kita memperbaiki jalan tersebut, & membuka usaha toko makanan dengan harga terjangkau untuk menolong masyarakat disana. Akan ada 2 keuntungan yg sudah kita lakukan berupa uang & juga pahala.
Toko yg perdana ada di daerah tersebut, akan memberikan akibat bisnis kita kedepannya nanti. Sebagai pionner, sebagai pengusaha yg baik hati tentu memberikan efek timbal balik tersendiri. Mungkin dari cuma toko kelontong, dapat merambah bisnis sekolah, bisnis industri & lainnya.
Namun ada yg perlu di ingat bisnis itu perlu modal, entah itu modal materi atau modal nekat dengan kerja keras hingga blusukan mencari investor. Bukan nekat tanpa modal, itu salah kaprah yg sering kita dengar.
Realistis & logika ketika berdagang harus ada modal, entah punya siapa barang yg dijual baik itu dimodalin atau modal sendiri sebenarnya tak jadi soal.
Tentu kebaikan kita tak akan pernah ada tanpa campur tangan orang tua yg merawat & mendidik kita semasa kecil. Maka itulah tujuan akhir hidup kita, baik, dermawan, kaya & disenangi banyak orang karena kebaikannya, bukan keburukannya.
Itu semua yg kita cari dalam kehidupan bukan?
Terima kasih yg sudah membaca thread ini hingga akhir, bila ada kritik silahkan dihinggakan & semoga thread ini bermanfaat, tetap sehat & merdeka. See u next thread.
"Nikmati Membaca Dengan Santuy"
--------------------------------------
Tulisan : c4punk@2022
referensi : klik, klik, klik
Pic : google