• Saat ini Anda mengakses IndoForum sebagai tamu, sehingga Anda tidak memiliki akses penuh untuk melihat artikel dan diskusi yang hanya tersedia bagi anggota. Dengan bergabung, Anda akan mendapatkan akses penuh untuk bertanya, mengirim pesan pribadi, mengikuti polling, dan menggunakan fitur-fitur lainnya. Proses pendaftaran sangat cepat, mudah, dan gratis.
    Silakan daftar dan validasi email Anda untuk mendapatkan akses penuh sebagai anggota. Harap masukkan alamat email yang valid dan periksa kotak masuk Anda setelah mendaftar untuk proses validasi.

Radikal Bebas Bukan Cuma Memicu Kanker

yan raditya

IndoForum Addict E
No. Urut
163658
Sejak
31 Jan 2012
Pesan
24.461
Nilai reaksi
72
Poin
48
ZmBvQ.jpg
Radikal bebas sering disebut-sebut sebagai pemicu kanker. Namun, belum banyak orang yang memahami apakah radikal bebas itu dan bagaimana kita bisa terpapar.

Radikal bebas adalah molekul tidak stabil dan tidak memiliki pasangan. Radikal bebas terbentuk ketika terjadi proses oksidasi dan ia beruasha mencari pasangan dengan menempel pada sel yang berpasangan.

"Persoalannya adalah elektron yang ingin ia ambil itu terkadang berasal dari sel yang sehat di tubuh sehingga menjadi rusak," kata Anne Chapas, asisten profesor bidang dermatologi dari New York University School of Medicine.

Ada banyak sumber radikal bebas, seperti polusi, zat yang mengiritasi, asap rokok, juga sinar ultraviolet A dan B. Proses oksidasi dalam tubuh juga akan menghasilkan radikal bebas. Tetapi secara alamiah tubuh akan melindungi diri dengan mengeluarkan rantai karbon berbentuk antioksidan.

"Dalam tubuh manusia dihasilkan jutaan radikal bebas setiap menitnya," kata Svetlana Kogan, ahli penyakit dalam.

Apa saja efek radikal bebas pada tubuh? Di lihat secara kasat mata, radikal bebas akan menghasilkan kerutan, kulit tampak kusam, dan kendur. Di dalam tubuh ia akan menyebabkan inflamasi yang bisa memicu penyakit jantung, paru, dan beberapa jenis kanker.

Para pakar juga yakin bahwa radikal bebas adalah biang keladi timbulnya penyakit akibat penuaan. Semakin tua usia seseorang, jumlah radikal bebas di dalam tubuhnya juga meningkat sehingga terjadi gangguan sel dan fungsi organ.

Menurut Chapas, pada dasarnya jika sel-sel tubuh dirusak oleh radikal bebas, sel itu akan memperbaiki diri sendiri. Namun kita bisa meningkatkan kerja antioksidan alami itu dengan memperbanyak asupan makanna yang mengandung antioksidan. Misalnya saja vitamin C dan E, teh hijau, atau kedelai.

Dalam produk perawatan kulit, zat antioksidan antara lain koenzim Q10, idebenonen, dan kinetin, yang akan membantu pertumbuhan sel-sel baru. Penelitian juga menunjukkan koenzim Q10 membantu mengurangi keriput.

Jika Anda termasuk orang yang sering terpapar radikal bebas akibat polusi, gunakan produk perawatan kulit yang kaya antioksidan dan SPF.
00msg.jpg
 
serem juga ea ternyata rakilkal bebas tu.. hihihi ngeri tu,....
 
 URL Pendek:

| JAKARTA | BANDUNG | PEKANBARU | SURABAYA | SEMARANG |

Back
Atas.