Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Quiet firing merupakan stategi perusahaan untuk mengerjakan pemecatan secara diam - diam.
Cara pemecatan ini adalah dengan cara menciptakan karyawan tidak myaman bekerja & kemudian mengundurkan diri dengan sendirinya.
CARIKERJA.SELAYANGKABAR.COM- Quiet firing merupakan sebuah fenomena yg sering terjadi dalam perusahaan.
Fenomena ini dapat terjadi kalau seorang atasan sudah tidak suka kepada anak buahnya, namun tidak mau memecat atau mengeluarkan secara terang - terangan.
Praktek quiet firing seringkali dilakukan oleh perusahaan kepada pekerja dengan cara menciptakan pekerja tidak merasa nyaman dengan perusahaan tempatnya bekerja.
Quiet firing merupakan sebuah perlakuan yg dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahannya, supaya menciptakan mereka merasa tidak lagi memiliki kompetensi di kantor.
Dapat juga dengan mengucilkan pekerja hingga pekerja merasa terisolasi.
Ataupun hasil pekerjaan seorang karyawan tidak lagi diapresiasi apapun hasilnya, sehingga menciptakan pekerja merasa tidak nyaman & mengundurkan diri.
Hal yg sering dilakukan oleh seorang atasan dalam mengerjakan quiet firing.
Contoh dari quiet firing ini misalnya mematikan atau menghentikan karier pekera atau karyawan, menolak kenaikan gaji, & tidak memberikan dukungan atas segala hal yg dilakukan oleh pekerja atau karyawan.
Pemecatan secara diam-diam ini dalam tujuan akhirnya adalah mengabaikan karyawan secara perlahan, & menciptakan karyawan tersebut merasa tidak lagi merasa nyaman serta tidak lagi merasa dibutuhkan oleh perusahaan.
Dimana akhirnya karyawan tersebut memutuskan untuk berhenti dengan sendirinya.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai quiet firing, berikut ciri - ciri praktek tersebut..
Oleh haibunda.com, dikutip dari Washington Post, quiet firing merupakan fenomena dimana karyawan diberhentikan atau dipecat secara diam-diam oleh atasan.
Hal tersebut dilakukan supaya perusahaan tidak perlu memberikan pesangon, ataupun kompensasi lainnya yg sesuai dengan aturan yg berlaku.
Fenomena ini dilakukan dengan cara, menciptakan lingkungan kerja yg buruk dengan sengaja.
Dengan lingkungan yg buruk karyawan merasa frustasi serta tidak betah untuk bekerja, kemudian karyawan tersebut mengundurkan diri.
Dilansir dari haibundacom, berikut ciri-ciri Praktek quiet firing pada perusahaan
1. Menghambat & menghentikan karer karyawan
Menghentikan karier karyawan secara diam - diam adalah salah hal yg paling biasa dilakukan pada praktek quiet firing.
Dalam keadaan ini atasan akan sering menyatakan bahwa karyawan tidak cocok & tidak berkompeten pada posisinya sekarang ini.
2. Kenaikan gaji ditolak
Atasan menolak kenaikan gaji karyawan, juga merupakan salah satu ciri - ciri quiet firing.
Atasan menolak permintaan kenaikan gaji, dimana sebenarnya saat itu karyawan layak mendapatkannya.
Penolakan ini merupakan strategi perusahaan untuk menciptakan karyawan merasa tidak lagi dihargai, & harap mencari pekerjaan lain dengan gaji yg lebih baik.
3. Tidak adanya apresiasi & evaluasi atas pekerjaan yag sudah dilakukan
Atasan tidak lagi memberikan instruksi yg tidak jelas kepada karyawan.
Atau atasan mengabaikan informasi penting yg harus dihinggakan kepada karyawan supaya pekerjaan berjalan dengan baik.
Pada praktek ini, atasan juga sudah tidak menanggapi segala macam masukan, & menolak kritik yg membangun.
4. Mendapat perlakuan yg tidak adil & pilih kasih
Perlakuan yg tidak adil & pilih kasih merupakan salah satu ciri - ciri quiet firing.
Perilaku ini dilakukan dengan membeda-bedakan anda dengan rekan kerja dengan mencolok.
5. Dikucilkan dari tim
Hubungan kerja antar rekan kerja merupakan faktor penting dalam mendapatkan kenyamanan & kepuasan kerja.
Praktek ini adalah dengan mengucilkan karyawan dari timnya oleh atasan
Atasan berusaha membatasi interaksi kerja karyawan tersebut denga rekan satu timnya, supaya regu dapat menjauhkan diri dari karyawan tersebut.
6. Manajemen sudah tidak mendukung pekerjaan
Ciri - ciri paling signifikan atas quiet firing adalah berkurangnya dukungan dari manajemen
Atasan sudah tidak lagi memotivasi karyawan atau mengarahkan mereka menuju tantangan & peluang baru.
Atasan tidak menawarkan bantuan saat karyawan ada masalah. Malah kadang menolak untuk mengerjakan pembelaan kalau karyawan terjadi masalah.
7. Menambah beban kerja secara signifikan
Quiet firing ini ditandai dengan seorang atasan sering tambahan pekerjaan yg sangat berat, bahkan tidak mungkin diselesaikan.
Pekerjaan jadi jauh lebih sulit, yg menciptakan pekerja cepat jadi frustasi.***
sumber : carikerja.selayangkabar.com Kemarin 23:28
Cara pemecatan ini adalah dengan cara menciptakan karyawan tidak myaman bekerja & kemudian mengundurkan diri dengan sendirinya.
CARIKERJA.SELAYANGKABAR.COM- Quiet firing merupakan sebuah fenomena yg sering terjadi dalam perusahaan.
Fenomena ini dapat terjadi kalau seorang atasan sudah tidak suka kepada anak buahnya, namun tidak mau memecat atau mengeluarkan secara terang - terangan.
Praktek quiet firing seringkali dilakukan oleh perusahaan kepada pekerja dengan cara menciptakan pekerja tidak merasa nyaman dengan perusahaan tempatnya bekerja.
Quiet firing merupakan sebuah perlakuan yg dilakukan oleh seorang atasan kepada bawahannya, supaya menciptakan mereka merasa tidak lagi memiliki kompetensi di kantor.
Dapat juga dengan mengucilkan pekerja hingga pekerja merasa terisolasi.
Ataupun hasil pekerjaan seorang karyawan tidak lagi diapresiasi apapun hasilnya, sehingga menciptakan pekerja merasa tidak nyaman & mengundurkan diri.
Hal yg sering dilakukan oleh seorang atasan dalam mengerjakan quiet firing.
Contoh dari quiet firing ini misalnya mematikan atau menghentikan karier pekera atau karyawan, menolak kenaikan gaji, & tidak memberikan dukungan atas segala hal yg dilakukan oleh pekerja atau karyawan.
Pemecatan secara diam-diam ini dalam tujuan akhirnya adalah mengabaikan karyawan secara perlahan, & menciptakan karyawan tersebut merasa tidak lagi merasa nyaman serta tidak lagi merasa dibutuhkan oleh perusahaan.
Dimana akhirnya karyawan tersebut memutuskan untuk berhenti dengan sendirinya.
Untuk mengetahui lebih jelas mengenai quiet firing, berikut ciri - ciri praktek tersebut..
Oleh haibunda.com, dikutip dari Washington Post, quiet firing merupakan fenomena dimana karyawan diberhentikan atau dipecat secara diam-diam oleh atasan.
Hal tersebut dilakukan supaya perusahaan tidak perlu memberikan pesangon, ataupun kompensasi lainnya yg sesuai dengan aturan yg berlaku.
Fenomena ini dilakukan dengan cara, menciptakan lingkungan kerja yg buruk dengan sengaja.
Dengan lingkungan yg buruk karyawan merasa frustasi serta tidak betah untuk bekerja, kemudian karyawan tersebut mengundurkan diri.
Dilansir dari haibundacom, berikut ciri-ciri Praktek quiet firing pada perusahaan
1. Menghambat & menghentikan karer karyawan
Menghentikan karier karyawan secara diam - diam adalah salah hal yg paling biasa dilakukan pada praktek quiet firing.
Dalam keadaan ini atasan akan sering menyatakan bahwa karyawan tidak cocok & tidak berkompeten pada posisinya sekarang ini.
2. Kenaikan gaji ditolak
Atasan menolak kenaikan gaji karyawan, juga merupakan salah satu ciri - ciri quiet firing.
Atasan menolak permintaan kenaikan gaji, dimana sebenarnya saat itu karyawan layak mendapatkannya.
Penolakan ini merupakan strategi perusahaan untuk menciptakan karyawan merasa tidak lagi dihargai, & harap mencari pekerjaan lain dengan gaji yg lebih baik.
3. Tidak adanya apresiasi & evaluasi atas pekerjaan yag sudah dilakukan
Atasan tidak lagi memberikan instruksi yg tidak jelas kepada karyawan.
Atau atasan mengabaikan informasi penting yg harus dihinggakan kepada karyawan supaya pekerjaan berjalan dengan baik.
Pada praktek ini, atasan juga sudah tidak menanggapi segala macam masukan, & menolak kritik yg membangun.
4. Mendapat perlakuan yg tidak adil & pilih kasih
Perlakuan yg tidak adil & pilih kasih merupakan salah satu ciri - ciri quiet firing.
Perilaku ini dilakukan dengan membeda-bedakan anda dengan rekan kerja dengan mencolok.
5. Dikucilkan dari tim
Hubungan kerja antar rekan kerja merupakan faktor penting dalam mendapatkan kenyamanan & kepuasan kerja.
Praktek ini adalah dengan mengucilkan karyawan dari timnya oleh atasan
Atasan berusaha membatasi interaksi kerja karyawan tersebut denga rekan satu timnya, supaya regu dapat menjauhkan diri dari karyawan tersebut.
6. Manajemen sudah tidak mendukung pekerjaan
Ciri - ciri paling signifikan atas quiet firing adalah berkurangnya dukungan dari manajemen
Atasan sudah tidak lagi memotivasi karyawan atau mengarahkan mereka menuju tantangan & peluang baru.
Atasan tidak menawarkan bantuan saat karyawan ada masalah. Malah kadang menolak untuk mengerjakan pembelaan kalau karyawan terjadi masalah.
7. Menambah beban kerja secara signifikan
Quiet firing ini ditandai dengan seorang atasan sering tambahan pekerjaan yg sangat berat, bahkan tidak mungkin diselesaikan.
Pekerjaan jadi jauh lebih sulit, yg menciptakan pekerja cepat jadi frustasi.***
sumber : carikerja.selayangkabar.com Kemarin 23:28