Angela
IndoForum Pro E
- No. Urut
- 88
- Sejak
- 25 Mar 2006
- Pesan
- 45.487
- Nilai reaksi
- 35
- Poin
- 0
Sumber - Edit sendiri dari berbagai sumber gambar
Eeeeh, siapa saya mengomentari negara lain? Negara sendiri aja masih bingung mau kayak gimana, mau dibuat bukti diri seperti apa, pakai peci apa pakai serban, juga masih bingung. Tapi paling enak itu memang mengomentari, rasan-rasan negara lain, atau kepo sama negara lain. Selain ada keuntungan dapat mengambil ilmunya, juga menambah wawasan, meskipun wawasannya nggak banyak-banyak amat.
Sesuai dengan judul tritku ini, saya mau iseng menulis tentang Qatar, sebuah negara kecil yg memiliki kekayaan luar binasah. Kekayaan itu mereka dapat dari keberuntungan mereka, karena kebetulan di tanah mereka ada banyak sekali LNG atau Liquified Natural Gas. Dari LNG inilah pemasukan 70% lebih negara imut ini berasal. Negara ini luasnya nggak lebih akbar dari 2,2 kali pulau Bali. Aku kasih 0,2 karena butuh sedikit lagi biar luasnya agak seimbang.
Dari keberuntungan yg melimpah ini, Qatar sebagai negara - yg dulunya - dengan mayoritas penduduknya memiliki aktivitas mencari mutiara, sekarang beralih menggali "mutiara di dalam tanah". Dari kekayaan itu, Qatar juga mulai gila-gilaan membangunn negaranya dengan gedung-gedung megah skala internasional untuk menggaet pengunjung dari seluruh dunia. Membuat tempat-tempat yg menarik untuk dikunjungi. Membuat pulau - pulau baru seperti Banana Island, Pearl Qatar, dan beberapa pulau buatan lainnya. Kemajuan-kemajuan itu mereka usahakan namun tetap membawa bukti diri mereka sebagai negara arab yg benar-benar arab.
Sumber - Qatar Nightlife
Mereka berusaha menciptakan perubahan yg sangat akbar dalam negara mereka, dengan asa dapat menumbuhkan ekonomi mereka di sektor lain selain LNG tadi. Dengan penduduk yg mayoritas penduduknya beragama Islam, Qatar juga menerapkan aturan yg berkiblat dengan syariat Islam juga. Salah satunya, minuman alkohol di sana sangat sulit didapatkan. Tapi, bukan berarti tidak boleh minum alkohol di sana. Di Qatar juga ada bar juga, tetapi ya gitu, cuma orang-orang yg berduit banyak aja yg dapat masuk. Aturan untuk mengunjungi barnya juga ketat, & saya belum mau mencari tahu aturannya, karena belum punya duit buat main ke sana. Untuk saat ini belum dibutuhkan juga.
Sumber - Qatar Skyline
Kemudian, Qatar juga bekerjasama dengan banyak sekali negara barat untuk memajukan pendidikannya, salah satunya dengan Amerika. Beberapa universitas kelas internasional ada di Qatar & itu sangat penting bagi Qatar.
Kembali ke judul tritku & juga melihat apa yg sudah saya tulis di atas, Qatar bingung untuk memegang bukti diri negara mereka tentang aturan-aturan yg melanggar bukti diri mereka, yaitu budaya yg melanggar aturan Islam. Minum alkohol, mereka tetap mengijinkan namun dengan cara sembunyi-sembunyi. Tidak boleh diminum di tempat terbuka. Ya, meskipun di Indonesia juga begitu sih. Dari membaca beberapa informasi ini, saya jadi kepikiran.
Quote:
Apakah untuk maju kita harus benar-benar mengikuti budaya mayoritas atau mempertahankan nilai-nilai yg kita pegang teguh? Atau bagaimana? Jadi bingung bagaimana menerapkan toleransi yg benar itu gimana.
--
Terimakasih membaca trit curhatku.
Sehat & bahagia selalu.
Terimakasih membaca trit curhatku.
Sehat & bahagia selalu.
Hari ini 13:17